7 Tips Aman Berkendara di Jalan Basah

Hati-hati berkendara saat jalanan basah/DDIH HUDAYA/PR

DALAM kondisi hujan, saatnya pengendara lebih berhati-hati mengemudi di permukaan jalan basah.

Hujan yang turun deras memang bukan satu-satunya tantangan saat berkendara pada musim hujan. Biasanya setiap kali hujan terjadi akan diikuti oleh kondisi negatif lainnya seperti berkurangnya visibilitas, jalanan licin, genangan air, serta rintangan lain yang tak terduga, misalnya saja pohon tumbang.

Dalam kondisi ini, pengendara memerlukan penyesuaian cara mengemudi dan kewaspadaan ekstra, juga waspada dalam memeriksa kondisi mobil agar tetap prima.

1. Jarak pengereman 

Dijelaskan oleh Jusri Pulubuhu, instruktur dan pendiri JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) dalam suatu sesi safety driving bahwa dalam kondisi jalan basah, penting pula memperhitungkan jarak pe­ngereman.

”Karena lintasan permukaan kurang traksi karena basah sehingga jarak pengereman jadi panjang. Mobil akan selip dan ini semua harus diantisipasi dengan mengurangi kecepatan seperti jalanan kering dan menjaga jarak pengereman,” kata Jusri Pulubuhu.

2. Jangan mengerem mendadak

Berkendaralah secara halus serta hindari pengereman mendadak karena dapat menggoyahkan cengkeraman kendaraan.

3. Jaga jarak aman dengan kendaraan yang berada di depan

Musim hujan juga menyebabkan rentan terhadap sistem kelistrikan kendaraan. Pengendara harus memperhatikan sistem kelistrikan.

4. Kabel dan ban

Kabel yang terkelupas hendaknya dibungkus ulang atau diganti. Sementara untuk soket-soket yang kendur dapat diperketat. Peranti vital lain pada kendaraan yang dipakai ketika hujan adalah ban.

Dalam hal ini Jusri Pulubuhu mengingatkan untuk memperhatikan ban sebelum berkendara menggunakan mobil atau juga motor. Dijelaskan bahwa tekanan angin pada ban memiliki peran penting.

5. Tekanan angin

Tekanan angin harus di bawah normal atau 2 psi dari normal, misalnya 30 psi jadi 28 psi agar memudahkan traksi, tetapi bukan berarti kempis karena jika kempis akan berbahaya.

6. Telapak ban

Telapak ban dari tread wear indicator/TWI yang ada pada sisi ban dengan simbol segitiga, tidak boleh kurang dari 2 milimeter.

Kalau mobil jip atau SUV tidak boleh kurang dari 4 milimeter, truk tidak boleh kurang dari 8 milimeter. Sementara untuk motor itu sama seperti mobil tidak boleh kurang dari 2 milimeter.

7. Umur ban

Tidak kalah penting yang harus diperhatikan pada ban saat musim hujan adalah umur ban. Umur ban tidak lewat dari empat tahun.

”Walaupun kondisi fisiknya masih terlihat bagus tetapi kua­litas karetnya sudah mengalami penurunan. Ini sangat mudah membacanya, terdapat pada dinding ban. Ada 4 nomor yang menunjukkan waktu produksi ban tersebut,” kata Jusri.***

You voted 'marah'.

Baca Juga

DFSK Gelar Program Super Experience Activity

BANDUNG, (PR).- rata-rata setiap tahun tercatat pertambahan kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalanan kota Bandung sebesar sebelas persen. Sehingga tak kurang dari 1,5 juta kendaraan bermotor ada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya.