Tarikan Gas Tidak Stabil, Ini Solusinya

Cermati tarikan gas sepeda motor Anda/TONI IRAWAN/PR

MUNGKIN Anda pernah mengalami hal yang menjengkelkan ketika berkendara yakni saat menarik tuas gas terasa tidak stabil. Hal yang Anda rasakan seolah sepeda motor seperti akan mogok. 

Tiba-tiba saja laju motor seolah tersendat dan nyaris mogok. Lalu apa yang menyebabkan tarikan gas menjadi tidak stabil? Berikut ini beberapa penyebab tarikan gas menjadi tidak stabil.

1. Masalah pada saringan udara. Apabila kondisi sa­ringan udara kotor atau bahkan masa pakainya telah lewat maka akan berdampak terhadap tarikan gas motor menjadi berat dan tidak stabil. 

Selain itu, sepeda motor pun bisa saja jadi mogok. Penyebab kotornya saringan udara bisa disebabkan oleh lingkung­an yang berdebu dan masa pakainya telah lewat. Solusinya yakni dengan melakukan perawatan secara berkala. 

2. Gap busi tidak sesuai dengan standar. Pengaturan gap alias pengaturan kerenggangan busi yang sesuai dengan standar pabrikan agar mesin dapat bekerja dengan optimal. 
Peng­aturan kerenggangan ini memengaruhi suhu pengapian busi yang tentunya dapat memengaruhi pembakaran bahan bakar dan udara di dalam ruang mesin. Efek yang ditimbulkan jika kita memperbesar kerenggangan busi yakni dapat menghasilkan percikan api yang lebih besar. 

Hal Ini sangat berguna untuk mesin yang telah mengalami modifikasi guna meningkatkan tingkat efisiensinya. Solusinya yakni lakukan pengecekan busi setiap 4.000 km. Bila busi kotor lakukan pembersihan dan jika telah rusak segera ganti dengan yang baru.

3. Setelan klep tidak sesuai dengan standar. Tekanan kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh penyetelan klep. Apa efeknya jika disetel terlalu rapat? 

Pembukaan yang lebih lama membuat gas lebih banyak masuk. Lalu, jika setelan terlalu renggang maka klep terlambat membuka dan cepat menu­tup. 

Jika ini terjadi pada klep masuk maka akan mengakibatkan campuran bahan bakar dan udara berlangsung cepat, sehingga jumlah campuran yang masuk menjadi sedikit. Solusinya, setel jarak kerenggangan klep sesuai dengan standar pabrikan.

4. Putaran stasioner tidak standar. Putaran stasioner yang tidak sesuai dengan standar, seperti misalnya terlalu rendah, dapat mengakibatkan tarikan gas menjadi tidak stabil. 

Mengingat perbaikan putaran stasioner ini butuh alat khusus, alangkah baiknya dilakukan di bengkel resmi.

5. Kurang tekanan bahan bakar. Sistem pengabutan bahan bakar dengan teknologi injeksi telah dilengkapi dengan ­fuel pump alias pompa bahan bakar. 

Ukuran tekanan bahan bakar ini disesuaikan dengan model dan apabila tekanan bahan bakar tidak sesuai dengan standar akan mengakibatkan tarikan gas menjadi tidak stabil. Solusinya yakni dengan menguras tangki bahan bakar dan lakukan penggantian fuel pump jika telah meng­alami kerusakan.

6. Sensor injeksi bermasalah. Fungsi dari injektor sendiri yakni untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar, mengubah partikel bahan bakar menjadi kabut. 

Apa akibatnya jika injektor kotor? Akibatnya adalah kualitas semprotan bensin menjadi menurun dan tarikan gas pun menjadi tidak stabil. Solusinya yakni melakukan pembersihan pada injektor dengan cairan pembersih injektor (injector cleaner). Selain itu, selalu gunakan bahan bakar tanpa timbal.***

Baca Juga

CBR 250RR dan CB 150R Streetfire Lebih Gagah dan Warna Berani

BEKASI, (PR).- Pasar motor sport masih memikat, terutama segmen naked dan full fairing yang dominan. Honda pun memberikan penyegaran pada CBR 250 RR dan CB 150R Streetfire dengan desain lebih gagah dan warna lebih berani.

Dongkrak Penjualan, HBC Luncurkan All New Honda Brio

BANDUNG, (PR).- Adanya libur panjang di beberapa bulan pada tahun 2018 membuat pasar otomotif khususnya kendaraan roda empat mengalami penurunan. Masyarakat banyak yang menahan pembelian mobil, korena mengalokasikan dananya untuk liburan.