Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru Dibuka 28 Mei 2017

Ilustrasi Guru/BUDI SANTOSA

JAKARTA, (PR).-Pendaftaran Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan dibuka 28 Mei 2017. Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 2.500 kursi untuk masa pelatihan dan pembelajaran selama 4 bulan. PPG menyasar guru normatif seperti guru mata pelajaran bahasa Indonesia untuk menjadi guru produktif dan akan ditempatkan di sekolah menengah kejuruan.

Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dn Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwandani mengatakan, PGG bukan hanya untuk guru normatif. Pendidikan Profesi Guru juga dapat diikuti sarjana yang berminat menjadi guru produktif.

"PPG sebelumnya kan hanya untuk sarjana baru lulus. Kalau terus seperti itu, upaya untuk memenuhi kekurangan jumlah guru produktif bisa puluhan tahun," ujar Paristiyanti di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Ia menjelaskan, pelatihan Pendidikan Profesi Guru akan berjalan selama 16 kali pertemuan dalam rentang waktu 4 bulan. Menurut dia, PPG merupakan implementasi dari perintah Presiden Joko Widodo yang menginginkan proses revitalisasi SMK berjalan cepat dan bermutu. "Pak Presiden sudah mencanangkan program revitalisasi pendidikan vokasi berjalan lebih cepat untuk menyambut bonus demografi 2030," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah kekurangan sebanyak 91.861 guru produktif. Jumlah guru produktif yang ada saat ini sekitar 8.000 guru. Jika PPG digelar setahun tiga kali dengan kuota 2.500 per pelatihan, kekurangan guru tersebut diharapkan bisa terpenuhi dalam jangka waktu 12 tahun. "Jumlah pelamar PPG pasti lebih banyak dari kuota yang disediakan. Sehingga nanti dilakukan seleksi tulis. Bagi yang tidak lulus seleksi bisa mengikuti PPG tahap berikutnya," kata Paristiyanti.

Meningkatkan kompetensi guru

Program PPG akan dibuka di perguruan tinggi terakreditasi A dan B. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo mengatakan, selain untuk menutupi kekurangan jumlah guru, PPG juga untuk meningkatkan kompetensi guru. Menurut dia, program PPG sesuai dengan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

“Agar tenaga pengajar lebih kompeten. PPG ini dibuka untuk mahasiswa baru atau guru yang belum mengikuti program SM3T,” kata Patdono.

Dia menjelaskan, kuota PPG akan disesuikan dengan kebutuhan guru berdasarkan jenjang dan jenis mata pelajaran di setiap sekolah. Menurut dia, setiap kampus maksimal akan menerima 250 peserta untuk masa pembelajaran selama setahun.

“Kalau kampusnya biasa saja, paling sedikit 50 peserta. PPG ini untuk mempercepat memenuhi kebutuhan jumlah guru, terutama guru SD dan SMK. Tergantung penghitungan dari Kemendikbud,” katanya.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan, pada tahun ini pemerintah telah merekrut sebanyak 15.000 guru produktif untuk mengajar di SMK. Menurut dia, upaya pemerataan guru harus mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan daerah. “Ini yang harus disinergiskan," katanya.***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.

Rapor Merah untuk Kemendikbud, Apa Alasannya?

JAKARTA, (PR).- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberi nilai merah terhadap kinerja dan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepanjang 2017.

USBN SD Hanya untuk 3 Mata Pelajaran

JAKARTA, (PR).- Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tiga mata pelajaran untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dirancang untuk merangsang murid berpikir kritis dan meningkatkan kompetensi guru dalam membuat soal yang memenuhi standar pendid