Kustomfest Jadi Barometer Dunia Kustom Kulture

Ojo Dumeh/ANWAR EFFENDI/"PR"
Lucky Draw yang disiapkan untuk tahun ini adalah sebuah motor Trike Kustom yang menggunakan konstruksi chopper di bagian depan dan rancang bangun suspensi ala mobil Porsche di bagian belakang yang diberi nama “Ojo Dumeh”.*

YOGYAKARTA, (PR).- Kustomfest telah menjadi barometer perkembangan dunia kustom kulture termasuk kreasi para builder dalam menampilkan karya-karya terbaiknya. Mengenai kualitas rancang bangun kendaraan yang disuguhkan, tentu sudah tidak diragukan lagi karena telah dikurasi oleh pihak Kustomfest termasuk scrutineering yang sangat ketat sehingga teriuji kelayakan jalannya.

“Kami banyak mendapat input dari para bintang tamu dari luar yang hadir kalau kualitas peserta Kustom Bike Show khususnya meningkat dari tahun sebelumnya. Ini yang membuat kami berinisiatif membuat tema besar tahun ini “No Boundaries” yang bisa diartikan menembus batasan-batasan yang ada dalam berkarya,” kata Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi.

Peserta Kustom Bike Show tahun ini mencapai 134 dengan rincian masing-masing untuk Main Class terdiri dari: Prostreet 7 motor, European Chopper & Bobber 2 motor, American Chopper & Bobber 15 motor, American Stock Custom 1 motor, FFA 14 motor, Cafe Racer 21 motor, Bagger 5 motor, Japan Chopper & Bobber 5 motor. Sedangkan di kelas Nitrohead terdiri dari FFA 32 motor, Choppy Cub 4 motor, Old & Retro 16 motor, Matic 1 motor. Sementara kelas khusus yakni Honda Scrambler 5 motor yang ikut didukung PT Astra Honda Motor dan Club Style 6 motor dengan disokong oleh Anak Elang Harley-Davidson.

Untuk display dan peserta kontes mobil di kelas Airkooled terdapat 3 mobil, Muscle Car 5 mobil, Hot Rod Custom 4 mobil, Low Rider 3 mobil, Pickup 7 mobil, Japan Retro Car 2 mobil, dan juga highlight khusus Pick Paradise yang menampilkan 7 mobil. Total dispay dan mobil yang didisplay berjumlah30 mobil.

Di ajang Kustomfest 2017 – No Boundaries juga akan menjadi kickoff program Indonesia Attack yang dinisiasi oleh KUSTOMFEST dalam mewadahi para builder muda Indonesia untuk bisa tampil di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show di Jepang pada Desember mendatang.

“Saya percaya saat ini hasil karya dari builder Indonesia sudah bisa bersaing dengan builder asing, dengan hadirnya karya-karya Indonesia di sebuah ajang kustom internasional saya berharap dapat menarik perhatian dan pemberitaan dari media-media dari luar negeri sehingga mereka mau datang ke Indonesia dan melihat perkembangan kustom Indonesia,” ujar Lulut.

Highlight lain dari acara tahun ini adalah Royal Enfield Rebuild Classic Challenge dari PT Distributor Motor Indonesia, selaku diler resmi Royal Enfield di Indonesia yang sudah memilih beberapa builder seperti Lemb Inc, Katros Garage, 8 Garage, Kweni 5 Custom, Atelier Tjap Macan, Kedux Garage, Studio Motor, Darizt Design dan DGS Garage untuk memperlihatkan kreativitas mereka dalam bentuk desain menggunakan basis motor Royal Enfield.

PT Piaggio Indonesia juga akan menghadirkan salah satu artis pinstripe legendaris dari Jepang, Hiro “Wildman” Iishi yang akan menggoreskan kelihaiannya melukis dengan sebuah motor Vespa sebagai kanvasnya. Menuju Kustomfest 2017, Piaggio Indonesia juga menggelar touring dari Bogor dengan mengajak pemilik Vespa, Piaggio, Moto Guzzi menjelajahi kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Acara puncak pada hari minggu akan ditutup dengan pengundian Lucky Draw bagi pembeli yang sudah membeli tiket masuk Kustomfest 2017 – No Boundaries seharga Rp 50.000,-. Lucky Draw yang disiapkan untuk tahun ini adalah sebuah motor Trike Kustom yang menggunakan konstruksi chopper di bagian depan dan rancang bangun suspensi ala mobil Porsche di bagian belakang yang diberi nama “Ojo Dumeh”.

Lulut menambahkan tema “No Boundaries” juga menjadi inspirasi baginya untuk membuat sebuah Lucky Draw yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Lucky Draw ini saya siapkan dengan waktu pembuatan sekitar dua bulan mulai dari pembuatan frame sampai dengan tahap finishing, nama “Ojo Dumeh” ini saya pilih menggunakan salah satu ungkapan dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih adalah jangan pernah merasa tinggi hati” jelas Lulut.***

Baca Juga

Panitia Kustomfest 2017 Berlakukan Seleksi Ketat

YOGYAKARTA, (PR).- Gelaran Kustomfest 2017di Jogja Expo Center (JEC), 7-8 Oktober melibatkan 150 motor dan 40 mobil. Namun jumlah tersebut merupakan setengah dari calon peserta yang mendaftar.

Royal Enfield Memilih 4 Builder Terbaik

YOGYAKARTA, (PR).- Brand motor legendaris Royal Enfield memilih 4 builder dengan konsep modifikasi terbaik yang berpartisipasi dalam ajang kompetisi modifikasi motor bertajuk RE-BUILD: The Classic Challenge.

Motor Trike untuk Pengunjung Kustomfest 2017

YOGYAKARTA, (PR).- Panitia akan menyiapkan satu unit motor trike kustom sebagai lucky draw di gelaran Kustomfest 2017-No Boundaries, 7-8 Oktober di JEC Yogyakarta.