Menciptakan Keunggulan PT

Sulaeman Rahman Nidar

Dosen Departemen Manajemen dan Bisnis FEB Unpad Bandung

SAAT ini banyak dibahas mengenai praktik kecurangan di Perguruan Tinggi (PT) yang dilakukan oknum tertentu, seperti jual beli nilai, melakukan plagiasi terhadap skripsi, tesis, dan disertasi. Banyak pertanyaan yang muncul, mengapa PT sebagai lembaga ilmiah melakukan praktik tersebut. Diperlukan PT yang mempunyai keunggulan daya saing sehingga PT terhindar dari praktik tidak terpuji.

Sebagai lembaga pendidikan, perguruan tinggi saat ini menemui kesulitan dalam pembiayaan atau cost yang harus dikeluarkan oleh lembaga, dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi saat ini cukup tinggi, dibandingkan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) yang dibayarkan oleh mahasiswa. Benefit dan cost di perguruan tinggi adalah hal yang menjadi perhatian para penyelengara pendidikan tinggi. Pemerintah telah banyak memberikan subsidi pada penyelenggaraan pendidikan tinggi, namun dirasa kurang memadai.

Jumlah perguruan tinggi (PT) di Indonesia 4.504 PT (data Mei 2017), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ada 3.136, sedangkan jumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ada 122. Bila diteliti ternyata sebagian besar PT berada di Pulau Jawa dan Sumatra, dan penyebarannya tidak merata untuk berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan tinggi di berbagai kota seperti Jakarta , Bandung, Surabaya, Yogjakarta, Semarang, dan kota besar di Pulau Jawa . Persaingan yang cukup signifikan karena jumlah calon mahasiswa diperebutkan oleh banyak PT.

Banyaknya PT yang terpaksa ditutup atau dicabut izinya, disebabkan berbagai faktor, selain persaingan, perkembangan teknologi, juga perkembangan kebijakan pemerintah dalam tata kelola PT, kebijakan otonomi daerah, dan kondisi lainnya. Misalnya berkaitan adanya keterbukaan atau persaingan global, selain persaingan PT di dalam negeri, juga adanya promosi dari PT luar negeri berakibat pada banyaknya calon mahasiswa memilih kuliah di luar negeri.

Permintaan kualitas lulusan yang akan bekerja , yang diminta oleh pengguna semakin tinggi, dan adanya tuntutan dari standardisasi atau akreditasi atau standardisasi profesi, juga menjadi hal yang saat ini menjadi penyebab persaingan menjadi semakin nyata. PT menjadi berlomba-lomba membuat program-program yang menunjang peningkatan kualitas lembaganya. Hal ini menguntungkan bagi semua pihak. PT menjadi baik, dan lulusannya berkualitas, masyarakat merasa puas.

Tantangan & Peluang

Tuntutan kualitas menyebabkan PT harus berhati-hati dalam menjalankan tata kelolanya, seperti tuntutan untuk mendapat nilai akreditasi terbaik, menjadikan PT lebih hati-hati memenuhi standar yang dijadikan penilaian. Akreditasi saat ini tidak saja akreditasi secara nasional, tetapi juga akreditasi internasional, sehingga PT bisa menarik calon mahasiswa dari luar negeri. Tercapainya akreditasi harus juga dibuktikan dengan program kerja dan realisasi tentang mutu dari SDM yang menjalankan kegiatan PT, seperti dosen dan tenaga kependidikan.

Untuk meningkatkan kualitas tersebut, memerlukan dana yang cukup besar dan usaha sungguh-sungguh dari manajemen PT. Belanja teknologi informasi dari PT, akan meningkat secara tajam karena salah satu yang bisa meningkatkan kualitas PT, tidak hanya sarana fisik seperti bangunan, tetapi juga pelengkap lainnya yaitu infrastruktur untuk teknologi informasi. Persaingan antar PT sudah dirasakan baik secara nasional dan internasional. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan melakukan perbaikan pada kegiatan operasional.

Tantangan dan peluang merupakan dua hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan perbaikan pada operasional organisasi. Inovasi perlu dilakukan oleh PT, untuk bisa menjadi pemenang pada persaingan nasional dan internasional. Cara baru adalah hal yang biasanya sulit diterima oleh para pelaksana , sehingga pada level pimpinan harus memiliki pola leadership yang adaptif terhadap bawahannya.  Anggaran PT Inovasi tidak akan mungkin muncul bila tidak ada kecemasan atau kewaspadaan pelaku kegiatan organisasi (Patricia Aburdane, 2006).

Analisis peluang, tantangan , kekuatan dan kelemahan organisasi memunculkan kebutuhan inovasi, untuk memenangkan persaingan. Program kegiatan berbasis pada inovasi, telah menimbulkan penganggaran sebagai pendukung keberhasilan kegiatan PT. Sebelum penganggaran dibuat , maka dibutuhkan program untuk memperkuat daya saing suatu PT. Program yang bisa dilakukan adalah memperbaiki kualitas input, proses dan output. Berikutnya adalah pengembangan kerja sama dan sistem informasi.

Anggaran yang dibutuhkan untuk proyeksi , dimana kondisi PT sesuai dengan penjelasan di atas, maka dibutuhkan pada penekanan atau fokus pada kegiatan untuk membiayai kegiatan diversifikasi pada penerimaan berkelanjutan, seperti penerimaan dari penelitian atau kerja sama lembaga untuk tidak memfokuskan pada penerimaan SPP sebagai faktor utama penerimaan. Semua komponen perlu dilibatkan untuk diverfikasi ini, misalnya melibatkan unit bisnis yang bisa mendukung kegiatan ini, seperti adanya kerja sama dengan unit bisnis akomodasi para mahasiswa.

Efisiensi proses, merupakan salah satu untuk bisa bersaing dengan baik, seperti memperbaiki proses registrasi mahasiswa, diperlukan alat dan tenaga SDM yang terampil dan mengusai, jadi anggaran untuk pelatihan SDM menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi proses. Biaya tetap berhubungan positif dengan besarnya kuantitas produk atau jasa yang harus diproduksi, supaya terjadi keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran. Sehingga penentuan biaya tetap yang besar akan menyebabkan suatu organisasi akan susah menjadi efisien pada pengeluaran yang semestinya dikendalikan. Seperti jumlah tenaga tetap suatu PT akan menjadi penghambat efisiensi karena tidak diproyeksikan secara jangka panjang dan untuk kebutuhan di masa datang.

Investasi pada teknologi informasi menjadi murah bila menghasilkan tiga hal, pertama TI telah membantu dalam keputusan operasional organisasi, kedua TI telah menciptakan keunggulan daya saing, dan ketiga TI telah membantu operasional organisasi. Anggaran TI yang besar bisa memberikan manfaat yang besar bagi daya saing organisasi. Anggaran yang besar tidak menjamin keberhasilan organisasi mencapai tujuannya, yang baik adalah anggaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi oleh organisasi. Keberhasilan organisasi tergantung pada kapasitas dan kompetensi untuk merespons kebutuhan internal dan eksternal. Organisasi yang baik adalah mereka yang mempunyai keunggulan daya saing , dan akhirnya bisa memiliki kinerja baik berkelanjutan.***