Hari Pertama PPDB 2018 Didominasi Jalur WPS

PPDB 2018/DEDEN IMAN/PR

BANDUNG,(PR).- Lulusan SMP di Jawa Barat mulai mendatangi SMA dan SMK Negeri untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Mereka akan mendaftar melalui jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Penghargaan Maslahat Guru (PMG) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Warga Penduduk Sekitar (WPS), dan Prestasi.

Di sejumlah sekolah, dilaporkan pendaftar di SMA didominasi oleh pendaftar ke jalur WPS. Dengan kuota 10% dan seleksi jarak, rupanya cukup menyedot animo pendaftar.

Wakil Kepala SMAN 9 Bandung, Iwan Hermawan menyebutkan pendaftar di jalur WPS itu cukup banyak. Apalagi mengingat lokasi sekolah yang dekat dengan permukiman warga. 

Iwan menyebutkan sosialisasi yang dilakukannya selama ini, membuahkan hasil dengan banyaknya pendaftar. Tahun sebelumnya, hari pertama biasanya para calon peserta didik bersama orang tuanya datang ke sekolah untuk menanyakan informasi yang berkaitan dengan pendaftaran.

“Tahun ini cukup banyak yang langsung menentukan untuk daftar,” ujarnya, Senin, 4 Juni 2018.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jawa Barat Dodin Rusmin Nuryadin juga menyebutkan laporan yang masuk terkait pelaksanaan pendaftaran hari pertama, lebih banyak peminat melalui jalur WPS. Ia mengatakan tidak adanya sekat kota/kabupaten memberikan pendaftar peluang yang lebih besar. 

Dodin menegaskan panitia di sekolah tujuan harus benar-benar memahami aturan dari PPDB. Ia mencontohkan adanya laporan pendaftar yang ditolak mendaftar di jalur WPS, padahal rumahnya kurang dari 2 km. Alasannya, pendaftar tidak satu kecamatan dengan sekolah tujuan.

“Seleksi tetap pada jarak, sehingga sekolah tujuan dilarang menolak siswa hanya karena berbeda kecamatan,” ujarnya.

Beberapa daerah yang dilaporkan melalui kanal pengaduan media sosial yang membatasi pendaftar di jalur WPS, kata Dodin, adalah wilayah Bekasi dan Bogor. Dodin mengatakan pihaknya akan mengecek dan menegur sekolah yang merugikan pendaftar. 

Ia juga meminta para pendaftar memaklumi penerapan nomor antrian di sejumlah sekolah. Menurut Dodin, waktu pelayanan pendaftaran PPDB itu dari pukul 8.00 hingga 14.30 WIB. Setelah itu petugas akan memasukkan berkas pendaftar yang belum selesai diunggah ke sistem. Jika tidak dibatasi, dikhawatirkan berkas akan menumpuk dan terlambat diunggah.

“Saya harap untuk keesokan hari, pelayanan bisa lebih baik sehingga semua pendaftar bisa terlayani,” katanya.

Dodin juga meminta pendaftar tidak mempercayakan calo untuk memasukkan berkas. Ia menyebutkan calon siswa dan orang tuanya langsung mendaftar sendiri. PPDB ini gratis, kata Dodin, sehingga tidak akan ada pungutan saat mendaftar. 

Proses pendaftaran

Pendaftaran akan ditutup pada 8 Juni 2018. Dilanjutkan dengan seleksi dan hasilnya akan diumumkan pada 30 Juni 2018. 

Menurut Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2018 Firman Adam, pendaftaran dilakukan semidaring. Yakni, calon peserta didik (CPD) datang langsung ke sekolah tujuan dengan membawa berkas sesuai jalur yang dipilih.

Nanti, petugas akan memverifikasi dan memasukkan data CPD ke dalam sistem.

Firman mengatakan pendaftaran dapat dilakukan di sekolah pilihan 1 atau 2 atau kantor cabang dinas. Pendaftaran dicabang dinas ini untuk sekolah pilihan di luar kota atau kabupaten dan tidak menuntut uji kompetensi.

Kuota zonasi dalam wilayah Jawa Barat adalah 90% yang dibagi ke dalam KETM (20%), WPS (10%), PMK dan ABG (5%), Prestasi dan Bakat Istimewa (15%), dan NHUN (40%). Sedangkan untuk zonasi luar wilayah sebesar 10% yang terbagi dalam prestasi (5%), dan NHUN (5%).

CPD dapat mengetahui daya tampung tiap jalur di sekolah di laman resmi PPDB yaitu https://ppdb.disdik. jabarprov.go.id.***

Baca Juga

Pembenahan Citarum Perlu Kontribusi Akademisi

BANDUNG, (PR).- Perguruan tinggi berperan mencetak sumber daya manusia dan menemukan teknologi yang berguna untuk mengelola sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan akan menjadi tantangan kemajuan Indonesia.

Kapal Datar Karya Mahasiswa UI Diakui Dunia

DEPOK, (PR).- Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang tergabung dalam Hydros Team UI meraih peringkat kedua dalam ajang kontes kapal dunia.