Adu Gengsi di Grand Final Proliga 2017

Gresik Petrokimia vs Jakarta Pertamina Energi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Gresik Petrokimia, Spelman (kanan), melepaskan smes yang coba diblok dua pemain Jakarta Pertamina Energi, Anna dan Asih pada pertandingan Proliga Voli 2017 di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Jumat 14 April 2017 malam. Laga tersebut dimenangkan Jakarta Pertamina Energi dengan skor 25-2, 25-6, 25-18.*

YOGYAKARTA, (PR).- Grand Final Proliga 2017 akan berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu 23 April 2017. Pertandingan ini dipastikan akan menyuguhkan partai yang menarik dan menghibur. Pelaksanaan laga final di luar Jakarta ini merupakan kali kedua setelah 2015 lalu.

Laga final Proliga kategori putri, kembali akan memperlihatkan partai ulangan tahun lalu. Juara bertahan Jakarta Electric PLN akan ditantang Pertamina Jakarta Energi. Sementara di kategori putra, Jakarta Pertamina Energi akan bertemu Palembang Bank SumselBabel.

Pertamina di tahun ini memiliki ambisi untuk bisa mengawinkan gelar juara. Sebaliknya, PLN juga memiliki misi tersendiri, yakni merebut gelar juara terbanyak di kategori putri. Sebelumnya mereka telah lima kali mengangkat trofi juara pada 2004, 2009, 2011, 2015, dan 2016. Sementara Bank Sumsel, sama dengan PLN juga bertekad bisa kembali mengangkat trofi gelar ketiganya, setelah 2011 dan 2013 lalu.

"Kami yakin, final Proliga ini akan sangat menarik dan menghibur. Apalagi, Yogyakarta memiliki penonton yang fanatik terhadap bola voli. Setiap pertandingan selalu ramai dibanjiri penonton. Dua tahun lalu penonton membeludak," kata Direktur Proliga Hanny S Surkatty dalam jumpa pers di Hotel Novotel, Yogyakarta, Jumat 21 April 2017 sesuai rilis yang dikirimkan oleh Humas PBVSI.

Pertamina Putra bersemangat

Pertamina putra, menegarkan mereka akan tampil habis-habisan di partai puncak nanti. Mereka berharap akan dapat dukungan dari para penonton Yogakarta. Pelatih Pertamina Putra, Putut Marhaento mengungkapkannya. "Kami belum pernah merasakan gelar juara sejak tampil pertama kali di kompetisi ini. Jadi kami pasti akan tampil maksimal dengan segala kemampuan. Kami berharap dukungan dari para penonton di Yogya," katanya.

Bagi publik Yogya, sosok Putut memang tidak asing lagi. Dia pernah menjadi pelatih klub Yuso Tomkins Yogyakarta dan terlebih hampir separuh para pemain Pertamina tahun ini diisi oleh pemain Yuso. Dia juga pernah mengantarkan putra PLN merebut gelar di Among Rogo. Hingga Putut pun berharap dia bisa kembali mengulang suksesnya disini.

Dari Bank Sumsel, pelatih Samsul Jais mengatakan, tim asuhannya juga tidak mau kalah saing. Setelah tiga kali kekalahan atas Pertamina di empat pertandingan sebelumnya di babak regular, kali ini, dia mengaku anak asuhkan siap tampil all out untuk balaskan "dendam".

"Pertamina tahun ini merupakan tim yang sangat kuat. Namun, kami telah mempersiapkan diri tampil di final. Kita siap tampil all out," kata pelatih asal Bandung tersebut.

PLN Putri siap jejerkan gelar

Di bagian putri, PLN bertekad membuat sejarah dengan menjadi satu-satunya tim yang meraih tiga gelar secara beruntun. "Kami tentu saja ingin gelar juara itu. Kami berharap dapat mengalahkan mereka. PLN dan Pertamina sama-sama sudah tahu kekuatan dan kelemahan satu sama lain, siapa yang lebih kuat, dia yang akan menang," kata asisten pelatih PLN, Abdul Muin.

Namun, Pertamina putri tidak mau kalah. Meskipun terbilang tidak diunggulkan, tapi Pelatih pertamina Risco Herlambang memandang timnya sanggup bersaing.

"Di musim ini rekor pertemuan antara Pertamina putri dan PLN 1-3, tapi bukan berarti kita terseok-seok. Buktinya kami bisa mencapai final. Kami akan buktikan bahwa terseok-seok di awal bukan berarti juga terseok-seok di partai puncak," imbuhnya.

Hadiah berlimpah

Pada partai puncak nanti, akan dipilih juga pemain terbaik (MVP) masing-masing untuk putra dan putri dengan hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta dan piala. Selain itu, akan dipilih pula pelatih terbaik untuk sektor putra dan putri dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dan piala. Juara pertama Proliga 2017 akan menerima hadiah uang pembinaan Rp 200 juta dan kedua Rp 100 juta untuk masing-masing putra dan putri.

Untuk peringkat ketiga dan empat penyerahan hadiah sudah dilakukan di final four putaran kedua di Bandung, pekan lalu. Dimana rangking III putra putri diraih oleh Jakarta BNI Taplus dan Jakarta PGN Popsivo Polwan. Mereka mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 75 juta. Sedangkan untuk peringkat IV dihuni oleh putra Bhayangkara Samator dan putri Gresik Petrokimia dengan uang pembinaan senilai Rp 50 juta.

Pertandingan final akan dimulai pukul 12.00 WIB dan akan disiarkan secara langsung oleh MNC Sport dan INews TV. Serta bisa disaksikan secara langsung melalui live streaming di Youtube Proliga 2017.***

Baca Juga

ISSI Dapat Dukungan Dana Segar untuk Pelatnas Asian Games

JAKARTA, (PR).- Menghadapi Asian Games 2018, PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) mendapatkan dukungan dana segar dari produsen sepeda gunung, Pasific Bike khusus untuk pengelolaan Pelatnas disiplin cabor MTB (sepeda gunung) nomor cross

Proliga 2018, Jabar Punya Dua Wakil

JAKARTA, (PR).- Musim baru kompetisi bola voli tertinggi di tanah air Proliga 2018 akan segera dimulai pada awal tahun depan. Tidak ada perubahan peserta di Proliga musim ini.