"Tapto Bermain Matematika" Juarai GMASA 2017

Game Android Tapto Bermain Matematika

INGIN tahu bagaimana kucing dapat bermain matematika? Cobalah buka game "Tapto Bermain Matematika". Tapto adalah sebuah aplikasi game Android bergenre casual yang mengisahkan petualangan seekor kucing listrik pada perangkat komputer. Konsep dalam game ini untuk melatih kemampuan aritmatika pemain sambil bermain game.

Cara memainkan game ini sangatlah mudah, pemain hanya perlu mengetuk layar smartphone untuk menjaga kucing Tapto berada tetap di lintasan sirkuit. Pada setiap level terdapat lintasan yang bercabang yang akan menjadi rintangan pemain untuk menjawab soal-soal aritmatika. Terdapat powerups yang dapat digunakan untuk membantu Tapto menghadapi rintangan-rintangan yang ada. Selain itu terdapat fitur shop, achievement, dan leaderboard untuk menambah keseruan dalam bermain.

Game “Tapto Bermain Matematika” merupakan karya terbaru Divisi Codelabs Unikom berhasil meraih Juara I ajang bergengsi Global Mobile App Summit and Awards (GMASA) 2017 yang diselenggarakan Kamis 26 Januari 2017 di Balai Kartini Jakarta. Pembina Divisi Codelabs Unikom Adam Mukharil Bahctiar dalam keterangannya Senin 6 Februari 2017, mengatakan, GMASA menjadi ajang perkumpulan para developer mobile merupakan acara rutin tahunan yang sebelumnya dilaksanakan di India. Tahun 2017 adalah pertama kalinya Divisi Codelabs Unikom berpartisipasi di "Indie Pitch Fest" GMASA 2017, sebuah kompetisi khusus para games developer indie yang ingin memperkenalkan karyanya.

Adam menjelaskan, Tapto adalah game yang menggabungkan sisi edukasi untuk bermain dan belajar matematika melalui aksi dan petualangan bersama kucing lucu yang menjadi ikon game tersebut. "Awalnya Tapto bukan dipersiapkan untuk GMASA 2017, melainkan kompetisi Imagine Cup yang tahun ini menghilangkan kategori games, menjadi uncategories. Tetapi, melalui GMASA 2017, Tapto berhasil lolos dari babak penyisihan mengalahkan 200 tim yang mendaftar, untuk masuk sebagai 10 finalis. Sampai akhirnya Tapto berhasil meraih juara 1," ujar Adam. 

Mayoritas tim dari Indonesia yang mendaftar di "Indie Pitch Fest" GMASA 2017 lanjut Adama adalah para developer games professional, salah satunya pemenang Imagine Cup 2016. Namun, hal tersebut tidak menurunkan semangat Codelabs Unikom untuk berkompetisi, termasuk pada saat melakukan pitching atau presentasi di hadapan juri dan investor. 

M. Arif Faturrohman, salah seorang anggota Tim Codelabs melakukan pitching selama 6 menit dengan memberikan gambaran yang dominan menyentuh ranah bisnis. "Perbedaan pitching dengan kompetisi pada umumnya yaitu pitching lebih ke arah bisnis, seperti gambaran bagian apa dari game kita yang bisa dibisniskan, revenue, yang di kompetisi pada umumnya jarang dikemukakan," jelas Adam.

Selain melakukan pitching, Tim Codelabs Unikom juga melakukan sesi demo yang dibantu oleh Rakhmat Sabarudin dan sesi tanya jawab yang dibantu oleh Adam Mukharil Bachtiar. Hingga akhirnya game Tapto dari Divisi Codelabs Unikom memperoleh penghargaan berupa uang tunai 1.250 dolar AS, Aptoide Credit 500 dolar AS dan Adatha Credit 250 dolar AS.

"Tahap berikutnya mungkin kalo ada yang tertarik dengan games-nya, akan menghubungi masing-masing pemenang untuk melakukan invest. Pencapaian kali ini juga bukan akhir segalanya karena 2-3 bulan lagi akan diluncurkan Tapto Act 2 dan Remax dari Tapto Act 1," tutur Adam. 

Melalui kesempatan ini, Adam berharap game Tapto bisa terkenal dan diunduh oleh masyarakat pada umumnya dan mahasiswa Unikom secara khusus. "Kami mengharapkan mahasiswa Unikom juga mempunyai daya partisipasi untuk saling mendukung dan memiliki sense of belonging terhadap karya-karya yang dihasilkan internal Unikom. Harapan secara eksternalnya, game kami bisa bersaing dengan karya-karya dari perguruan tinggi lainnya," ucap Adam.

Bagi yang penasaran memainkan game Tapto ini, bisa diklik di sini.***

Baca Juga

Integrasi Data Kecelakaan Lalu Lintas Belum Optimal

BANDUNG, (PR).- Integrasi data kecelakaan lalu lintas antara kepolisian dan rumah sakit di Kota Bandung belum optimal. Integrasi data menjadi kunci efektivitas kebijakan dan intervensi menekan angka kecelakaan dan korban.