Tahun 2018, Diharapkan Terealisasi Beasiswa LPDP untuk SMK dan SMA

Proses Belajar Mengajar/ADE BAYU INDRA/PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengusahakan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) mendapat beasiswa ke luar negeri dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program tersebut ditargetkan terealisasi tahun ini untuk mendukung percepatan proses revitalisasi SMK. Beasiswa dari LPDP biasanya hanya untuk S-1,S-2, dan S-3.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah ingin meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelajar SMK dengan belajar di sejumlah negara maju. Menurut dia, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, pelajar SMK juga harus banyak melakukan praktik langsung di dunia industri daripada memahami materi pelajaran di kelas.

“Untuk tahun ini mudah-mudahan dapat disetujui pelajar SMK untuk dapat belajar di luar negeri dengan beasiswa dari LPDP. Kami mengusulkan untuk belajar ke luar negeri bukan hanya untuk sarjana, tapi juga untuk pelajar SMA/SMK,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat 19 Januari 2018.

Ia mengatakan, program revitalisasi tersebut didesain untuk meningkatkan relevansi antara kualitas lulusan SMK dan kebutuahn dunia industri.Menurut dia, kurikulum SMK juga sudah diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sehingga memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Dalam waktu tertentu untuk lulusan SMK terbaik akan kami berikan prioritas untuk bisa mengambil kursus sesuai dengan keterampilan yang dimiliki sehingga bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswa SMK untuk menambahkan pengalaman untuk meningkatkan keterampilan,” ujarnya.

Percepatan revitalisasi SMK akan terus dilakukan setidaknya hingga 2020. Beasiswa dari LPDP diharapkan mampu meningkatkan relevansi kompetensi lulusan SMK dengan dunia usaha dan industri. Muhadjir mengklaim, serapan lulusan SMK terhadap dunia kerja terus meningkat. “Semua pelajar harus siap betul mengahadapi perubahan,” ucapnya.

Percepatan revitalisasi

Ia menyatakan, manfaat dari revitalisasi SMK akan mulai terlihat jelas pada 2020. Selama kurun 2017, Kemendikbud sudah merevitalisasi 125 SMK untuk fokus mendalami bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. Yakni, jurusan kemaritiman, pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan, dan industri kreatif.

Ia menegaskan, pada 2020, SMK sudah siap melayani tak kurang dari 5.5 juta siswa yang tertarik mendalami pendidikan berbasis teknologi informasi melalui 1.650 SMK rujukan. “Juga siap 850 SMK reguler, 3.300 SMK aliansi serta 750 SMK konsorsium. Sebanyak 80 persen lulusan SMK akan bekerja sesuai bidangnya dan 12 persen berwirausaha,” ucap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan, program percepatan revitalisasi SMK didukung tidak kurang dari 193 industri. Dengan melibatkan industri, Kemendikbud memasang target mampu membangun 750 teaching factory dan technopark di SMK yang berfungsi sebagai rumah inovasi. “Diharapkan ada tambahan 45.000 guru yang memiliki keahlian ganda dan 2.500 instruktur khusus. Lulusan SMK juga akan dibekali sertifikan keahlian setelah mengikuti tes sehingga targetnya nanti ada 1.75 juta lulusan SMK mampu membuka lembaga kursus sendiri,” ujarnya.***

Baca Juga

75 Persen Sekolah Siap UNBK

DEPOK, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim 75% sekolah pada jenjang pendidikan menengah dan sederajat siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2017-2018.

Sejuta Siswa Kesetaraan PKBM Terancam DO

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 568.171 siswa ­kesetaraan terancam pu­tus ­sekolah (DO/ drop out) karena pemerintah menghentikan bantuan operasional pendidikan kepada sekolah tempat siswa tersebut belajar.