Pengangguran Capai 6,18 Persen dari Total Angkatan Kerja

Kuliah Umum di ITB/ISTIMEWA
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand W. Hartono menyampaikan kuliah umum mengangkat tema “Perkembangan Teknologi Informatika di Era Financial Technology” di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu 29 November 2017.*

BANDUNG, (PR).- Setiap tahun, perguruan tinggi di seluruh Indonesia melahirkan jutaan lulusan. Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 menyatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang atau setara dengan 6,18 persen dari total 122,4 juta orang angkatan kerja. Oleh karena itu, setiap pihak bertanggung jawab untuk mendukung dihasilkannya lulusan-lulusan dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono saat menjadi pembicara dalam kuliah umum dengan tema “Perkembangan Teknologi Informatika di Era Financial Technology” di Institut Teknologi Bandung, Rabu 29 November 2017. Kuliah umum yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Organisasi ITB Irawati ini dihadiri juga oleh Kepala BCA Kantor Wilayah I Allan Sriwulandari, Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, dan Kepala BCA KCU Dago Linda Yulia Tanti.

Pada kesempatan tersebut, BCA juga menyerahkan secara simbolis donasi beasiswa Bakti BCA tahun ajaran 2017-2018 kepada mahasiswa ITB senilai Rp 300 juta. Mahasiswa ITB yang berhak menerima beasiswa tersebut berjumlah 25 orang.

Menurut Armand, dunia usaha dalam negeri tidak dapat mengelak dari perkembangan pesat era digitalisasi saat ini. Merespons pesatnya kemajuan teknologi dan peningkatan ragam kebutuhan nasabah akan transaksi perbankan, BCA secara konsisten mengembangkan jaringan perbankan elektronik dan meningkatkan platform layanan digital di antaranya melalui internet banking, mobile banking, layanan berbasis aplikasi smartphone, dan sistem e-commerce. BCA berupaya menjadi salah satu yang terdepan dalam mengantisipasi dan mengikuti perubahan dan evolusi digital banking.

"BCA secara proaktif melakukan adaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini untuk memperkuat bisnis perbankan transaksi. Demi meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah, BCA senantiasa mendorong layanan digital banking yang inovatif agar nasabah dapat menikmati transaksi secara cepat, mudah, aman, dan nyaman. Kami juga terus menghadirkan terobosan baru demi menjadi yang terdepan menyediakan produk solusi perbankan berbasis digital yang hi-tech, user-friendly, dan terintegrasi," tambah Armand.

Selain kuliah umum, Program Beasiswa Bakti BCA sendiri sudah memasuki tahun ke 18 dan terus mengevaluasi dana yang diberikan. Tercatat pada tahun 2014 dana dialokasikan untuk program Beasiswa Bakti BCA senilai Rp 3,8 Miliar dan diserahkan kepada 16 perguruan tinggi negeri. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp 4,1 Miliar pada tahun 2015, Rp 4,25 Miliar pada tahun 2016 dan kembali ditingkatkan menjadi Rp 4,45 Miliar di tahun 2017. Adapun jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa pada periode tahun ajaran 2014/2015 adalah sebanyak 481 mahasiswa, 554 mahasiswa untuk periode tahun ajaran 2015/2016, 587 mahasiswa untuk periode tahun ajaran 2016/2017, serta 636 mahasiswa untuk periode tahun ajaran 2017/2018.

Dalam pelaksanaan program beasiswa ini, BCA tidak sekadar memberikan dana beasiswa saja, melainkan juga akan memberikan, menambah dan meningkatkan pengetahuan soft skill serta memperluas wawasan seperti kuliah umum pada hari ini, agar para penerima beasiswa Bakti BCA akan lebih siap dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti tutup Armand.***

Baca Juga