Tiga Daerah di Jabar Raih Anugerah Literasi

SEORANG petugas polisi membaca buku, di bursa buku bekas Jln. Cikapundung Barat, Kota Bandung, Jumat (1/11/2013). Minat baca di Indonesia kini masih rendah, karena belum menjadi budaya dan cenderung lebih senang menonton daripada membaca.*
Ilustrasi/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak tiga daerah di Jawa Barat, yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Tasikmalaya mendapat penilaian sangat baik dari Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) dalam membangun semangat budaya membaca kepada siswa sekolah dasar dan menengah di wilayahnya masing-masing. Atas penilaian tersebut, Cimahi, KBB dan Kabupaten Tasikmalaya menerima anugerah literasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, sebanyak 16 kota/kabupaten lainnya juga mendapat anugerah yang sama. Anugerah literasi diberikan kepada 19 kota/kabupaten yang secara konsisten mengawal program pengentasan buta huruf yang digagas USAID dan Kemendikbud sejak 2012 lalu. 

“USAID membantu program tersebut dengan membina 92 kota/kabupaten di Indonesia. Hasilnya, sekarang jumlah buta huruf Indonesia menurun drastis, dari 15% dari total penduduk usia sekolah menjadi hanya sekitar 4% saja,” ujar Hamid saat membuka acara Anugerah Literasi Prioritas, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.

Sebanyak 16 daerah lainnya, yakni Aceh Barat Daya, Bireun, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Serang, Tangerang, Banjarnegara, Demak, Sragen, Banyuwangi, Blitar, Lumajang, Sidoarjo, Sidrap, Maros dan Wajo. Program utama dari kabupaten/kota literasi adalah dengan membangun sekolah model, pembiasaan, suplai buku, dan peningkatan kemampuan membaca siswa SD/MI dengan menggunakan buku bacaan berjenjang.

“Program literasi ini sudah lama digaungkan, sejak 2003 saat UNESCO mengeluarkan panduan tentang literasi. Kemendikbud merespon panduan itu dengan dua hal, yakni pengentasan buta aksara dan meningkatkan budaya membaca. Dulu ada sekitar 12 juta orang yang tidak bisa membaca dan menulis, sekarang tinggal sekitar 3 juta saja. Program membaca 15 menit sebelum mulai belajar di kelas memang tidak mudah diterapkan, tapi dengan dukukan USAID dan konsistensi pemerintah, program ini tercapai dengan baik,” kata Hamid.***

Baca Juga

Permudah Persyaratan Penerimaan CPNS Guru!

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB) untuk mempermudah persyaratan perekrutan guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).