Unpad Luncurkan Dua Prodi Baru Tahun Ini

Prodi Baru di Unpad/ADE BAYU INDRA/PR
REKTOR Unpad Tri Hanggono (kanan) didampingi Wakil Rektor 1 Unpad Arry Bainus menjawab pertanyaan wartawan pada jumpa pers peluncuran program studi baru di Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Kamis 8 Februari 2018. Unpad membuka dua program studi baru jenjang S1 yaitu Prodi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Prodi Ilmu Aktuaria FMIPA.*

BANDUNG, (PR).- Universitas Padjdjaran membuka dua program studi (prodi) baru jenjang sarjana. Dua prodi itu dibuka sebagai jawaban Unpad atas tantangan Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis ke-60 Unpad.

Kedua prodi itu adalah Bisnis Digital dan Aktuaria. Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis ke-60 Unpad memberikan tantangan. Presiden Jokowi meminta kampus aktif mengikuti perkembangan revolusi teknologi 4.0.

"Oleh karena itu, kami menjawab tantangan tersebut dengan membuka dua prodi itu. Kedua prodi itu dibuka pendaftarannya tahun ini," ujar Tri dalam jumpa wartawan di Executive Lounge Rektorat Unpad Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Kamis 8 Februari 2018.

Prodi Bisnis Digital berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Menurut Tri, Prodi ini sudah direncanakan cukup lama. Di prodi tersebut, pada tahun pertama akan dibuka untuk 40 mahasiswa baru.

Keberadaan prodi ini, kata Tri, juga memerlukan dukungan proses infrastruktur yang cukup kuat. Tri mengatakan, ada dua kepentingan yang terkait di dalamnya, yaitu ekonomi digital dan global, serta mempersiapkan human capital.

"Yang dibangun di dalamnya pengetahuan tentang market place, big data, coding, dan artificial intellegence, dan membangun kekuatan start up," ucap Tri didampingi Wakil Rektor I Ary Bainus.

Untuk pengajarnya, ucap Tri, akan memanfaatkan profesional di bidang bisnis digital, hukum siber, ilmu komunikasi, teknik informatika, dan bidang ilmu lain yang jadi tren bisnis.

Prodi Aktuaria

Prodi kedua, aktuaria, ada di bawah Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Tri mengatakan saat ini, memerlukan kapasitas akurasi menghitung risiko. Ditambah lagi, profesi aktuaris sangat dibutuhkan di industri asuransi, karena masih sedikit jumlahnya. 

"Kapasitas yang diterima tahun ini sebanyak 50 orang," ujarnya.

Lebih lanjut, Tri mengungkapkan tahun ini Unpad tidak menyelenggarakan seleksi mandiri. Tahun sebelumnya, untuk Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan sarjana terapan, seleksi masuknya secara mandiri.

"Namun tahun ini, semua melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)," ujarnya.

Tri menyebutkan seleksi terpusat itu akan mempermudah calon peserta seleksi supaya tidak terlalu banyak mendaftar. Tahun lalu, mereka harus mendaftar di SBMPTN dulu. Pasalnya, hasil SBMPTN dijadikan bahan pertimbangan utama seleksi mandiri.

Tri menyebutkan, calon peserta juga akan fokus dalam mengikuti seleksi. Apalagi kompetisinya akan semakin kuat.

Tahun ini, Unpad menerima 6.725 mahasiswa baru. Jumlah tersebut berasal 2.292 mahasiswa baru atau 34% dari jalur SNMPTN dan 4.433 mahasiswa atau 64% dari SBMPTN. Untuk SNMPTN hanya 51 prodi yang dibuka untuk seleksi. Sementara untuk SBMPTN ada 59 prodi.***

Baca Juga

8 Bakal Calon Rektor Unpad Jalani Tes Kesehatan

BANDUNG, (PR).- Delapan bakal calon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2018-2024 menjalani tes kesehatan. Tes ini dilakukan sebelum para bakal calon menjalani uji kompetensi.

Ini 8 Nama Bakal Calon Rektor Unpad

BANDUNG, (PR).- Panitia Pemilihan Rektor Universitas Padjaran mengumumkan delapan bakal calon rektor yang lolos tahap seleksi administrasi.