5 Motor Produksi Massal Paling Bertenaga 2018

Kawasaki Ninja H2/VISORDOWN

DI awal 2018 telah hadir beberapa model terbaru sepeda motor produksi massal yang dikeluarkan oleh beberapa pabrikan motor ­ternama di dunia. 

Tahun 2018 menjadi babak terbaru bagi Ducati ketika untuk ­pertama kalinya dalam sejarah, mereka ­memproduksi motor dengan empat silinder dengan ­layout 90 derajat. 

Hal itu merupakan solusi yang sama mereka gunakan di mesin prototipe MotoGP yakni Desmosedici. Kehadiran Panigale V4 ini menjadi raja terbaru di motor produksi massal yang paling bertenaga. 

Laman Visordown telah merilis daftar 5 motor produksi massal paling bertenaga 2018. Daftar ini dibuat berdasarkan dokumen resmi homologasi Euro4 untuk masing-masing model. Model-model apakah itu? Mari kita ungkap satu per satu.

1. Ducati Panigale V4 - 214 hp

Kehadiran Ducati Panigale V4 menjadi penanda bab terbaru dan terpenting dari sejarah Ducati, sebuah simfoni dari performa dan 100% Italia. 

Panigale V4 adalah motor produksi massal keluaran Ducati pertama yang telah mengadopsi mesin empat silinder, yang memiliki banyak kemiripan dengan mesin prototipe Desmosedici di MotoGP. 

Lahirnya Panigale V4 menggantikan model 1299 di jajaran teratas supersport yang diproduksi oleh pabrikan motor yang berbasis di Kota Borgo Panigale, Bologna, Italia ini, menawarkan peningkatan performa dan mudah untuk ditunggangi. 

Hal itu tentunya memberikan kesempatan bagi semua tingkat ketrampilan dalam berkendara untuk dapat merasakan sensasi tenaga dari Panigale V4. Dalam hal pengembangan, Panigale V4 dikembangkan bersama Ducati Corse. 

Hal itu bisa terlihat dari teknologi yang disematkan pada Panigale V4 yang diambil dari teknologi balap yang selama ini digunakan oleh Ducati di balapan MotoGP. Dapur pacunya dapat memuntahkan tenaga sebesar 214 hp dan torsi maksimum sebesar 124,0 nm.

2. Ducati Panigale 1299 Final Edition - 206,5 hp

Kelahiran Ducati Panigale 1299 Final Edition merupakan bagian dari perayaan Ducati terhadap mesin twin silinder yang telah mengantarkan tim berkelir merah ini untuk mencatat sejarah di balapan World Superbike. 

Pebalap Ducati pertama yang meraih kemenangan yakni Marco Lucchinelli dengan menunggangi Ducati 851 pada 1988 di balapan pertamanya di sejarah World Superbike Championship. Lalu, pada 2017 lewat kemenangan yang dibukukan oleh Chaz Davies dan Marco Melandri di atas Ducati Panigale R. 

Dapur pacunya menggunakan mesin yang diguna­kan oleh 1299 Superleggera yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 206,5 hp pada 11.000 rpm dan torsi maksimum sebesar 14,5 kgm pada putaran mesin 9.000 rpm. 

Tenaganya yang besar dan bobotnya yang ringan yakni hanya 168 kg, menjadikan rasio tenaga terhadap bobot motor mencapai 1,24 hp/kg.

3. Kawasaki Ninja H2 - 202,2 hp

Kawasaki telah mengumumkan kehadiran hyper sportbike terbarunya yakni Kawasaki Ninja H2 lansiran 2018. Saat ini keluarga Ninja H2 terdiri atas Ninja H2, H2 Carbon, dan H2R. 

Sementara H2 dan H2 Carbon adalah versi jalanan dari model yang khusus digunakan di trek yaitu H2R. Hingga saat ini, H2R bisa dibilang sangat berbahaya jika digunakan di jalanan umum. 

Kawasaki Ninja H2 adalah motor sport pertama di dunia yang telah menggunakan mesin supercharged. 

Dapur pacunya didukung mesin empat silinder berkapasitas 998 cc yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 202,2 hp dan H2 Carbon memiliki torsi maksimum sebesar 135 nm. Mengingat tenaganya yang besar, tentunya diperlukan perangkat elektronik canggih agar kuda besi lebih mudah untuk dikendalikan. 

Beberapa fitur telah dibenamkan ke Ninja H2 lansiran 2018 seperti diantaranya corner management function, traction control, launch control mode, antilock braking system (ABS), engine brake control, dan quick-shifter. 

4. Suzuki GSX-R1000 - 199,1 hp

Suzuki GSX-R1000 lansiran 2018 tidak me­na­warkan perubahan yang signifikan pada bagian mekanisnya sehingga tidak menawarkan peningkatan kapasitas mesinnya. 

Pabrikan motor yang berbasis di Kota Hamamatsu, Jepang itu mena­warkan skema warna terbaru yakni putih dan hitam. 

Dapur pacu Suzuki GSX-R1000 lansiran 2018 masih mempertahankan mesin yang sama dengan lansiran tahun lalu yakni mesin segaris berkapasitas 999 cc yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 199,1 hp dan torsi maksimum sebesar 117 nm. 

Tenaganya sendiri didistribusikan lewat transmisi dengan enam tingkat percepatan dengan final chain drive. 

Supersport keluaran Suzuki itu juga dibenami fitur six-axis IMU, 10 tingkat kontrol traksi dan tiga riding mode. 

Sementara itu, untuk model Suzuki GSX-R1000R mendapat tambahan fitur seperti di antaranya bidirectional quick-shifter, auto-blipper dan balance free suspension keluaran dari Showa. 

5. Aprilia RSV4 RF - 198,5 hp

Aprilia RSV4 RF adalah superbike yang diproduksi oleh pabrikan motor asal Italia yakni Aprilia. RSV4 adalah model flagship dari Aprilia. 

Pabrikan yang berbasis di Kota Noale, Italia itu menawarkan dua model yakni RSV4 Factory dan RSV4 R. Mulai 2016 ditawarkan dua model yaitu RSV4 RR dan edisi terbatas RSV4 RF. 

Generasi selanjutnya dari model Aprilia RSV1000R itu telah mendapatkan update agar sesuai dengan regulasi balapan World Superbike musim 2016. 

Terdapat beberapa modifikasi, tenaga yang lebih besar, dan peningkatan kinerja handling dan perangkat elektronik yang lebih canggih. 

Sasisnya sendiri telah mengadopsi versi termutakhir dari sistem yang dikembangkan di dunia balapan yakni sistem APRC (Aprilia Performance Ride Control). 

APRC mengintegrasikan beberapa fitur canggih seperti diantaranya full ride-by-wire, multi-map, electronic-engine management system, di mana terdapat tiga pengaturan engine mapping terbaru yaitu S (Sport), T (Track) dan R (Race). 

Sistem juga menawarkan ATC (Aprilia Traction Control), AWC (Aprilia Wheelie Control), ALC (Aprilia Launch Control), AQS (Aprilia Quick Shift), dan Race ABS. Sementara itu, dapur pacunya menggunakan mesin V4 berkapasitas 999,6 cc 65-derajat yang dapat me­mun­tahkan tenaga sebesar 198,5 hp.***

Baca Juga

DFSK Gelar Program Super Experience Activity

BANDUNG, (PR).- rata-rata setiap tahun tercatat pertambahan kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalanan kota Bandung sebesar sebelas persen. Sehingga tak kurang dari 1,5 juta kendaraan bermotor ada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya.