Apa yang Harus Dilakukan Calon Mahasiswa UIN Bandung Setelah SBMPTN 2018?

BAGAIMANA hasil pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) Selasa, 3 Juli 2018 kemarin? Apa kamu satu di antara lulusan SBMPTN ke UIN Sunang Gunung Djati Bandung? Sudah tahu tahap apa saja yang harus ditempuh calon mahasiswa UIN Bandung? Ayo simak kiat di bawah ini.

Penerimaan Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung dari jalur SBMPTN menerima 921 peserta lulus. Dari jumlah seluruh peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN 2018 yaitu 165.831 peserta.

Terdapat 108 calon mahasiswa Jurusan Administrasi Publik dan 19 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi.

Jika kamu salah satu calon mahasiswa UIN Bandung dari jalur SBMPTN, simak tahap selanjutnya yang mesti ditempuh.

Berdasarkan situs resmi dari pmb.uinsgd.ac.id, peserta SBMPTN yang lulus harus mengisi biodata kembali  secara online. Pendaftaran kembali tersebut, dapat dilakukan mulai Rabu 4 Juli Pukul 09.00 WIB sampai dengan Jumat 6 Juli 2018 Pukul 23.59 WIB.

Panitia PMB mengharapkan mahasiswa baru mengisi biodata secara lengkap dan benar. Karena, hal ini dapat bergantung pada penentuan jumlah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari data tersebut.

Bagi mahasiswa yang melakukan pengisian biodata online tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi adminstratif, berupa penetapan UKT kategori tertinggi yakni K7 (Kategori 7).

Untuk penetapan UKT dari masing-masing peserta mahasiswa baru akan ditentukan pada 11 Juli 2018. Penentuan tarif UKT, akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori, yang dilihat berdasarkan jumlah penghasilan orangtua, dan bergantung dari setiap jurusan yang dimasuki.

Kemudian tahap yang perlu dilakukan selanjutnya adalah pembayaran uang kuliah. Pembayaran dapat dilakukan mulai 16-17 Juli 2018 melalui dua bank, yaitu BRI Syariah dan BTN.

UM-PTKIN

Selain jalur SBMPTN, cara lain untuk menjadi calon mahasiswa UIN Bandung ialah mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

Seperti yang dilaporkan pada laman pers mahasiswa UIN SGD Bandung suakaonline.com, jalur seleksi  UM-PTKIN ini bentuk lain yang dilakukan secara bersama oleh UIN/IAIN/STAIN. Serupa dengan SPAN-PTKIN, jalur ini hanya membuka 29 prodi dengan kuota 1.097 mahasiswa.

Pembiayaan penyelenggaraan UM-PTKIN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kemenag RI. Sedangkan, bagi peserta yang lulus namun berasal dari keluarga pra-sejahtera, dapat mengikuti seleksi program bidikmisi.

Dari kuota 1.097 siswa yang disediakan, jumlah peminat khusus jalur ini mencapai sebanyak 5.059 peserta.

“Masing-masing terbagi dalam tiga kelompok: Pertama, IPA yang diikuti 416 peserta; Kedua, IPS yang diikuti 3.825 peserta; Ketiga, IPC yang diiikuti 818 peserta. Sedangkan untuk Computer Based Test (CBT) diikuti 320 peserta,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik Asep Muhyiddin. Seperti yang tercatat pada situs resmi uinsgd.ac.id, saat melakukan monitoring pelaksanaan Computer Based Test (CBT) di gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung.

Jika kamu termasuk peserta mahasiswa baru yang lulus di UIN SGD Bandung, jangan lupa pantau terus informasi terbaru selanjutnya. Dengan membuka website resmi https://pmb.uinsgd.ac.id atau dapat mengakses laman http://uinsgd.ac.id/ . (Lisna Ali)***

Baca Juga

SEJUMLAH siswa kelas 5 mengerjakan latihan soal bahasa Arab di Madrasah Diniyah Taklimiyah Al Muhajirin, Kompleks Cingcin Permata Indah Blok E, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/6/2014). Bagi siswa SMP/MI yang lulus harus memiliki ijazah Diniy

Baru 55 Persen Siswa Masuk Diniyah Meski Diwajibkan

SOREANG,(PR).- Meski sudah diwajibkan 10 tahun lalu, namun siswa SD yang belajar di Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) masih 45 persennya. Anehnya lulusan SD yang tak mengantongi ijazah DTA masih bisa diterima di SMP/MTs.