Laporan dari Tokyo Motor Show 2017, Mobil Hibrid Kian Berkembang Tahun 2020

Daihatsu DN Pro Cargo/ERWIN KUSTIMAN/PR

ATAS undangan Daihatsu Motor Company, Pikiran Rakyat beserta 11 jurnalis Indonesia lainnya mengikuti kegiatan pre-event Tokyo Motor Show 2017 di Jepang.

Pada sesi konferensi pers di lokasi booth DMC TMS 2017, Tokyo, Jepang, Rabu 25 Oktober 2017, wartawan berwawancara dengan Presiden Direktur Daihatsu Motor Company Koichiro Okudaira. Berikut petikannya.

Bagaimana tren mobil listrik ke depan?

Sampai dengan saat ini, produksi utama kami masih mobil berbahan bakar bensin. Ke depan, tentu saja,  kami juga berorientasi untuk turut dalam pengembangan mobil listrik. Akan tetapi,  semua harus diawali dulu dengan pembangunan infrastruktur yang baik.

Kapan kira-kira tren mobil listri akan bisa dikembangkan?

Saya kira sekitar tahun 2020, tren mobil hibrida akan terus meningkat, khususnya di Jepang.  Meski saya belum tahu pasti kapan tepatnya mobil listrik akan benar-benar mendominasi jalanan kita.

Bagaimana dengan hal serupa di Indonesia?

Kita lihat saja. Saya juga pernah berdiskusi dengan salah seorang petinggi di Indonesia tentang wacana mobil listrik di Indonesia,  yang menjadi salah satu pasar terbesar kami. Persoalannya,  mobil listrik harganya mahal. Kami ingin dapat memproduksi mobil listrik tentu saja dengan harga terjangkau.

Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia untuk hal itu?

Paling pertama adalah infrastruktur. Itu dulu harus dibangun dengan baik,  yakni penyediaan dan pembangunan stasiun pengisian listrik.

Bagaimana dengan pasar otomotif Indonesia dalam pandangan Anda?

Indonesia termasuk pasar terbesar kami dan kami telah tumbuh berkembang dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Ke depan seiring dengan meningkatnya standar kesejahteraan,  permintaan pasar terus kami perhatikan. Namun, kami juga berharap persoalan infrastruktur dapat dikelola dengan baik, khususnya isu tentang kemacetan.

Di Tokyo Motor Show 2017, Daihatsu hadirkan 5 mobil konsep

Ajang Tokyo Motor Show 2017, yang resmi dibuka pada 27 Oktober 2017 dan berlangsung hingga 5 November 2017, menjadi pentas unjuk kekuatan sejumlah pabrikan dunia, utamanya pabrikan mobil asal negeri matahari terbit. 

Salah satunya adalah Daihatsu. Daihatsu Motor Co, Ltd (DMC) adalah perusahaan mobil Jepang tertua, yang dikenal dengan produk mobil-mobilnya yang berukuran kecil atau kompak (midget car) atau di Jepang disebut sebagai ”kei-car” atau mobil mini.

Daihatsu berkantor pusat di Ikeda, Prefektur Osaka. Pikiran Rakyat diundang Daihatsu Motor Company meliput pre-event Tokyo Motor Show (TMS) 2017, khususnya di booth DMC, bersama dengan ratusan wartawan internasional.

DN Multisix

Pada TMS kali ini, DMC memamerkan lima mobil masa depan, salah satunya Daihatsu DN Multisix yang diperkenalkan pertama kali pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIAS) 2017 lalu.

Selebihnya, benar-benar produk baru. Daihatsu memamerkan dua mobil mini dan tiga mobil kompak yang menggambarkan ”line-up” Daihatsu di masa depan. Misalnya, Daihatsu New (DN) ProCargo. Ini merupakan pengembangan dari model Daihatsu Midget yang diperkenalkan pertama kali di Jepang pada 1957 dan kemudian sukses di pasaran domestik negeri sakura. 

Di Indonesia, Daihatsu Midget dikenal dengan sebutan ”bemo”. DN ProCargo mengutamakan ruang kargo untuk mengangkut barang atau orang. Mobil ini adalah model EV komersial dengan memaksimalkan kenyamanan dari mobil mini (kei-car). Berbentuk tinggi, tetapi mungil. Bannya kecil sehingga pijakannya sangat rendah yang memungkinkan naik turun penumpang lebih mudah.

Seiring dengan peningkatan usia populasi di Jepang dan peningkatan kesempatan kerja bagi kaum wanita, mobil ini diharapkan menjadi mitra bisnis bagi kelompok masyarakat di semua kawasan dan setiap jenis industri.

Konsep DN Multisix sempat ditampilkan di GIIAS 2017 meski belum dipastikan apakah dan kapan dipasarkan di Indonesia. Meski awalnya sempat diprediksi jadi pengganti Avanza-Xenia, ternyata spesifikasinya masih di atas duo mobil sejuta umat tersebut. Mobil menggunakan mesin 1.500 cc.

Empat kursi di baris satu dan dua menggunakan captain seat. Fitur pada baris kedua memudahkan menuju dan memaksimalkan utilitas baris ketiga.

DN Compagno

Kemudian ada pula DN Compagno. Mobil ini adalah coupe empat pintu yang kompak yang mewarisi pendekatan desain Compagno asli yang diluncurkan pada 1963.

Sempat menjadi perhatian pada awal 1960-an karena ikut dalam Tour of Sahara, mobil ini memiliki desain unik layaknya mobil zaman dulu tetapi tetap stylish. DN Compagno dibangun dengan mesin turbo 1.000 cc dan mesin hybrid 1.200 cc.

DN U-SPACE

Inilah mobil mini yang lebih lega dan dipersembahkan khusus buat ”ibu-ibu muda” di Jepang. 

DN U-SPACE merupakan mobil fungsional yang mungil dan berdesain modern serta dipersenjatai mesin bensin 660 cc. Mobil ini menggabungkan sejumlah fitur kenyamanan, lega, pintu geser depan belakang dengan fungsi buka tutup hands-free, walk-through interior yang diaktifkan dari kursi depan, dan pandangan panorama pada kursi depan.

DN TREC

Mobil konsep berikutnya adalah DN TREC. Mobil ini hadir dengan perawakan mungil dan tangguh.

DN TREC mengusung mesin 1.200 cc Hybrid atau mesin turbo 1.000 cc. Mobil ini diarahkan untuk pemakaian sehari-hari dan untuk kepentingan para penggemar mobil hobi. ***

Baca Juga

Risalah Panjang Legenda Jalanan

“MOBIL ini sudah menemani saya sejak TK, saya diantar ke sekolah pakai mobil ini,” kata Nudiya Ghulam (21), mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Nasional, mengawali perbincangan.

Avanza Jadi yang Terlaris Sepanjang 2017

SECARA umum, penjualan mobil di Indonesia masih didominasi merek-merek eks Jepang. Merek-merek sekelas, Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi menjadi merek mobil yang tetap banyak diminati.