Penguatan Pendidikan Karakter Dimulai Semester Depan

Mendikbud Muhadjir Effendy/ARIE C. MELIALA/PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara serentak akan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2017-2018. Kemendikbud masih menyerap beragam pendapat dari berbagai kalangan termasuk masyarakat untuk mengeluarkan permendikbud baru pengganti Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Permendikbud yang masih digodok tersebut merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang PPK. Muhadjir menuturkan, Kemendikbud sedang menyiapkan banyak permen untuk menindaklanjuti perpres tersebut. Kendati demikian, revisi permendikbud tentang Hari Sekolah menjadi prioritas.

“Sosialisasi turunannya masih dalam tahap dimintai pendapat kepada masyarakat agar tak disalahpahami lagi. Daripada nanti akan menghabiskan energi untuk menutupi salah paham.

Secepatnya, nanti banyak permen turunan dari perpres itu, ada tentang hari sekolah, beban kerja guru,” ucap Muhadjir di Gedung A Kantor Kemendikbud Senayan, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Ia mengatakan, implementasi PPK pada semester depan akan dimulai di semua jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kemendikbud juga akan mencoba menerapkan rapor karakter untuk melengkapi rapor akademis yang selama ini dipakai untuk menilai siswa. “Kami masih menyiapkan petunjuk pelaksanaan penguatan karakter di semua jenjang. Mulai dari PAUD-SMK. Pelaksanaannya berutut-turut, dobel rapor dulu mungkin akan kami dulukan pada semester depan SD. Hari sekolah juga semester depan,” ujarnya.

Rapor karakter

Rapor karakter akan berupa uraian penjelasan, bukan hanya angka seperti yang ada selama ini. Muhadjir menuturkan, rapor karakter untuk menilai perkembangan sikap, minat dan bakat siswa. Menurut dia, rapor tersebut sebagai instrumen baru dari implementasi program PPK. Rapor karakter juga akan dipakai sekolah saat membuka penerimaan peserta didik baru. Siswa wajib menyerahkan rapor karakter saat akan melanjutkan pendidikan ke sekolah lebih tinggi.

“Jadi rapor karakter itu ke depannya akan jadi semacam portofolio siswa. Penilaiannya kualitatif. Sekolah wajib memasukkannya ke data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud. Sekarang memang belum diterapkan, tapi ke depannya akan diterapkan di semua sekolah. Saat siswa akan melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya, yang dinilai ada dua rapor. Rapor kuantitatif dan kualitatif,”ujarnya.

Ia menuturkan, rapor karakter sebetulnya sudah diterapkan di beberapa sekolah swasta. Namun, manfaatnya belum bisa dirasakan pihak di luar sekolah. Rapor karakter yang akan dipakai semester depan harus didata di Dapodik Kemendikbud agar bisa diakses semua pihak, termasuk kalangan industri. “Kalangan industri yang butuh profil seseorang, dengan keahlian apa dan karakternya seperti apa nanti bisa dilihat di rapor karakter ini dan ditelusuri di Dapodik. Saya berharap demikian. Siswa yang berprestasi di OSIS, pernah jadi pemimpin, semua tercatat,” ujarnya.

Baca Juga

Efisiensi Anggaran, Fakultas Keilmuan Serumpun Akan Digabungkan

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mewacanakan penggabungan fakultas yang dianggap memiliki latar keilmuan serumpun. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat biaya operasional kampus.

Merger PTS akan Dipermudah

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan membentuk panitia khusus untuk mengawal percepatan proses penggabungan (merger) beberapa perguruan tinggi swasta (PTS).