Jumlah Mahasiswa Indonesia ke Tiongkok Terus Bertambah

Ilustrasi/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Jumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang menuntut ilmu di Tiongkok tiap tahunnya terus meningkat. Menurut data Kementerian Pendidikan negeri tirai bambu itu, jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia menempati peringkat ke dibandingkan dengan negara lain.

"Mereka yang belajar ke Tiongkok, tidak hanya belajar bahasa Mandarin tetapi juga berbagai bidang studi untuk memperoleh gelar sarjana atau pascasarjana," kata Direktur Beijing Language and Culture Institute (BLCI) Samuel Wiyono, Mangga Dua, Jakarta, Sabtu 22 April 2017.

Menurut data, Kementerian Pendidikan Tiongkok, jumlah pelajar dan mahasiswa asal Indonesia di Tiongkok pada 2011 mencapai 10.957 orang atau menempati peringkat tujuh di bawah mahasiswa Rusia yang menempati peringkat enam. Sedangkan peringkat satu sampai tiga terbanyak masih dipegang oleh pelajar dan mahasiswa dari Korea Selatan, Amerika Serikat.

Dikatakan, bertambahnya minat mahasiswa Indonesia, serta mahasiswa asing dari negara lainnya untuk belajar ke Tiongkok makin besar setiap tahunnya. Hal ini bisa dipahami, karena selain biaya terjangkau, mutu pendidikan, fasiltas laboratorium dan kampus, kemajuan dan perkembangan pesat Tiongkok juga makin banyaknya program studi gelar yang menggunakan bahasa pengantar Inggris.

Samuel menambahkan, pihaknya sebagai lembaga pendidikan berusaha membantu pelajar Indonesia belajar di negara itu sejak tahun 2004. Kini embali menggelar Pameran Pendidikan Tiongkok ke-14 (14th China Education Fair) di tiga kota sekaligus, yakni pada 21-22 April di Mangga Dua Square, Jakarta, 25-26 April di Hotel Fave Denpasar Bali dan 28-29 April di Hotel Tunjungan, Surabaya. “Demi kemudahan para siswa nantinya, kami juga akan mengantar para siswa sampai di asrama di Tiongkok,” jelasnya.

Pameran ini merupakan yang terlengkap, karena rencananya diikuti 24 perguruan tinggi dan sekolah dari 16 kota besar di Tiongkok, termasuk dari Beijing, Shanghai dan Guangzhou serta beberapa kota besar Tiongkok yang menyandang gelar sebagai “Kota Pelajar”. Hampir seluruh program studi sarjana ataupun pascasarjana, yang mendukung industri unggulan ditawarkan dengan pengantar bahasa Inggris, disamping mengunakan pengantar Mandarin.

Prodi berbahasa Inggris tersebut antara lain bisnis, keuangan, akuntansi, kedokteran dan berbagai bidang teknik, mulai dari arsitektur hingga teknik pembuatan pesawat terbang dan luar angkasa. Bahkan beberapa diantaranya menawarkan kesempatan magang atau kerja praktek seperti pada prodi perhotelan atau teknik di perusahaan terkemuka di Tiongkok. ***

Baca Juga

Mahasiswa Jangan Jadi Penonton di Era Digital

BANDUNG, (PR).- Para sarjana bahkan mahasiswa jangan sebatas jadi penonton di era digital saat ini. Mereka didorong untuk menjadi wirausaha karena jumlah wirausaha di Indonesia masih sedikit.