STSI Akan Berubah Menjadi ISBI

BANDUNG, (PRLM).- Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung dipastikan akan segera berubah menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Hal itu mengemuka pada seminar "Menyongsong Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung", di Hotel Horison, Jln. Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa (23/02/2014).

Ketua STSI, Dr. Een Herdiani, SST, M.Hum yang membuka seminar ini mengatakan, perubahan STSI menjadi ISBI embrionya sudah muncul dari banyaknya doktor bidang seni budaya yang dilahirkan STSI. Selain itu, peningkatan akreditasi prodi yang ada di STSI menjadi bagian dari embrio perubahan statuta STSI tersebut.

Een berharap, dengan perubahan status STSI menjadi ISBI akan semakin banyak generasi muda yang tertarik pada seni budaya. Seni juga dapat dipersandingkan dengan ilmu-ilmu lain.

Sementara itu, disampaikan oleh Prof. Iyus Rusliana, perubahan STSI menjadi ISBI tidak akan bentrok dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang ada di Unpad. Sebab ISBI memungkinkan akan lebih menapak pada budaya Sunda sedangkan FIB Unpad lebih bersifat budaya nasional.

Kekhasan lain dari STSI kata Prof. Iyus, mempunyai bidang kajian vokasional. Sedangkan di Unpad tidak mempunyai kemampuan bidang vokasional. "Semoga keduanya memang tidak akan bentrok karena kedua lembaga ini berbeda kajiannya," demikian Prof. Iyus. (A-148/A-147)***

Baca Juga

Bandung Barat Seleksi 132 Calon Kepala SD

NGAMPRAH, (PR).- Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat tengah menyeleksi 132 calon kepala sekolah dasar, untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki pimpinan. Saat ini, ada 110 SD di KBB yang belum memiliki kepala sekolah.

Indonesia Dominasi Kompetisi Paduan Suara Anak Internasional

SETELAH viral di media sosial dengan video “Yamko Rambe Yamko” yang ditampilkan di Roma beberapa bulan lalu, The Resonanz Children’s Choir (TRCC) asal Jakarta kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. 

SMA, Usia Terbaik untuk Memberikan Gawai pada Anak

SOREANG,(PR).- Masyarakat khususnya orangtua sering salah kaprah dengan sudah memberikan gawai (gadget) sejak anak masih balita dengan alasan agar bermain dengan tenang dan tidak rewel.