Mesin Yamaha Vixion Cepat Panas? Begini Cara Mengatasinya

Radiator/TONI IRAWAN

TAK jarang pengguna Yamaha Vixion mengeluhkan soal kipas radiator mudah menyala meski perjalanan belum terhitung jauh. Kipas radiator menyala berarti mesin mengalami overheat sedangkan pendinginan kurang.

Sebenarnya masalah pada kipas radiator ada dua. Bisa kipas cepat menyala, atau yang lebih parah kipas tidak menyala.

Ada enam penyebab yang mungkin menjadi penyebabnya dan dapat dicek.

1. Salah memilih cover radiator

Di pasaran ada beragam cover radiator baik itu aksesori resmi yang dijual oleh pabrikan maupun produk aftermarket. Penggunaan cover radiator ini penting untuk mencegah kisi-kisi rusak karena terkena serpihan kerikil di jalanan.

Jika kisi-kisi pada radiator bengkok maka aliran udara menjadi tidak lancar, pilihlah cover radiator dengan desain mirip ram kawat agar aliran udara yang masuk ke kisi-kisi lancar. Jangan pernah membeli cover radiator dengan desain lubang-lubang yang kecil.

2. Posisi pelat nomor depan terlalu miring

Sebisa mungkin posisi pelat nomor dibuat lebih menghadap ke atas agar aliran udara yang menuju kisi-kisi radiator tidak menghadapi hambatan. Agar aman, bagusnya jika posisi pelat nomor dipindahkan saja ke bagian atas (depan speedo­meter seperti yang diapliasikan pada Yamaha Byson dan Xabre). Cuma memang dari sisi estetika kurang sedap dipandang.

3. Pengaruh suhu sekitar

Ini bisa kita rasakan jika kita tengah berkendara di saat cuaca sedang panas, apalagi dengan kondisi lalu lintas yang macet. 

4. Thermostat rusak

Efeknya, kipas tidak akan menyala atau jika pun menyala, menyalanya cepat padahal jarak yang ditempuh belum jauh. Fungsi thermostat adalah untuk menu­tup aliran coolant agar tidak langsung ke radiator. Tujuannya agar panas mesin cepat diperoleh pada waktu proses pemanasan awal. Setelah suhu mesin memasuki suhu kerja, thermostat secara otomatis akan terbuka sehingga coolant akan mengalir ke radiator untuk didinginkan.

5. Salah memilih pelumas

Pilihlah spesifikasi pelumas seperti yang dianjurkan oleh pabrikan yakni pelumas dengan nilai viskositas atau tingkat kekentalan 10w-40. Jika menggunakan pelumas yang lebih kental maka kinerja mesin menjadi berat dan kipas pun menjadi cepat menyala. Fungsi pelumas selain untuk melumasi bagian logam yang bergesekan, juga untuk mendinginkan.

6. Fairing hasil modifikasi tidak presisi

Yamaha Vixion sejatinya adalah motor sport naked alias tanpa fairing, tetapi terkadang ada penggunanya yang memodifikasinya dengan fairing custom. Sayangnya, fairing custom yang tidak presisi justru hanya akan menghambat aliran udara yang masuk ke kisi-kisi radiator. Lain halnya jika menggunakan fairing yang dibuat oleh pabrikan. Tentunya dibuat dengan sa­ngat presisi dan memperhitungkan sisi aerodinamis.***

Baca Juga

5 Motor Terbaik di Eropa Ini Ternyata "Made in China"

INDUSTRI sepeda motor Tiongkok ibaratnya sebuah labirin. Para pabrikan saling terkait bahkan tak jarang sering berbagi komponen, rebranding mesin dari perusahaan lain, atau meniru desain mesin dari pabrikan terkenal.

PENGENDARA tak dapat berbuat banyak melihat banjir yang memutus Jln. Amir Machmud Kota Cimahi, sementara pengendara sepeda motor yang nekat terjebak di tengah banjir, Senin (14/11). Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan banjir yang memutus Jln.

7 Tips Agar Sepeda Motor Tidak Mogok Saat Banjir

MESKI belum mencapai puncaknya, hujan dengan intensitas tinggi mulai sering terjadi. Karena tidak didukung oleh sarana dan prasarana perkotaan yang seharusnya, maka banjir sering terjadi.

5 Mobil Klasik yang Mengubah Wajah Otomotif Dunia

MOBIL-mobil Amerika telah menjadi pelopor di dunia otomotif sejak lama. Bahkan, jauh terjadi sebelum lahirnya Model T keluaran Ford di fasilitas perakitan mereka di Dearborb, Michigan, Amerika Serikat.