Kustomfest 2018, Pemersatu Bangsa Melalui Karya Modifikasi

Belo Negoro/ANTARA FOTO
DIREKTUR Kustomfest 2018 Lulut Wahyudi (ketiga kiri) menunjukan motor kustom bermesin Harley-Davidson type Sportster Evolution dan diberi nama "Belo Negoro" untuk "lucky draw" saat jumpa pers di Jogja Expo Centre, DI Yogyakarta, Jumat 5 Oktober 2018. Perhelatan Kustomfest 2018 yang menjadi ajang kreativitas para builder sepeda motor kustom dari berbagai daerah itu akan digelar di Jogja Expo Centre pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2018.*

YOGYAKARTA, (PR).- Kustomfest 2018 adalah pergelaran yang paling ditunggu-tunggu para modifikator nasional. Ajang ini menjadi pemersatu bangsa di tengah perbedaan yang meruncing menjelang pemilu presiden tahun 2019.

Hal tersebut pula yang menjadi alasan penyelenggara Kustomfest 2018 mengambil tema Color of Difference atau Warna Perbedaan. Direktur Kustomfest 2018 Lulut Wahyudi menjelaskan, perbedaan suku bangsa memberi warna sekaligus rahmat pada tanah air. Warna perbedaan itu pun terpancar pada karya modifikasi anak bangsa pada event ini.

"Tahun 2018 adalah era panas karena 2019 akan pilpres. Nuansa sedang panas, orang mulai berbicara tentang golongan dan kelompok. Kami ingin mengingatkan bahwa bangsa ini besar karena dibangun atas perbedaan. Di Kustomfest, kami ingin mengingatkan bahwa kita adalah anak bangsa yang kreatif. Kita berbeda, bukan untuk dipertentangkan, melainkan rahmat," ujarnya saat membuka secara resmi Kustomfest 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Kota Yogyakarta, Sabtu 6 Oktober 2018.

Lulut mengaku juga terinspirasi oleh pesawat kustom pertama RI-X WEL yang dibuat tahun 1948. Dirinya ingin menunjukkan kepada anak bangsa bahwa TNI AU kala itu bisa membuat karya dengan segala keterbatasan.

"Kita sebagai penerus seharusnya bisa membuat karya yang lebih monumental. Mari bicara dengan karya," ujarnya.

Perwakilan Kementerian Pariwisata, Iqbal Alamsyah, menyatakan, Kemenpar selalu memberi dukungan kepada kepala daerah yang turut serta memajukan pariwisata di daerahnya. Pihaknya juga memberi apresiasi dan dukungan kepada event melalui branding, advertising, dan selling.

"Kami sponsori branding ke luar negeri melalui Wonderful Indonesia, juga dukung di POP (preevent, on event, dan post-event). Dari 15 negara yang ikut mencerminkan keberhasilan," tuturnya.

Gubernur Akademi Angkatan Udara, Sri Mulyo Handoko, mengaku terkesima saat masuk hall Kustomfest 2018. "Saya seperti masuk dunia lain. Luar biasa. Begitu indah kreasi dari anak bangsa," katanya.

Terkait dengan tema Color of Difference, menurut dia, perbedaan adalah anugerah. Dia menilai, terkadang orang melihat perbedaan dengan pandangan sempit sehingga muncul ego.

"Kalau dengan pandangan luas kita akan keluar dari diri, kelompok, dan alam bahwa indah perbedaan itu," ucap Sri Mulyo. ***

Baca Juga

Honda New HR-V Jajal Jalur Pantai Selatan

PANGANDARAN, (PR).- Jalur pantai selatan (pansela) Jawa Barat (Jabar) yang menawarkan tikungan dan tanjakan, menjadi tantangan sejumlah jurnalis media cetak, elektronik, dan online yang menjajal ketangguhan mobil Honda New HR-V, dari Bandung menuju Pangandaran, Kamis-Jumat, (20-21/9/2018).

Vendor HP Lokal Terus Berinovasi

SERBUAN merek-merek telefon seluler dari luar negeri, terutama asal Tiongkok, memberikan banyak pilihan perangkat bagi masyarakat. Di sisi lain, hal tersebut juga cukup ­memberikan pengaruh terhadap merek-merek lokal.