Mengenal Ban Sepeda Motor, Mana Paling Baik?

Honda NM4 Vultus/DEDEN IMAN/PR

ADA beberapa komponen pendukung guna mendapatkan kenyamanan saat berkendara di atas sepeda motor, salah satunya ban. Komponen yang terbuat dari karet ini bertugas untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Fungsi lain adalah sebagai sistem peredam terhadap guncangan sepeda motor sehingga dapat meningkatkan kenyamanan saat berkendara.

Ban untuk sepeda motor terdapat dua jenis yakni tipe tubetype dan tubeless. Ban jenis tubetype merupakan ban yang menggunakan innertube alias ban dalam dan umumnya digunakan untuk sepeda motor yang menggunakan pelek jenis spoke-wheel alias pelek jari-jari. Lain halnya dengan ban jenis tubeless, lazim digunakan sepeda motor yang telah menggunakan pelek jenis casting-wheel (CW) atau lebih dikenal sebagai pelek racing.

Sementara dari sisi kontruksi, ban jenis tubeless terbagi ke dalam dua jenis yaitu tipe bias (yang juga dikenal sebagai ban cross ply) dan radial. Lalu, apa sih yang membedakan keduanya? Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak digunakan. Perbedaan paling mendasar antara radial dengan bias yaitu pada bagian konstruksinya.

Ban radial punya kontruksi sudut carcass cord 90 derajat terhadap garis tengah ban dan menggunakan lapisan steel belt dari serat baja. Steel belt inilah yang menjadikan kontruksi ban jenis radial jauh lebih rigid, kekar, tahan guncangan, tidak cepat aus dan tentunya lebih ringan. Hal itu karena lapisan penguat yang digunakannya. Pada ban depan sama-sama menggunakan 3 ply karena memiliki fungsi sebagai pendukung handling dan stabilitas. Sedangkan ban belakang radial hanya menggunakan 2 ply. Bandingkan dengan ban tipe bias yang menggunakan 4 ply.

Selain itu, bagian dari ban yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat dengan semacam sabuk pengikat yang dinamakan breaker atau belt. Ban jenis radial hanya mengalami sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi dan ban ini memiliki rolling resistance yang kecil.

Boleh jadi ban jenis radial ini merupakan pengembangan selanjutnya dari ban bias. Sementara untuk jenis bias menggunakan sudut carcass cord 45 derajat dari garis tengah ban yang diletakkan secara diagonal dan bersilangan, kerangkanya menggunakan bahan dari nilon. 

Bagaimana membedakanya?

Selain dari sisi konstruksi, ciri lainnya yang menandakan bahwa ban tersebut adalah tipe radial yakni dengan ada embel-embel huruf "R" atau tulisan "Radial" pada dinding ban. Jika dilihat secara fisik memang tidak bisa dibedakan antara ban radial dan bias. Bila kita periksa pada bagian dinding ban dan tidak menemukan kode "R", bisa dipastikan bahwa ban tersebut adalah tipe bias. Cara lainnya yakni dengan mengangkatnya. Ban radial memiliki bobot lebih ringan.

Ban bias saat menyentuh jalanan menekan ke arah depan dan belakang. Sementara ban radial melebar ke kanan dan ke kiri dari permukaan ban. Ini membuat ban radial memiliki grip yang jauh lebih banyak daripada ban jenis bias, sehingga daya cengkramnya jauh lebih bagus.

Sifat lainnya yang dimiliki oleh ban radial yakni daya tahan terhadap panas yang lebih baik daripada bias. Distribusi panas yang merata diyakini membuat ban jenis radial memiliki usia pakai yang jauh lebih lama. 

Ban radial dibuat untuk bisa tahan panas, tahan gesekan dan perubahan terhadap cuaca. Itulah kenapa ban radial lebih awet daripada jenis ban bias. Performa ban jenis ini jauh lebih baik sehingga tetap stabil di berbagai kondisi jalan.

Dengan adanya perbedaan struktur dan daya tahan antar kedua jenis ban ini, tentunya dari sisi harga pun memiliki perbedaan. Ban jenis radial umum digunakan pada motor sport kelas 150cc ke atas. Berbagai keunggulan ban radial tentu saja berpengaruh pada sisi ekonominya. Harga ban radial dibanderol lebih mahal jika dibandingkan dengan ban jenis bias.***

Baca Juga

DFSK Gelar Program Super Experience Activity

BANDUNG, (PR).- rata-rata setiap tahun tercatat pertambahan kendaraan bermotor yang lalu-lalang di jalanan kota Bandung sebesar sebelas persen. Sehingga tak kurang dari 1,5 juta kendaraan bermotor ada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya.