Gandeng UI, BNPT Minta Kampus Lahirkan Ahli Ketahanan Nasional

DOKUMENTASI HUMAS UI
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius memberikan kuliah umum di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kota Depok, Senin, 23 April 2018. Suhardi menekankan pentingnya peruguruan tinggi melahirkan ahli ketahanan nasional guna cegah terorisme.*

DEPOK, (PR).- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggandeng Universitas Indonesia dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan aksi terorisme. Kampus diharapkan melahirkan ahli ketahanan nasional yang berperan dalam pencegahan persoalan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPT Komjen Polisi Suhardi Alius memberikan kuliah umum di hadapan ratusan sivitas akademika UI di Balai Sidang UI, Kota Depok, pada Senin, 23 April 2018.

Kepala BNPT menyampaikan kuliah umum bertajuk Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Radikalisme. Dalam kuliah umumnya, Suhardi mengajak  kampus dapat turut  menangkal berkembangnya paham radikalisme.

“Dalam dinamikasi pembangunan nasional, tidak hanya dibutuhkan ahli hukum, ekonomi, energi dan lainnya, melainkan dibutuhkan pula ahli Tannas atau ketahanan nasional yang  dapat menjaga eksistensi negeri," kata Suhardi dalam keterangan tertulis Humas UI, Selasa, 24 April 2018.

Perguruan tinggi, lanjutnya, berperan melahirkan para ahli ketahanan nasional. "Indonesia membutuhkan ahli Tannas yang dapat memetakan masalah pertahanan nasional serta mampu memberikan solusi atas  permasalahan radikalisme di Indonesia," ucap Suhardi.

Para ahli jebolan kampus tersebut diharapkan juga mampu memberikan koreksi konstruktif kepada penyelenggara negara terkait  penanggulangan terorisme di Tanah Air.

"Selain itu, para sivitas akademika mampu menjadi agent of changes (agen perubahan) di dalam mencegah radikalisme dan terorisme," ucap Suhardi. 

Hal senada disampaikan Rektor UI Muhammad Anis. "UI siap  menjadi think tank  serta pemberi solusi atas permasalahan yang dialami bangsa Indonesia, salah satunya adalah radikalisme, intoleran dan terorisme," kata Anis.

Dia mencontohkan, UI saat ini telah memiliki Pusat Kajian Terorisme di Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI.

"Tujuan dari  penyelenggaraan program pendidikan magister ini adalah untuk melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman dan kemampuan analisis yang komprehensif 
tentang perkembangan konsep terorisme dan pilihan-pilihan strategi kontra-terorisme," tutur Anis.

UI, lanjutnya, mendukung sepenuhnya kerja sama dengan BNPT guna mendukung upaya preemptif, preventif (kontra terorisme) dan represif dan kuratif (deradikalisasi) terorisme. 

Bersamaan dengan kuliah umum, diadakan pula penandatanganan nota kesepahaman bersama UI dengan BNPT tentang pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan kelembagaan dalam penanggulangan terorisme.

Selain Suhardi, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut.***

Baca Juga

Pansus Sepakati Dua Rumusan Definisi Terorisme

JAKARTA, (PR).- Panitia Khusus revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menyepakati adanya dua alternatif definisi terorisme dalam revisi UU tersebut.