Ponsel Pintar Digicoop Inovasi ITB Mulai Diproduksi

Peluncuran Digicoop/DOK KEMENRISTEK DIKTI
Peluncuran Smartphone Digicoop 4G LTE, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 11 Januari 2017. Digicoop merupakan hasil inovasi Pusat Unggulan Iptek Institut Teknologi Bandung (PUI-ITB) yang mulai dihilirisasikan.*

CIKARANG, (PR).- Pusat Unggulan Iptek Institut Teknologi Bandung (PUI-ITB) mulai menghilirisasikan ponsel pintar hasil dari penelitian dan pengembangan inovasi dalam negeri. Pencapaian tersebut terwujud berkat kerjasama antara akademisi, industri, pelaku pasar dan pemerintah dalam usaha menegakkan kedaulatan digital bangsa.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyatakan, produk ponsel pintar yang dinamai Digicoop itu mulai diproduksi secara masal oleh PT. VS Technology Indonesia bekerjasama dengan tiga perusahaan lainnya. Menurut dia, dari 4 PUI yang dimiliki ITB, dua di antaranya sudah menghasilkan inovasi yang bisa dipergunakan masyarakat.

“Selain Digicoop, kami juga sudah menghilirisasi sebuah mobil listrik yang tahun ini juga rencananya akan diproduksi,”ujar Kadarsah, saat peluncuran Smartphone Digicoop 4G LTE, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 11 Januari 2017.

Fitur-fitur yang ada pada ponsel pintar Digicoop tersebut antara lain yakni fitur short message service (SMS), browsing, VOIP Call dan streaming youtube. Digicoop juga telah mendapatkan sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 20,2% pada akhir 2016.

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengaku sangat bangga dengan capaian PUI ITB. Menurut dia, hilirisasi hasil riset ini sangat penting untuk mendongkrak daya saing bangsa.***

Baca Juga

Manfaat Revitalisasi SMK Akan Terasa pada 2020

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan 125 SMK untuk fokus mendalami bidang keahlian sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. Yakni jurusan kemaritiman, pariwisata, pertanian dan ketahanan pangan, dan industri kreatif.

Buruk, Koordinasi Sekolah Lima Hari

JAKARTA, (PR).- Buruknya koordinasi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah membuat kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan menjadi kisruh. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi tentang Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah.