Investasi Ilegal

Sulaeman Rahman Nidar

Dosen Departemen Manajemen dan Bisnis , Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Bandung

PERENCANAAN  keuangan  saat ini semakin dirasakan penting bagi individu,  di tengah  tingkat perkembangan ekonomi Indonesia dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi atau di atas 5% per tahun. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan menyebabkan tingkat pendapatan per kapita  meningkat. Berdasarkan data BPS pendapatan per kapita  tahun 2015  (Rp 45,18 juta per tahun ) dan tahun 2016 (Rp 47,96 juta per tahun).  Adanya peningkatan pendapatan masyarakat diperlukan diseminasi suatu pemahaman bagaimana mengelola pendapatan  atau perencanaan keuangan secara baik bagi masyarakat.

Pengelolaan keuangan dimulai dengan adanya perencanaan keuangan yang dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat yang bisa mengelola keuangan yang baik akan memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat. Sangat baik sekali bila masyarakat memulai perencanaan keuangan dan investasi yang dibuat secara baik dan benar.

Perencanaan keuangan yang baik, juga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan pengelolaan keuangan. Masyarakat yang baik pengelolaan keuangannya akan terhindar dari iming iming investasi illegal yang merugikan, seperti kegiatan First Travel.

Untuk membuat perencanaan keuangan dan investasi perlu diperdalam mengenai konsep  menabung dan investasi , risiko dan keuntungan, sikap kepuasan dan sifat rakus, serta optimal dan maksimal. Konsep menabung dan investasi, adalah konsep yang baik diterapkan dalam pembuatan perencanaan keuangan. Menabung adalah menyimpan uang yang tidak dikonsumsi oleh individu untuk disiapkan pada saat ada kebutuhan di masa  datang. Menabung bisa direncanakan untuk kemudian dijadikan dana yang siap diinvestasikan. Ada perbedaan menabung dan investasi. Menabung berarti mempunyai tujuan hanya untuk menyimpan dan berjaga-jaga, sedangkan investasi berarti menanamkan dana yang tidak digunakan untuk konsumsi dan menabung , kemudian dialokasikan pada investasi.

Investasi bisa dikatakan disiapkan untuk jangka panjang, sedangkan menabung disiapkan untuk keperluan berjaga-jaga di masa  datang , dalam waktu yang berdurasi jangka pendek. Investasi selain untuk menyimpan aset juga bisa digunakan untuk memperoleh keuntungan dengan memberdayakan aset yang bersifat produktif, seperti dalam bentuk kerja sama dengan pihak lain, misalnya bentuk penyertaan kepada pihak lain berupa saham yang dibeli dari pihak lain. Investasi banyak bentuk intrumennya, bisa diperoleh keuntungan yang tetap bila dialokasikan pada aset yang memberikan pendapatan tetap , seperti obligasi. Bisa juga diinvestasikan pada aset yang memberikan pendapatan didasarkan pada fluktuasi usaha, seperti dialokasikan pada investasi pada pasar modal di instrumen  saham.

Konsep yang perlu dipahami pada menabung dan investasi, adalah konsep mengenai risiko dan keuntungan. Masing-masing instrumen memiliki risiko dan keuntungan, dan konsep yang digunakan adalah semakin tinggi risiko dari instrumen investasi akan menghasilkan keuntungan yang tinggi, demikian sebaliknya. Investasi di instrumen obligasi mempunyai risiko yang rendah, dan hasil keuntungan juga rendah, berbeda bila investasi pada saham, akan mempunyai risiko  tinggi disebabkan oleh fluktuasi harga saham yang tinggi , dan keuntungan yang diperoleh dari investasi pada saham akan diperoleh return  tinggi pula.

Biasanya para investor akan berusaha membuat hasil investasinya dengan tingkat keuntungan yang tinggi, dan berharap menghindari risiko, atau menginginkan risiko yang rendah. Hal ini selalu menjadi peluang bagi pelaku atau perusahaan investasi dengan cara menawarkan peluang investasi yang mengarah kepada produk investasi ilegal, dengan menawarkan investasi yang memberikan return yang tinggi dengan risiko yang rendah.

Bagi investor yang tidak hati-hati akan tertipu, karena investor yang mempunyai sifat serakah akan mengikuti ajakan investasi ilegal. Sifat serakah dari investor menyebabkan tidak mempertimbangkan terhadap risiko yang besar, tetapi mereka lebih fokus  kepada pertimbangan hasil atau keuntungan yang maksimal, bukan optimal. Para investor yang baik adalah mereka hati- hati dan tetap berpedoman bahwa bila ingin memperoleh hasil yang tinggi, perlu diperhatikan izin dari perusahaan investasi atau yang menawarkan investasi, juga masalah risiko investasi yang melekat pada instrumen tersebut.

 

Ciri-ciri

Ciri-ciri investasi yang ilegal adalah investasi yang perizinannya tidak ada , atau disalahgunakan, atau tidak sesuai dengan izinya. Ciri lainnya bila investasi menawarkan keuntungan yang tinggi atau diatas keuntungan normal.  Saat ini banyak investasi ilegal di sekitar lingkungan para investor, dan terus tidak bosan untuk menarik minat investor. Usaha untuk mencegah terjadinya penipuan investasi sudah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu dengan tidak bosannya melakukan diseminasi mengenai investasi yang baik dan menguntungkan, dan mencegah penyebaran investasi ilegall. Saat ini investasi ilegal juga dihubungkan dengan masalah agama, seperti haji dan umrah, sehigga kehati-hatian perlu, niat suci perlu dipelihara yaitu dengan perencanaan keuangan yang baik.

Perencanaan keuangan akan memberikan skala prioritas berdasarkan rencana yang akan dilaksanakan untuk masa yang akan datang. Pertama, adalah merencanakan investasi untuk ke depan perlu ditentukan untuk jangka panjang, dan menabung untuk berjaga-jaga perlu disiapkan sebelum dilakukan perencanaan besarnya pengeluaran.

Pengeluaran biasanya akan mengikuti penerimaan, hal ini harus bisa diubah dengan mengutamakan nilai investasi yang akan direncanakan, dan baru ditetapkan besarnya pengeluaran. Nilai investasi bukan hasil sisa atau saldo penerimaan dikurangi pengeluaran, karena pengeluaran  akan mengikuti penerimaan. Penerimaan yang besar akan mendorong pada pengeluaran yang besar pula. Pada perencanaan keuangan sangat penting untuk menetapkan investasi, hal ini akan memberi motivasi untuk mencapai hal lainnya, dalam rangka menuju tujuan, misi dan visi yang telah ditetapkan, yaitu kesejahteraan individu lahir dan bathin atau kebahagian di dunia dan akhirat. ***