Kevin-Marcus dan Ahsan-Hendra Siap Tempur di World Tour Finals

Kevin Marcus/ANTARA
Pebulutangkis Ganda Putra Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) mengembalikan kok kearah Pebulutangkis Ganda Putra Indonesia Fajar Alvian dan Muhammad Ryan Ardianto pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2018. Pada pertandingan tersebut pasangan Marcus dan Kevin lolos menuju babak final setelah berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 21-13 dan 21-10. *

JAKARTA, (PR).- Jelang BWF World Tour Finals 2018 pekan depan, 12-16 Desember mendatang di Guangzhou, Tiongkok, dua pasangan ganda putra Indonesia yang akan tampil diminta untuk menjaga kondisi fisik. Saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon dan Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan dinilai sudah siap tempur. 

"Secara kesiapan mereka siap main, siap tempur. Ya cuma saya ingatkan agar mereka bisa menjaga kondisi fisiknya. Setelah Hong Kong Open, tenaga otot tangan dan kakinya kemarin dibalikin lagi seperti semula. Kalau dari segi teknik, paling kualitas pertahanannya saja yang ditingkatkan. Udah itu saja," ujar Pelatih Ganda putra, Herry Imam Pierngadi saat dihubungi wartawan, Kamis 6 Desember 2018. 

Dengan format pertandingan setengah kompetisi maka kedua pasangan ini dinilainya harus benar-benar prima kondisinya. Karena walau kalah sekali pun masih ada harapan bisa masuk lagi. Jadi setiap permainan itu, menurut Herry, harus bisa maksimal. 

Melihat evaluasi dari permainan terakhir di Hong Kong Open, Herry melihat saat bertemu khususnya dengan pemain Tiongkok, 70-80 persen serangan datang ke Markus. Hingga dari situ, secara rinci, pihaknya pun menyiapkan dan meningkatkan kualitas pertahanannya Markus. 

"Dari latihan dua minggu ini, hasilnya cukup baik. Tinggal kita lihat nanti di pertandingannya seperti apa. Untuk Kevin, tidak ada. Kalau dia namanya sudah bertanding, sudah lupa mau menang semua. Sikat terus," tuturnya. 

Meskipun menggebu-gebu ingin menang terus di pertandingan, Herry tidak melihat jika ada rasa percaya diri berlebih untuk Kevin-Marcus. Bahkan menurutnya, justru kedua pasangan ini selalu merasa kurang dan minta terus ditambah intensitas latihannya. 

"Kelihatan dari motivasi latihan dan semangat mereka mencerminkan mereka masih butuh menang, tapi enggak 'kepedean' juga," ujarnya. 

Perbandingan kans Kevin-Marcus dan Ahsan-Hendra

Khusus Ahsan-Hendra, mengingat secara usia mereka sudah dinilai matang. Maka Herry menilai tinggal bagaimana menjaga otot mereka dan kualitas permainan yang sudah mereka punya selama ini. 

"Secara usia mereka sudah ada. Jadi hanya jaga kualitas saja, lebih kepada main gim strategi, sudah itu saja. Secara kans, mereka masih bisa memungkinkan bisa sampai final kok, bahkan juara. Tidak ada tugas khusus untuk mereka mengamakan jalur untuk Kevin-Marcus ke puncak. Keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama," ucapnya. Minimal, menurutnya, Ahsan-Hendra ditargetkan untuk bisa mencapai babak semi final.

Pada turnamen menutup tahun ini, tiap pemain yang masuk ke jajaran delapan besar rangking "Race to Guangzhou" berhak mendapatkan tempat untuk tampil di turnamen final ini. Dalam daftar peringkat "Race to Guangzhou", Kevin-Marcus menempati peringkat pertama, sedangkan Ahsan-Hendra di posisi keenam. 

Dibandingkan Ahsan-Hendra, secara rangking dan hasil gelar juara dalam tahun ini, Kevin-Marcus yang merupakan ganda nomor satu dunia dinilai memiliki kans paling besar untuk bisa kembali mempertahankan gelar juaranya di turnamen ini. Melihat dari 7 pasangan ganda putra lainnya yang juga akan tampil di turnamen ini, ada dua pasangan Tiongkok yang dinilai Herry bisa jadi batu sandungan utama bagi mereka. 

Han Chengkai-Zhou Haodong secara rekor pertemuan pernah menaklukan mereka di ajang China Open 2018 serta French Open 2018. Sebaliknya, Kevin-Marcus baru pernah sekali menang melawan mereka World Championships 2018. Mereka patut diwaspadai karena sebagai pemain muda dan rangkingnya jauh di bawah Kevin-Marcus, hingga kata Herry, Hang-Zhou akan bermain tanpa beban. 

Sedangkan satu pasangan lain, Li Junhui-Liu Yuchen. Mereka secara rekor pertemuan kalah unggul dari Kevin-Marcus 1-8, tapi selalu jadi ancaman utama di tiap pertemuan. 

Tim Indonesia akan bertolak ke Guangzhou pada hari Minggu 9 Desember 2018 pagi. Jadwal pengundian World Tour Finals 2018 akan dilakukan pada 10 Desember 2018, pukul 10.15 waktu Guangzhou.***

Baca Juga

Polemik KONI Jabar, KONI Pusat: Putusan BAORI yang Cacat Hukum

JAKARTA, (PR).- Surat putusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) yang dikeluarkan pada Kamis, 22 November 2018 tentang penolakan hasil penyelenggaraan Musyawarah Provinsi Jawa Barat, 12-14 September 2018 lalu dinilai Komite Olah Ra