5 Motor Terbaik di Eropa Ini Ternyata "Made in China"

WK Bikes 650 MK/VISORDOWN

INDUSTRI sepeda motor Tiongkok ibaratnya sebuah labirin. Para pabrikan saling terkait bahkan tak jarang sering berbagi komponen, rebranding mesin dari perusahaan lain, atau meniru desain mesin dari pabrikan terkenal.

Meskipun citra motor asal negeri tirai bambu ini tidak begitu sedap dipandang mata pencinta roda dua, namun ternyata industri mereka berkembang dengan sangat cepat. Bagi sebagian besar pengendara di Eropa, motor dari pabrikan asal Tiongkok identik dengan skuter dan motor kapasitas kecil sebesar 125 cc.

Namun, ternyata segi kualitas juga ternyata mirip dengan motor-motor dari pabrikan asal Jepang. Berikut adalah daftar 5 motor "made in China" terbaik di pasar Eropa seperti dilansir laman Visordown:

1. CFMoto/WK Bikes 650MT

CFMoto adalah pabrikan sepeda motor asal Tiongkok yang bekerja sama dengan desainer asal Austria, Kiska. Mereka mengembangkan model terbaru mereka yaitu 150NK. 

CFMoto bukan satu-satunya pabrikan asal Tiongkok yang bekerja sama dengan pabrikan terkemuka. Beberapa pabrikan lainnya juga bekerja sama dengan pabrikan terkenal asal Italia, Jerman, Prancis, dan Jepang seperti Loncin bekerja sama dengan BMW, Zongshen (Piaggio), Qingqi (Suzuki dan Peugeot), Jianshe (Yamaha), Lifan (MV Agusta), dan Jialing (Honda).

Bahkan, pabrikan motor asal Tiongkok yaitu Qianjiang, menjadi pemilik dari pabrikan motor asal Italia yakni Benelli. Jika diamati, desain dari model WK Bikes 650MT ini memiliki banyak kemiripan dengan Kawasaki Versys 650.

Kebetulan mesin yang digunakannya pun sama berkapasitas 650 cc. Desainnya yang run­cing dan bergaya sport menjadikan 650MT itu menempati posisi puncak dari daftar 5 motor Tiongkok terbaik di Eropa.

2. Benelli Leoncino

Scrambler besutan pabrikan motor asal Tiongkok, Benelli, memiliki desain yang mirip dengan motor-motor keluaran pabrikan asal Italia. Maklum saja, Benelli adalah pabrikan motor asal Italia yang kemudian dibeli oleh pabrikan asal Tiongkok yaitu QianJiang.

Aura motor Italia sangat kental dengan model Leoncino ini. Dapur pacunya sendiri menggunakan mesin parallel twin berkapasitas 500 cc, yang juga digunakan oleh model TRK 502. TRK 502 adalah motor bergenre adventure keluaran Benelli yang dibeberkan untuk pertama kalinya ke publik di ajang pameran motor EICMA 2015.

3. CFMoto/WK Bikes 650NK

CFMoto 650 kembali masuk daftar dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang mendambakan motor sport naked besutan Kawasaki yaitu ER-6n. Motor dengan kubikasi 650 cc itu menggunakan format gaya Kiska.

Kiska sendiri bukan nama sembarangan di kancah balapan motor jalanan Isle of Man TT. Di pasar Inggris, CFMoto 650 dipasarkan dengan menggunakan nama model WK Bikes dan dibanderol seharga 4.799 pound atau sekitar Rp 84,7 juta.

4. Motrac MG500

Jika dilihat dari sisi tampilan, Motrac MG500 sangat mirip dengan Ducati Multistrada dan mesinnya telah memenuhi spesifikasi Euro4. Sementara mesinnya identik dengan Honda CB500 dan dibangun oleh sesama pabrikan asal Tiongkok yakni Loncin (yang juga digunakan untuk motor keluaran Loncin, termasuk bergenre sport naked dan mesin retro). Dari sisi harga, harga Motrac MG500 jauh lebih terjangkau dari Honda CB500X. 

5. Keeway/QianJiang/Generic/Benelli 600

Sementara brand Benelli digunakan di beberapa negara, mesin ini juga menggunakan nama QianJiang, Keeway, atau Generic di negara lainnya. Uniknya, perusahaan ini hanya menawarkan mesin empat silinder.

Sayangnya, teknologi yang ditawarkan oleh pabrikan motor yang berbasis di Kota Pesaro Italia ini terbilang teknologi lawas dan pastinya bukan pesaing kuat dari mesin empat silinder 600 cc keluaran pabrikan asal Jepang. Meskipun demikian, ini menunjukkan bahwa industri sepeda motor asal Tiongkok itu menuju ke arah yang benar.***

Baca Juga

Tips Aman Bermanuver di Jalan Raya

PENGENDARA sepeda motor perlu menyadari bahwa mereka memiliki risiko atau lebih rentan mengalami kecelakaan dibandingkan dengan pemakai mobil. 

Komunitas Otomotif Pelajar, Hilangkan Stigma Berandal Bermotor 

TASIKMALAYA, (PR).- Geng motor terkadang selalu diidentikkan dengan hal yang negatif.  Untuk menghilangkan stigma tersebut, kumpulan pelajar Kota Tasikmalaya membentuk Komunitas Otomotif Pelajar Kota Tasikmalaya, Sabtu, 31 Maret 2018.