Kartini Ride, Memperingati Hari Kartini dengan Berkebaya Sambil Naik Vespa

Kartini Ride/ASEP BUDIMAN/PR
PULUHAN perempuan berkebaya mengendarai sepeda motor skuter Vespa dan berkeliling kota Bandung, Minggu 22 April 2018 dalam ajang bertajuk Kartini Ride.*

BERAGAM ekspresi ditunjukkan para Kartini masa kini untuk memperingati hari lahir pelopor kebangkitan perempuan Indonesia itu. Gaya yang berbeda juga ditampilkan wanita-wanita cantik asal Bandung. Mereka memeriahkannya dengan cara unik, yaitu berkonvoi mengenakan kebaya dengan puluhan skuter Vespa.

Adalah Rucke Rukmawati (57) yang menginisiasi kegiatan bertajuk "Kartini Ride" tersebut. Rucke yang akrab disapa Mabu, sudah cukup dikenal di kalangan pencinta kuda besi asal Italia itu.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, kolektor Piaggio itu mengajak Kartini-Kartini muda untuk mengendarai Vespa. 

Setidaknya ada sekitar 40 peserta wanita dan belasan pria dari berbagai komunitas Vespa yang ikut menyemarakkan. Mereka memakai Vespa klasik mulai dari tahun 1960 hingga Vespa matik.

"Awalnya, target tidak banyak, hanya 10 orang, sudah lumayan. Ternyata lebih, ada 40-50 orang. Ada yang (Vespa) klasik dan modern. Kalau Mabu pakai VBB tahun 1964," ucapnya.

Konvoi pun dimulai dari kafe Speedlife di Jalan Bahureksa, Kota Bandung. Para Kartini muda berkebaya itu satu per satu mengengkol Vespa masing-masing dengan lihainya. Deru mesin dan suara knalpot yang khas dari puluhan Vespa seketika menarik perhatian pengendara yang melintasi Jalan Bahureksa.  

Dari 600 tangkai bunga yang disiapkan, setiap orang membawa beberapa tangkai untuk dibagikan. Bunga-bunga tersebut dibagikan di Jalan Djuanda dan di depan Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika. 

Pada tangkai bunga itu pun tersemat imbauan kepada masyarakat agar berkendara dengan hati-hati. 

Sepanjang perjalanan, para Kartini muda itu menjadi perhatian. Banyak di antara warga yang dilintasi memuji bahkan menggoda dengan siulan. Tak jarang pula beberapa Vespa yang ditunggangi mojang-mojang itu beberapa kali mati mesin. 

Akan tetapi, hal itu tak menyurutkan semangat. Mereka dengan gesit kembali mengengkol dan melaju bersama rombongan. Mereka saling membantu jika ada yang sulit mengengkol, bahkan ada yang membantu mendorong dengan satu kaki

Mabu mengatakan, dia tak ingin sekadar berkendara Vespa, tetapi juga ingin membagikan bunga dan mengimbau masyarakat agar berkendara dengnan aman. Dia pun mengingatkan, meski wanita menginginkan persamaan hak dengan laki-laki, tetapi kodrat dan naluri perempuan tidak bisa berubah.

"Jadilah wanita tangguh agar dapat mendampingi pria menjadi pria yang hebat. Karena di balik pria yang sukses, ada yang wanita yang hebat," ujar Mabu.

Lebih besar tahun depan

Syahrena (21), salah seorang peserta, menyatakan bersemangat mengikuti Kartini Ride. Antusiasmenya lebih tinggi dari ekspektasi lantaran banyak vespanisti laki-laki yang ingin bergabung.

Bersama Vespa Super keluaran tahun 1977, Syahrena menilai kegiatan ini sungguh berkesan. Dia bisa berkenalan dengan lady scooter lainnya. Tahun depan, Syahrena berharap bisa mengundang lady scooter dari luar Kota Bandung.

"Ada yang mogok dan selip. Walau ada yang mogok, tapi pasti ada yang membantu. Satu Vespa sejuta saudara," tuturnya.***

Baca Juga

DFSK Gelar Program Super Experience Activity

BANDUNG, (PR).- rata-rata setiap tahun tercatat pertambahan kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalanan kota Bandung sebesar sebelas persen. Sehingga tak kurang dari 1,5 juta kendaraan bermotor ada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya.

19 Merek Mobil dan 7 Merek Motor Ramaikan BCA Expo 2018

NGAMPRAH, (PR).- Bandung menjadi salah satu pasar mobil yang potensial. Hal itu dibuktikan dengan kemunculan beberapa diler dari sejumlah pabrikan. Mereka berupaya menangkap peluang, tingginya minat masyarakat yang ada di Bandung terhadap otomotif.