Kebocoran Soal USBN Ditemukan di SMAK Yahya Bandung

USBN/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2018 SMA dan SMK  ditemukan di SMAK Yahya Bandung. Tim Investigasi dan Klarifikasi Dugaan Kebocoran USBN SMA 2018 menemukan hal itu saat mengunjungi SMAK Yahya Bandung bersama Tim dari Inspektorat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir Maret 2018. 

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Tim Investigasi dan Klarifikasi Dugaan Kebocoran USBN SMA 2018 Dinas Pendidikan Jawa Barat dengan Komisi V DPRD Jawa Barat di DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Senin 16 April 2018.

Ketua Tim Investigasi Husen R. Hasan melaporkan saat itu merupakan pelaksanaan USBN mata pelajaran Geografi. Seorang siswa ditemukan membawa ponsel yang dicurigai berisi soal-soal USBN. Soal-soal tersebut berasal dari sebuah grup chat Line yaitu grup repro majalah provoke. Grup tersebut, kata Husen, mempunyai jaringan seluruh sekolah di Kota Bandung.

“Kami kemudian menanyai siswa tersebut termasuk kondisi psikologis siswa,” ujar Husen.

Husen juga menyebutkan akibat perbuatannya, siswa itu didiskualifikasi dari USBN. Namun, siswa tersebut tetap diperbolehkan mengikuti ujian susulan.

“Kami tetap mengedepankan hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan. Karena bagaimana pun siswa tersebut hanyalah korban,” ujarnya.

Husen mengatakan ada beberapa sekolah yang dicek antara lain SMAN 20 Bandung, SMAN 16 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 3 Bandung, dan SMAK Yahya Bandung. Husen menyebutkan setelah ramai berita kebocoran soal di media massa, beberapa sekolah mengantisipasinya dengan menyiapkan soal cadangan. Misalnya di SMAN 16 Bandung, selain melarang siswa membawa ponsel, sekolah berinisiatif membuat 2 paket soal. 

“Satu paket utama menjadi 2 paket soal dengan sistem acak soal,” kata Husen. 

Menurut Husen, rekomendasi tim investigasi agar kejadian serupa tidak berulang di tahun-tahun mendatang, perlu dilakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyusunan dan distribusi soal USBN 2018 di Disdik Jabar. Selain itu, perlu juga ditindak lanjut untuk menelusuri pelaku utama dari penyebab kebocoran soal.

Husen juga menyebutkan aparat penegak hukum telah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Hal itu didasarkan dari pemanggilandan wawancara yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap personel di Disdik Jabar. 

Husen mengatakan penyelidikan juga dilakukan di sekolah-sekolah yang diduga terjadi persebaran kebocoran soal dan kunci jawaban. “Yang saya tahu, di SMAN 9 Bandung,” ujarnya.

Siswa jadi korban

Tim ini akan meklarifikasi dan menginvestigasi dugaan kebocoran soal USBN SMA/SMK 2018 di Kota Bandung. Masa tugas mereka selama 10 hari sejak 27 Maret 2018. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan tim ini, untuk mengumpulkan informasi awal tentang kebocoran USBN. Fakta-fakta itu dikumpulkan dari pencarian fakta di sekolah. Selain itu, ada juga yang didasarkan dari pelaporan melalui layanan pengaduan. 

Data-data tersebut, lanjut Hadadi,  kemudian diklarifikasi kepada lembaga atau personel terkait. Bisa sekolah, guru, panitia, kepala sekolah, atau siswa. “Nantinya akan diidentifikasi titik kebocoran soal USBN dan dibuatkan rekomendasinya,” kata Hadadi.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menyimpulkan dari laporan Tim Investigasi, bersumber dari ketidakjelasan SOP. Hal itu berakibat keberagaman langkah teknis di sekolah.  Ia juga mempertanyakan pengiriman soal yang dilakukan bersamaan dengan kunci jawabannya. Menurut Untung, hal itu membuat soal dan kunci jawaban USBN rawan disalahgunakan sebelum waktu ujian.

Hal lainnya, Untung meminta Disdik Jabar mengajak bimbingan belajar bekerja sama untuk menyamakan persepsi terkait pendidikan di Jabar. Untung mengatakan peristiwa ini memang pada akhirnya malah menjadikan siswa sebagai korban. 

Untung mengatakan bersyukur banyak siswa yang memahami bahwa berita bohong di media sosial juga mudah tersebar. Sehingga mereka tidak mudah digiring untuk mempercayai kebocoran soal yang diduga disebarkan di media sosial.***

Baca Juga