Seperempat Mahasiswa Baru UGM Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

Mahasiswa Bidik Misi/MUKHIJAB/PR
MAHASISWA bidik misi menerima sepeda dari Rektor UGM Panut Mulyono, Kamis, 10 Agustus 2017.*

YOGYAKARTA,(PR).- Mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu yang diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) mencapai seperempat bagian. Dari 8.322 (6.128 mahasiswa program studi strata satu dan 2.194 mahasiswa program vokasi) sebanyak 27 persen atau sekitar 2.194 mahasiswa kurang mampu keluarganya.

Menurut Rektor UGM Prof Panut Mulyono, para mahasiswa dari keluarga kurang mampu bisa terus kuliah dengan mengandalkan biaya dari beasiswa. Misalnya beasiswa bidik misi, prestasi akademik, dll.

Dalam pertemuan dengan para orangtua mahasiswa baru, Panut menyatakan mahasiswa kurang mampu maupun mahasiswa mampu mendapat perlakukan sama dalam pelayanan akademik dan hak-hak serta kewajibannya. Yang membadakan, mahasiswa tidak mampu mendapat beasiswa dari berbagai sumber.

Menurut dia, kelangsungan studi mahasiswa kurang mampu maupun mahasiswa mampu secara ekonomi memerlukan sinergi antara pihak kampus dan orangtua. Dengan komunikasi dua pihak, menurut dia, mahasiswa kurang mampu lebih kondusif dalam menjalani masa kuliah. “Saya berharap orangtua berperan dalam mendukung anak-anaknya menjalani kuliah. Dukungan orangtua menentukan kesuksesan anak-anaknya selama kuliah,” kata dia, Kamis, 10 Agustus 2017.

Keluarga mahasiswa kurang mampu berasal dari berbagai kalangan dan profesi, seperti Sutarmi (62), orangtua dari Vera Juniati, mahasiswa program studi Kimia Fakultas Farmasi. Sang ibu warga Ngadirejo, Klaten, bekerja sebagai pemecah batu, Vera diterima kuliah melalui jalur prestasi. Kemudian Sukirno pedagang kaki lima asal Purbalingga, Asrida juru masak asal Sumatera Barat, dan Mulyadi Mamonto dari Manado. Semua anak mereka diterima melalui jalur prestasi dan mendapatkan beasiswa bidik misi.

Sutarmi menyatakan tidak membayangkan anaknya bisa kuliah apabila tidak memeroleh beasiswa. “Saya ini orang bodoh dan tidak mampu. Kalau anak tidak dapat beasiswa dari mana biaya kuliah,” ujar dia dengan ekspresi bahagia.

Berprestasi

Para mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan beasiswa bidik misi dan sumber beasiswa lainnya, umumnya berprestasi tinggi. Dua mahasiswa bidik misi angkatan 2010 UGM, Puji Utomo dan Atik Winarti, lulus dengan predikat cum laude pada Februari 2015.

Puji Utomo, anak penjual ikan di Pasar Juwana, Pati, Jawa Tengah, lulus dengan IPK 3.86 dari Fakutas Teknik Sipil, sedang Atik winarti asal Cirebon, lulus sarjana Ilmu Peternakan dengan IPK 3,78. Sedang mahasiswa bidik misi di Universitas Muhamamdiyah Yogyakartea (UMY) angkatan 2013, Rohmaida, mencatat rekor IPK 3.99 dan menjadi wisudawan terbaik asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY pada awal Agustus 2017. Dia anak tukang becak asal Dusun Biro, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.***

Baca Juga

Sri Sultan Minta Maaf Kepada Abdi Dalem

YOGYAKARTA,(PR).- Raja tidak pernah salah, adagium tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.