Mendikbud Pastikan 5 Hari Sekolah Mulai Tahun Ajaran 2017-2018

Mendikbud Muhadjir Effendy/SISKA NIRMALA/PR
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat membuka Science Film Festival di Aula Insan Berprestasi, Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 9 November 2016. Science Film Festival di Indonesia akan digelar di 26 kota. ***

KUNINGAN, (PR).- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy memastikan kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu akan diterapkan mulai tahun ajaran 2017-2018. Hal itu diungkapkan Muhadjir, kepada wartawan di sela-sela mengisi rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di Kabupaten Kuningan, Kamis, 10 November 2016.

Kebijakan tersebut, tuturnya merupakan bagian dari penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K). "Untuk program P3K itu, mulai tahun ajaran 2017-2018 akan ada perubahan-perubahan pengorganisasian pembelajaran. Antara lain guru wajib berada di sekolah 8 jam, tidak boleh kurang. Hari sekolahnya lima hari seminggu. Sabtu dan Minggu akan kami liburkan untuk hari keluarga dan hari wisata keluarga," katanya.

Kemudian guru yang sudah mendapat tunjangan profesi dengan syarat memenuhi jam mengajar tatap muka 24 jam per minggu, tidak boleh lagi memenuhi target syarat jam mengajarnya itu ke sekolah-sekolah lain. Cukup diisi di sekolah tempat mengajar tetapnya masing-masing.

"Dua puluh empat jam tatap muka kalau tidak berkecukupan dilaksanakan di sekolahnya, nanti ada peraturan menteri, bisa diganti kegiatan lain yang ada di sekolahnya, tidak di sekolah lain," katanya.

Berikutnya ujar Muhadjir, ke depan pihaknya juga akan membuat aturan-aturan agar tidak ada kepala sekolah yang juga mengajar. "Kepala sekolah harus jadi manajer, cari uang yang banyak untuk sekolahnya, siswanya dibikin pinter, maju, cukup. Sehingga kalau ditinggal rapat kepala sekolah, murid tidak terbengkalai," ujarnya.

Ditanya kembali mengenai penerapan lima hari sekolah, Muhadjir menegaskan, itu sudah dipastikan akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2017-2018, dan peraturan-peraturan pendukungnya pun kini sudah dipersiapkan. "Sudah ada Peraturan Menterinya, sudah ada Keputusan Presidennya, nanti tinggal melaksanakan," katanya.

Sementara itu, selama berada di Kuningan Kamis, 10 November 2016, Muhadjir mengisi sejumlah agenda. Di antaranya meninjau kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Kramatmulya, menghadiri undangan dan memberikan paparan materi pada acara Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Hotel Horison Tirta Sanita, serta meninjau dan memberikan bantuan ke Sekolah Dasar negeri Bunigeulis, di desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara yang terkena musibah kebakaran sekitar tiga bulan lalu.

Kunjungan Muhadjir ke sekolah-sekolah tersebut, juga disertai Bupati Kuningan Acep Purnama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan Taufik Rohman. Selain itu juga disertai sejumlah pejabat lainnya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.***

Baca Juga

220 Guru Dikirim ke Berbagai Negara Ajarkan Bahasa Indonesia

JAKARTA, (PR).- Pada tahun ini pemerintah akan mengirimkan 220 tenaga pengajar Bahasa Indonesia ke berbagai negara terutama Asia. Selain mengajar bagi penutur asing, mereka juga akan menjalankan fungsi diplomasi seperti memperkenalkan budaya Indonesia.

Siswa Harus Dibekali Keterampilan Abad 21

BANDUNG,(PR).- Para siswa saat ini harus dibekali dengan berbagai keterampilan abad 21. Hal tersebut agar siswa mampu bersaing di pasar tenaga kerja global.

Menristek Dikti: tak Boleh Lagi Ada Kekerasan di Kegiatan Kampus

YOGYAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menegaskan tidak boleh lagi ada bentuk kekerasan yang terjadi dalam kegiatan kemahasiswaan. Segala bentuk kekerasan baik fisik, psikis, maupun verbal tidak dibenarkan.