Susi Pudjiastuti: "Solihin GP Tokoh yang Tak Ada Gantinya"

Susi Pudjiastuti/DEDEN IMAN/PR
MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum mengenai "Potensi Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan bagi Keutuhan NKRI" di Kampus Universitas Pasundan, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa, 14 November 2017. Di sela-sela kuliahnya tersebut Susi mengajak masyarakat Bandung untuk kreatif membangun ekonomi kerakyatan.*

BANDUNG, (PR)-.- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima undangan dari Universitas Pasundan pada Selasa, 14 November 2017. Membuka kuliah umum, Susi mengenang masa pelantikannya menjadi menteri tiga tahun lalu.

Pada saat itu, Susi meminta tokoh Jawa Barat Solihin GP untuk menemaninya. Namun, Mang Ihin sapaan akrab Solihin GP, mengajukan tiga syarat kepada Susi.

"Satu, kudu make kabaya. Dua, buuk teu meunang dibeureuman, sehingga saya menyemir rambut dulu. Dan tiga, saya tidak boleh gagal melaksanakan tugas saya," ujarnya.

Susi menyayangkan banyaknya pemimpin yang pintar tapi tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat. Menurut Susi, ada tiga hal yang tak boleh ada pada pemimpin antara lain sifat kikir, ambisius, dan penakut. Itu juga pesan dari Mang Ihin. 

Diakui Susi, ketiga hal itu merupakan pesan dari tokoh Sunda Solihin GP yang sudah dianggap keluarga oleh Susi. Bahkan saat Susi menjenguk Solihin yang sakit, ia kembali diingatkan dengan tugasnya harus sayang pada rakyat.
 
Kisah lainnya dengan Mang Ihin, saat Susi membawanya bertemu dengan para jenderal. Kontan, Susi diledek oleh para jenderal yang juga menteri saat itu.

"Mereka bilang, masih banyak jenderal yang muda dan ganteng. Tapi kok, saya bawa aki-aki," katanya sambil tertawa. 

Ledekan itu, sambung Susi, dijawab Mang Ihin dengan kelakar yang menyebut Susi sebagai istrinya yang keenam. "Tokoh seperti beliau itu tidak ada gantinya. Saya selalu ingat pesan-pesannya," ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unpas Eddy Jusuf mengapresiasi ketegasan Susi dalam mempertahankan sumber daya hayati yang dimiliki Indonesia. Ia menyebut bukanlah hal yang sederhana menjaga dua per tiga wilayah Indonesia yang terdiri dari perairan. Namun, laut akan kekuatan Indonesia menjadi negara yang maju.

"Sedangkan tugas perguruan tinggi dalam mengembangkan perikanan kelautan adalah menyiapkan sumber daya manusianya," ujar Eddy.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengaku kagum dengan karakter Susi. Menurut Didi, Susi memiliki karakter petarung yang jarang dimiliki orang Sunda. Selain itu, pengalamannya di bidang bisnis juga menguatkan kemampuannya memimpin kementrian.

"Selain berkarakter petarung, Susi juga siap mengambil risiko atas keputusannya. Itu yang jarang ditemukan," katanya.***

Baca Juga

Dana Hibah Guru Honorer 2017 Terancam Tidak Cair

BANDUNG, (PR).- Dana hibah guru honorer 2017 terancam tidak cair. Persoalan tahun lalu, berkaitan dengan penentuan pengelola pencairan dana hibah guru honorer 2016 berimbas pada pencairan tahun ini.

Universitas Indonesia Sabet Juara Umum Gemastik X/2017

DEPOK, (PR).- Universitas Indonesia menjadi juara umum dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) X/2017.  Setelah melalui rangkaian pertandingan sejak Kamis 2 November 2017 di kampus UI Depok,