Opini

Mahar Politik

Tentu tidak ada yang keliru dengan mimpi siapa pun yang berminat menjadi gubernur atau jabatan publik lainnya. Terkenal atau tidak. Tapi sejauh mana mimpi itu bisa direalisasikan dan berfaedah? Yang sering terjadi  karena tidak punya kemampuan  yang tadinya bertekad membenahi  birokrasi justru  terbawa arus limbo kekuasaan.

 BEI & Kerawanan Bangunan

Standardisasi industri logam dan permesinan merupakan program multi disiplin. Berbagai eselon terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS), LIPI, Sucofindo, ASIMPI, dan entitas industri logam dasar harus segera konsolidasi guna menuntaskan prosedur standardisasi produk. Apalagi logam murah dari Cina dengan kualitas dibawah standar bisa leluasa masuk pasar Indonesia. Bahkan logam murah semacam itu juga terserap atau banyak digunakan untuk keperluan proyek infrastruktur publik.

Kejahatan terhadap Anak

Untuk itu sekali lagi, perlu lebih banyak program pencegahan yang menyasar laki-laki dan melibatkan laki-laki dengan menitikberatkan pada tujuan spesifik yakni mentransformasikan pola relasi yang timpang antarjenis kelamin dan status sosial dengan mengubah nilai-norma maskulinitas patriarkhi menjadi nilai-nilai kesetaraan dan berkeadilan dimana didalamnya terkandung  penghargaan terhadap sesama

Tantangan Gubernur Jabar

Tantangan itu   adalah  pertama  bagaimana mengelola urbanisasi. Membenahi urbanisasi yang telah terjadi dan menata serta  mengarahkan urbanisasi yang masih akan terjadi di masa datang.  Urbanisasi bukan hanya soal konsentrasi dan migrasi penduduk, tetapi juga soal sumber pendapatan, perilaku dan cara berpikir masyarakat. Bagaimana menyikapi keagresifan  pengembangan termasuk dalam upaya mengelola urbanisasi.  

Pencalonan  (Masih) “Oligarki”

Prinsip-prinsip demokrasi yang dijadikan pilar penyelenggaraan negara ini memang sejatinya menjadi prinsip-prinsip parpol. Parpol adalah miniatur sebuah negara. Manajemen demokrasi dalam sebuah negara selayaknya diujicobakan dalam manajemen parpol. Hanya parpol yang sudah memainkan manajemen demokrasi baik saja yang layak dan berhak diberikan kesempatan untuk menerapkannya dalam manajemen penyelenggaraan negara. Bagaimana bisa, parpol bermanajemen dinasti, kroni, sentralistik, dan “oligarki” harus mengelola negara dalam manajemen demokrasi.

Menyongsong Tahun Politik

Konflik pada skala tertentu merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Bukan sebagai bentuk seleksi alam, melainkan sebagai satu mekanisme pertukaran nilai dalam masyarakat. Untuk itu, kompetisi politik di suatu wilayah, harus dilandasi oleh semangat untuk menemukan satu sintesa baru kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan yang akan dihadapi oleh suatu daerah ke depan. Dalam kerangka inilah, campur tangan pusat yang terlalu besar dalam kompetisi daerah, akan menjadikan konflik ini tidak terjadi secara alamiah. Dan yang pasti, tidak akan muncul satu kepemimpinan otentik yang memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjawab tantangan-tantangan daerahnya.

Bongkar Pasang Cagub-Cawagub

Kembali ke fenomena politik menjelang pemilihan gubernur di tanah Sunda. Beralihnya wacana pencalonan pasangan gubernur dan wakil gubernur di daerah ke  pusat, sekali lagi, menjadi semacam penanda bahwa demokrasi tidak tumbuh di tubuh partai. Partai politik gagal membangun institusi demokrasi yang sehat: pusat menjadi sangat dominan di satu sisi dan pada sisi lain daerah menjadi sangat tergantung.

“Ancaman” Ekonomi Digital

Teknologi digital siap mengubah masa depan dan kehidupan. Otomatisasi, big data, IoT (internet of thing), kecerdasan buatan (AI), dan bisnis model baru 'sharing economy' dipastikan akan mempengaruhi 50% perekonomian dunia. Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia pun tidak bisa lepas dari tren tersebut. 

Trump dan Demokrasi Oligarki

Warga Amerika mulai menyadari bahwa Trump hendak membuat pemerintah AS menjadi oligarki yang bertentangan dengan semangat New Deals FDR. Mereka pun mengecam kebijakan Trump yang membuat popularitas Trump menurun ke tingkat terendah sejak sang miliuner memenangi pilpres pada November 2016 lalu. Berdasarkan data yang dikutip The Guardian, 24 Desember 2017, tingkat popularitas Trump anjlok ke level 35 persen. Padahal beberapa bulan lalu popularitas Trump masih di atas 50 persen.

Alih Kelola Masih Bermasalah

Tahun 2017, merupakan titik awal SMA dan SMK dikelola  Provinsi. Pada persiapan alih kelola, Kepala Dinas Pendidikan Jabar yang menjabat saat itu, Asep Hilman menjelaskan persoalan yang paling krusial dibenahi adalah pemerataan guru. Asep menyebutkan jumlah guru di Jawa Barat itu sebenarnya mencukupi. Namun tidak tersebar secara merata. Total jumlah guru SMA dan SMK mencapai 39.346 orang. Sedangkan jumlah SMA sebanyak 1.326 sekolah dan SMK 2.358 sekolah.

Mencari Sosok Pemimpin Jabar

Umumnya, masyarakat terutama para pemilih pemula cenderung memilih calon gubernur berdasarkan atas popularitas mereka. Hal ini tentu wajar, mengingat figur-figur populer ini lebih mudah diakses data-datanya. Sayangnya, pemahaman mereka terhadap rekam jejak figur-figur populer tidak cukup memadai untuk dapat memprediksikan tingkat keberhasilan figur-figur populer tersebut dalam menyelesaikan persoalan-persoalan paling penting di daerahnya jika kemudian terpilih menjadi kepala daerah. 

Mengembalikan Muruah Radio

Untuk menghadapi persaingan dan pesatnya perkembangan teknologi, radio tak bisa sendiri. Perlu upaya bersama di bawah naungan organisasi PRSSNI, yang kini sudah memasuki usia 43 tahun. Organisasi tempat berhimpunnya stasiun radio dan insan radio swasta di Indonesia ini, harus menjalankan visinya sebagai pagar budaya bangsa, serta media untuk mencerdaskan bangsa. Seperti yang tertulis dalam lirik mars PRSSNI, “PRSSNI pagarnya budaya bangsa, menggalang kreasi pemacu karya cipta. PRSSNI mengamalkan Pancasila, berjuang dan bekerja mencerdaskan bangsa”