43 SMP Negeri dan Swasta Ikuti Pentas PAI

Ilustrasi/ADE BAYU INDRA/PR
Lomba Kaligrafi.*

SOREANG,(PR).- Gugus 02 SMP wilayah Banjaran mengadakan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diikuti 43 SMP negeri dan swasta melibatkan 250 siswa. Pentas PAI memperlombakan hafalan (tahfiz) Juz 30, tilawah Quran, ceramah, lomba cerdas cermat, dan kaligrafi.

"Lomba ini untuk persiapan Pentas PAI tingkat Kabupaten Bandung pada 5 April mendatang," ujar Ketua Gugus 2 SMP wilayah Banjaran, Tubagus Rucita, didampingi ketua panitia, Heri Masykuri, Senin, 20 Maret 2017.

Menurut Rucita, adanya Pentas PAI untuk meningkatkan mutu dan wawasan pengetahuan agama Islam setiap siswa. "Diharapkan lomba ini dapat memacu para siswa agar lebih bersemangat dalam mempelajari ajaran Islam. Nantinya diharapkan peningkatan pengamalan Islam," ucapnya.

Lomba diadakan setiap tahun untuk siswa kelas VII dan VIII dari SMP negeri dan swasta di Kecamatan Banjaran, Kecamatan Arjasari, Kecamatan Cimaung, Kecamatan Pangalengan, dan Kecamatan Kertasari. "Dari 43 sekolah ternyata 25 SMP yang ikut lomba terdiri atas 10 SMP negeri dan 15 SMP swasta. Hanya SMPN satu atap Negla, Kertasari, yang tidak ikut lomba," katanya.

Pada tahun lalu, kata Rucita, juara umum pentas PAI gugus dua wilayah Banjaran diraih SMPN 1 Banjaran. "Untuk wakil ke Pentas PAI Kabupaten Bandung hanya juara satu tiap cabang," ujarnya. ***
 

Baca Juga

Indonesia Raih 6 Emas di Olimpiade Matematika

JAKARTA, (PR).- Tim pelajar SMP Indonesia meraih 6 medali emas International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8, di Davao, Filipina. Hasil tersebut melebihi capaian 5 emas dua tahun lalu saat ITMO digelar di Kedah, Malaysia.

Selotip, Rahasia Masak Hemat Energi

BANDUNG, (PR).- Penelitian sederhana, namun bisa bermanfaat dan berdampak luas. Hal itu dilakukan tiga siswa SMP Al Ma'soem Jln. Raya Rancaekek, Bandung, yang mengubah panci biasa agar lebih hemat energi saat memasak.

SMA, Usia Terbaik untuk Memberikan Gawai pada Anak

SOREANG,(PR).- Masyarakat khususnya orangtua sering salah kaprah dengan sudah memberikan gawai (gadget) sejak anak masih balita dengan alasan agar bermain dengan tenang dan tidak rewel.