Selain GIIAS, Gaikindo Akan Menggelar Pameran Mobil Komersial Tahun 2018

Mitsubishi Fuso/DIDIH HUDAYA/PR

GAIKINDO atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia memiliki dua agenda besar pada 2018. 

Pertama, tentu saja GIIAS atau Gaikindo Indonesia International Auto Show pada pertengahan tahun depan. Namun sebelumnya, ada yang terbaru yakni pameran khusus kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 1-2 Maret 2018.

Guna memberikan teknologi dan informasi produk terkini dari sektor kendaraan komersial yang dapat memenuhi kebutuhan pasar, Giicomvec 2018 akan hadir menjadi ajang pertemuan perusahaan industri komersial dan pengunjung potensial. 

Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo yang membawahi bidang pameran menyatakan bahwa penyelenggaraan pame­ran business to business (b to b). 

Giicomvec 2018 akan menjadi ajang yang paling tepat untuk industri kendaraan komersial di Indonesia untuk menunjukkan perkembangan terkini.

”Gaikindo akan membawa Giicomvec menjadi ajang yang penting bagi industri kendaraan komersial Indonesia. Kehadiran teknologi dan produk terkini dari agen pemegang merek kendaraan komersial akan menjadi daya tarik yang ditunggu oleh ribuan potential buyers yang akan dihadirkan sepanjang pameran,” kata Rizwan Alamsjah. 

Rizwan menyatakan, komitmen panitia penyelenggara akan fokus pada pengunjung potensial dari seluruh nusantara. 

Pembeli potensial pada ajang tersebut ditargetkan akan datang dari industri bus, truk, coach, logistik, transportasi, konstruksi dan infrastruktur, komoditas migas dan nonmigas, termasuk batubara, minyak, dan gas, serta peternakan, kehutanan, retail, wholesaler, dan lainnya.

Bagi Gaikindo, dukungan dari anggotanya, para agen pemegang merek (APM) kendaraan komersial, menjadi semangat positif untuk terus mempersiapkan dengan matang penyelenggaraan perdana Giicomvec  2018. 

Hingga November 2017, merek-merek besar seperti Daihatsu, DFSK, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz Truck, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, UD Truck, United Tractors, Volvo serta brand besar lainya Iveco dan Max­vel Electric Bus telah memberikan komitmennya. 

Ajang pameran kendaraan komersial ini, juga akan diikuti oleh industri pendukung, mulai dari industri karoseri tanah air, Laksana, Sugity Creatives, dan industri pendukung lainnya seperti Alcoa wheel, Dunlop, Goodyear, Shinmei, dan lainnya. Masyarakat dan pelaku bisnis yang fokus dalam penggunaan kendaraan komersial dapat memperoleh info lengkap dari ajang pameran tersebut.

Industri kendaraan komersial terus tumbuh dan berkembang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat perkembangan industri manufaktur yang cukup tinggi. 

Hal itu terjadi bukan tanpa alasan karena negeri ini giat dalam ekspor komoditas, proses pembangunan infrastruktur, dan kegiatan operasional di seluruh pelosok tanah air. 

Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki kelas menengah yang berkembang pesat. Secara bersama-sama, faktor-faktor tersebut  menciptakan kekuatan konsumen yang potensial.

Dengan tingginya permintaan komoditas baik migas dan non-migas serta aktivitas pembangunan infrastruktur di Indonesia, tidak heran jika Indonesia menjadi negara dengan mobilitas kendaraan komersial yang tinggi. 

Tercatat kenaikan antara 9 persen (Gross Vehicle Weight <5 ton) hingga 103 persen (GVW > 24 ton). Bahkan, jumlah penjualan kendaraan komersial di Indonesia mencapai angka lebih dari 800111 ribu unit hingga Oktober 2017.

Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Yohannes Nangoi menyatakan, Gaikindo menaruh kepercayaan akan terus tumbuhnya industri kendaraan komersial Indonesia, industri otomotif Indonesia ke depannya akan terus tumbuh dan berkembang. 

”Kondisi pasar yang luas dan penyesuaian regulasi bisa memberikan stimulus yang positif. Khususnya industri kendaraan komersial, jika melihat besarnya pasar, Indonesia memiliki performa penjualan kendaraan komersial di kisaran angka 80.000 unit per tahun. Angka ini juga masih bisa dikembangkan karena jumlah pertumbuhan industri di Indonesia yang diprediksi mencapai 5,4 persen,” ujar Nangoi. 

Dalam siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat, Nangoi menjelaskan, kenaikan tersebut berasal dari tumbuhnya infrastuktur Indonesia, membaiknya harga komoditas industri migas serta nonmigas, hingga pertumbuhan kawasan industri yang cukup pesat di mana menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), saat ini 73 kawasan industri telah berope­rasi di Indonesia.

Dalam hal ukuran pasar, dengan luasan dan pertumbuhan pesat di berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan industri, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri kendaraan komersial. 

Menurut Kementerian Perindustrian, beberapa kawasan industri di tanah air telah siap diisi oleh investor dan didukung dengan fasilitas penunjang seperti pe­la­buhan serta infrastruktur lainnya. 

Kawasan tersebut terbentang mulai dari areal Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Kemenperin juga mencatat, mulai tahun 2017-2020 sudah ada 89 proyek investasi dengan nilai mencapai hingga Rp 527,5 triliun. 

Selain tumbuhnya sektor infrastuktur, membaiknya komoditas industri migas dan nonmigas, hingga kawasan industri, peningkatan permintaan akan kendaraan komersial juga datang dari berbagai industri di Indonesia seperti logistik, retail, dan lainnya. 

Sementara pertumbuhan industri transportasi umum dan pariwisata juga menumbuhkan permintaan terhadap bus yang dapat memenuhi kebutuhan industri tersebut.***

Baca Juga

Avanza Jadi yang Terlaris Sepanjang 2017

SECARA umum, penjualan mobil di Indonesia masih didominasi merek-merek eks Jepang. Merek-merek sekelas, Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi menjadi merek mobil yang tetap banyak diminati. 

Risalah Panjang Legenda Jalanan

“MOBIL ini sudah menemani saya sejak TK, saya diantar ke sekolah pakai mobil ini,” kata Nudiya Ghulam (21), mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Nasional, mengawali perbincangan.

Wuling Mulai Buka Pemesanan Cortez

MESKI Wuling baru akan meluncurkan seri Cortez pada ­Februari 2018 mendatang di ­Indonesia, model kedua dari merek asal Tiongkok itu mengklaim sudah siap bersaing di segmen ­multipurpose vehicle (MPV) medium Indonesia.