Delegasi Unpad Akan hadiri Konferensi Simulasi Sidang PBB di Boston

Harvard National Model United Nations

BANDUNG, (PR).- Tim delegasi dari Universitas Padjadjaran akan berangkat ke Harvard University di Boston, Amerika Serikat, untuk mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa atau biasa disebut Harvard National Model United Nations (HNMUN). Acara ini merupakan konferensi simulasi sidang PBB, terbesar dan tertua di dunia.

"Acara ini akan diikuti oleh lebih dari 3,000 pelajar lainnya dari seluruh dunia dengan latar belakang jurusan dan bidang keilmuan yang berbeda-beda," kata salah seorang anggota delegasi, Alvytri Cintya, Kamis 8 Februari 2018.

Tahun ini, sembilan orang mahasiswa yang akan menjadi delegasi dari Universitas Padjadjaran. Mereka adalah Alvytri Cintya (Fikom), Andi Muhammad Rozin (Fisip), Dena Zahra (FH), Faradhila Adwina (Fisip), Nadya Indah (Farmasi), Gheya Madinatu (Fikom), Lue Estherina (FH), Muhammad Alfin (Fikom), dan Rista Rozanida (FEB).

Dikatakan Alvytri, sembilan orang tersebut sudah lolos seleksi di tingkat universitas. Selanjutnya, nama-nama yang lolos itu diikutkan pelatihan.

Tahun ini, delegasi ditemani oleh dua orang penasihat yang sudah mengikuti HNMUN tahun lalu bernama Muhammad Dwika Pratamadia dari Fakultas Hukum dan Agrian Ratu Randa dari Fakultas Ilmu Komunikasi.

Setelah berpartisipasi selama sebelas tahun terakhir, Universitas Padjadjaran tahun ini akan menjadi representatif negara Yunani di dalam komite yang beraneka ragam yaitu, Ekonomi dan Sosial (Economic And Social Council), Politik dan Dekolonisasi (Special Political And Decolonization Committee), Majelis Umum Bersejarah (Historical General Assembly), Lembaga Khusus (Sepecialized Agencies), dan Komite Hukum (Legal).

Alvytri mengatakan Yunani merupakan cikal-bakal peradaban Eropa, negara ini merupakan salah satu negara yang memiliki peran penting terhadap perkembangan dunia terutama di bidang sistem pemerintahan, seni, budaya, dan sejarah peradaban manusia.

"Banyak sekali fakta-fakta menarik yang ditemukan oleh para delegasi mahasiswa Universitas Padjadjaran saat melakukan riset dalam proses pembuatan berkas untuk dibahas di dalam simulasi sidang PBB nanti," ucapnya.

Alvytri mengatakan salah satu fakta yang ditemukan dalam riset yang bersinggungan dengan sejarah dari seluruh problematika yang sedang berlangsung di daerah Timur Tengah. Juga runtuhnya Kerajaan Ottoman Turki yang menyebabkan terjadinya berbagai perubahan sistem ketatanegaraan Turki serta negara tetangga sekitarnya juga merdekanya negara-negara jajahan terdahulu.

Belajar negosiasi dan diplomasi

Harvard National Model United Nations merupakan wadah bagi para kaum muda dan pelajar yang memiliki ketertarikan di bidang negosiasi dan diplomasi dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang sedang atau pernah terjadi di dunia. 
Di sini, para mahasiswa dari seluruh dunia akan diberikan kesempatan untuk mewakili negara di bidang yang berbeda, yang secara acak akan ditentukan oleh pihak Harvard University selaku penyelenggara acara.

Sebelumnya, peserta dipersilakan memilih preferensi komite yang diinginkan. Komite ini sendiri mengikuti struktur yang dimiliki oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.

"Dengan berpartisipasi penuh dalam acara Ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab atas perdamaian dunia dengan tetap menjaga kepentingan yang berhubungan dengan rakyat dalam negaranya, sebagai diplomat yang bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan dunia," katanya.***

Baca Juga

Unpad Luncurkan Dua Prodi Baru Tahun Ini

BANDUNG, (PR).- Universitas Padjdjaran membuka dua program studi (prodi) baru jenjang sarjana. Dua prodi itu dibuka sebagai jawaban Unpad atas tantangan Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis ke-60 Unpad.

Kalangan Disabilitas Perkaya Karya Animasi

BANDUNG, (PR).- Kalangan disabilitas diberikan ruang yang sama untuk berkarya di dunia animasi. Bahkan, kemampuan dari kalangan disabilitas memberikan kekayaan terhadap karya animasi.

BCA Bagikan Ilmu Kepada ITB dan Unpad

CIBINONG, (PR).- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus berupaya berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa di berbagai bidang, khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).