Hadapi Persaingan Global, Menristek Dikti Tuntut Para Rektor Lakukan Ini

Menristekdikti Mohamad Nasir/DOK HUMAS KEMENRISTEKDIKTI

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menuntut para pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam menghadapi perubahan zaman. Pasalnya, dengan kemajuan teknologi, persaingan di antara perguruan tinggi menjadi tak sebatas nasional.

Semua perguruan tinggi dunia berkompetisi menjadi yang terbaik dan mencetak para lulusannya untuk siap mengarungi persaingan global.

Ia mengatakan, rektor atau direktur PTN harus mampu mengelola kampusnya hingga berdaya saing internasional. "Rektor atau direktur PTN harus tahu mengenai akademik, sumber daya dan keuangan, kemahasiswaan, research, dan kesejahteraan pegawai," ujar Nasir saat membuka Workshop Kepemimpinan bagi PTN di Crowne Plaza, Jakarta, 2 November 2017.

Nasir mengatakan, pembatasan jumlah fakultas bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kampus. Dengan demikian, pemimpin PTN bisa mengevaluasi dan mengawasi kualitas akademik dengan baik. Rektor harus mengutamakan kualitas dan bukan kuantitas mahasiswa.

"Pemimpin PTN wajib untuk menentukan skala prioritas dalam pengelolaan PT. Kalau bisa, fakultas itu tidak terlalu banyak. Saya berharap pemimpin PTN mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan PT," kata mantan rektor Universitas Diponegoro Semarang ini.

Selain efisien, memaksimalkan penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi juga dapat mendorong kampus semakin berkualitas. Ia menegaskan, sebagai pemimpin, para rektor harus terus belajar agar wawasan semakin terbuka sehingga bisa cepat beradaptasi dengan segala tantangan baru.

"Saya berharap kegiatan ini membuka wawasan pemimpin PTN dalam menghadapi tantangan pengelolaan PT dalam konteks konstruksi baru pendidikan tinggi Indonesia. Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, saya mendorong agar pembukaan program studi cukup yang kekinian saja sesuai kebutuhan dunia kerja. Seperti prodi logistik, mekatronika, dan pemasaran ritel," ujarnya.M

Mempersiapkan tenaga kerja

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo menambahkan, pembukaan prodi yang sesuai perkembangan zaman bukan hanya untuk mempersiapkan tenaga kerja. Tetapi juga untuk mencetak pengusaha pemula. "Sehingga ke depannya diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru," katanya.

Patdono mengungkapkan, dalam upaya memastikan kualitas kampus tetap terjaga, pemerintah sempat memoratorium sejumlah program studi. Namun, moratorium tersebut untuk di beberapa daerah sudah dicabut dengan harapan terjadi peningkatan mutu yang signifikan. "Sehingga PT memiliki peran nyata yang langsung dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Ia menegaskan, peran pemimpin PTN menjadi sangat penting dalam konstruksi baru pendidikan tinggi yang mengedepankan otonomi dan penjaminan mutu. Berbagai perubahan telah mulai dilaksanakan, mulai dari standar nasional pendidikan tinggi hingga pengaturan PT dan prodi. Peran penting dari pengelola PTN termasuk pemimpinnya harus didukung dengan kapasitas yang mumpuni dan dikembangkan terus. "Dengan begitu PT dapat menyesuaikan diri seiring dengan perubahan dan tantangan zaman," ujarnya.***

Baca Juga

Efisiensi Anggaran, Fakultas Keilmuan Serumpun Akan Digabungkan

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mewacanakan penggabungan fakultas yang dianggap memiliki latar keilmuan serumpun. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat biaya operasional kampus.

Merger PTS akan Dipermudah

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan membentuk panitia khusus untuk mengawal percepatan proses penggabungan (merger) beberapa perguruan tinggi swasta (PTS).