Alumni dan Pelajar Kampus Tempat Dwi Hartanto Kuliah Angggap Dia Berani

Dwi Hartanto/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Gabungan Alumni dan Pelajar Indonesia di TUD (Technische Universiteit Delft) Belanda mengecam serangkaian klaim keilmuan, kompetensi, dan prestasi yang tidak akurat oleh mahasiswa doktoral kampus tersebut, Dwi Hartanto. 

Sebanyak 126 alumni dan pelajar TUD juga mengajak masyarakat ilmiah Indonesia berperan aktif mencegah dan tidak membiarkan kejadian yang sama terulang, demi kemajuan Indonesia.

Pernyataan tersebut disebarluaskan Gabungan Alumni dan Pelajar Indonesia di TUD melalui surat terbuka elektronik. 

"Surat pernyataan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang prihatin terhadap berita yang viral belakangan ini mengenai saudara Dwi Hartanto (DH), seorang pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Technische Universiteit Delft (TUD), Belanda," bunyi pernyataan itu yang diterima Selasa 10 Oktober 2017 malam.

Dalam surat pernyataan itu, pelajar dan alumni TUD menyampaikan 8 poin pernyataan untuk menanggapi kebohongan yang dilakukan Dwi Hartanto di antaranya, menyimpulkan bahwa perbuatan Dwi Hartanto tidak terpuji dan bersifat pribadi serta tidak mewakili dan menggambarkan perilaku pelajar dan alumni Indonesia di Delft pada umumnya. 

Para alumni dan pelajar TUD juga mengapresiasi penerbitan surat klarifikasi dan permintaan maaf Dwi Hartanto pada 7 Oktober 2017 lalu. 

”Sekaligus meminta saudara DH menjalani, dengan baik dan jujur, semua konsekuensi setelahnya, baik yang datang dari instansi maupun perorangan yang pernah tersangkut dalam perbuatan tidak terpujinya. Kami menganggap klarifikasi dan permohonan maaf ini adalah suatu langkah yang berani oleh saudara DH dan sepatutnya diapresiasi,” katanya.

Dalam pernyataan tersebut juga disampaikan imbauan agar pemberitaan kasus ini dilakukan secara proporsional dan bertanggung jawab, serta mengutamakan substansi utama, sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku. 

”Kami mengajak seluruh masyarakat yang prihatin terhadap kasus terkait untuk bersikap proporsional dan tidak mendistorsi fakta-fakta kasus ini selain dari yang tercantum pada surat klarifikasi dan permohonan maaf saudara DH,” ujar Gabungan Alumni dan Pelajar Indonesia di TUD.

Para alumni dan pelajar TUD menganggap kasus ini telah selesai setelah Dwi Hartanto mengeluarkan surat klarifikasi dan permohonan maaf. ”Pernyataan di atas kami susun secara sukarela, tanpa mandat ataupun perintah dari pihak lain, baik dari PPI Delft, KBRI Den Haag, TUD, partai politik, LSM, ataupun instansi-instansi lainnya baik pemerintah maupun non pemerintah.” Demikian penutup dari surat pernyataan tersebut.

Bahan evaluasi

Sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti juga menyesalkan perilaku Dwi Hartanto. Ia berharap, Dwi Hartanto mempergunakan potensi dan kepintarannya dengan cara yang benar. 

”Saya berharap ke depan, Dwi mampu memperbaiki diri dan kembali mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, serta memperbaiki dan menjaga integritasnya,” ujarnya.

Ghufron menyatakan, kasus ini menjadi evaluasi bagi Kemristekdikti dalam menyelenggarakan program serupa di kemudian hari. 

"Kasus saudara Dwi ini menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depannya program serupa dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Kami terus melakukan evaluasi yang berkelanjutan, tidak hanya pada program ini, tetapi kepada seluruh program dan kebijakan," ucapnya.***

Baca Juga

Indonesia Raih 12 Medali IMSO ke-14 di Singapura

TANGERANG, (PR).- Tim pelajar sekolah dasar Indonesia membawa 12 medali dari Olimpiade Matematika dan Sains Internasional (IMSO) ke-14 yang digelar di Singapura, 20-24 November 2017.