Jangan Ada Lagi Perpeloncoan Siswa Baru di Jabar

SEJUMLAH siswa baru menyanyikan yel-yel saat mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) hari pertama di SMAN 1 Soreang, Jln. Sindangwargi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (12/7). Kegiatan MOPD diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, eks
Siswa Baru/USEP USMAN NASRULLOH/PR

BANDUNG, (PR).- Masa orientasi siswa baru jangan disisipi oleh praktik perpeloncoan. Demikian ditegaskan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya menegaskan tidak boleh ada perpeloncoan pada saat masa pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru (masa orientasi siswa baru) siswa SMA/SMK Tahun Ajaran 2017/2018.

"Tidak boleh ada perpeloncoan saat MOS atau orientasi siswa baru nanti. Ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru," kata Abdul Hadi Wijaya, seperti dikutip Kantor Berita Antara, Minggu 16 Juli 2017.

Menurut dia, seluruh sekolah harus mengubah pola pikirnya saat hendak melaksanakan pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru. Kegiatan yang dilakukan harus dipastikan tanpa ada perpeloncoan, apalagi sampai ada kekerasan.

"Intinya harus ada mindset baru tentang masa pengenalan untuk siswa baru karena ini bukan sekadar ajang adu keren, atau adu kekuatan siswa senior dengan junior. Apalagi dengan pola perpeloncoan," kata dia.

Masa pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru, menurut Abdul, harus dijadikan ajang untuk mengenali potensi diri siswa baru. Acara itu juga harus membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Sejumlah aspek harus cepat dikenali sisa baru seperti keamanan, fasilitas umum, hingga sarana prasarana sekolah.

"Masa orientasi juga harus dijadikan ajang oleh sekolah untuk menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Bukan malah menjadi ajang balas dendam siswa senior kepada junior. Intinya, tolak segala bentuk perpeloncoan," kata Abdul.

Ada perpeloncoan? Segera lapor

Bagaimana jika praktik perpeloncoan masih ditemukan? Politisi dari Fraksi PKS DPRD Jawa Barat ini mengatakan, siswa dan orangtua siswa dapat melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, penegak hukum, hingga media massa.

"Laporkan ke semua penegak hukum, kalau ada ketakutan sampaikan ke media massa. Saya berharap media massa bisa memberikan informasi jika menerima laporan atau berita tentang perpeloncoan saat masa orientasi," kata Abdul. Lebih lanjut, ia mengatakan, Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi masalah pendidikan akan melakukan pengawasan langsung selama masa PLS untuk siswa baru berlangsung.***

Baca Juga

UCU mengajar sejarah pada mata pelajaran IPS, di kelas IX B, SMPN 44 Bandung, Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Selasa, 29 Agustus 2017. Guru sejarah saat ini diharapkan untuk berperan bukan sebagai pendongeng.*

Mekanisme Pelatihan Guru Belum Sistematis

JAKARTA, (PR).- Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Isti Handayani meminta pemerintah memperbaiki mekanisme pelatihan guru.