Kemenpora Yakini Telah Selesaikan Semua Tunggakan Gaji Atlet Pelatnas Asian Games 2018

Trampolin Putra Asian Games 2018/ANTARA
Babak kualifikasi senam trampolin putra Asian Games 2018 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018 lalu.*

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) meyakini bahwa semua tunggakan pembayaran gaji atlet yang tertunda telah diselesaikan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 ini dimulai. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto saat dihubungi "PR", Sabtu, 1 September 2018.

Terkait masalah gaji yang sempat tertunggak, pada 30 Juli lalu, Gatot mengaku sudah memerintahkan Deputi IV Kemenpora untuk menyelesaikan semuanya. Hingga pihaknya pun mengaku berani untuk mengundang seluruh cabang pada 31 Juli lalu untuk bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi. 

"Sejauh ini makanya setahu saya sudah terselesaikan. Karena begitu 30 Juli saya minta, Deputi 4 pada 31 Juli sudah menyelesaikan semua. Termasuk trampolin, kurash, dan triatlon. Hingga "at least" tidak terkatung-katung lagi. Karena perintah Pak Menteri, sebelum Asian Games semua tunggakan gaji harus sudah selesai semua. Karena tidak elok istilahnya," katanya. 

Saat dikonfirmasi lebih jelas lagi, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Mulyana mengatakan untuk cabang triatlon dan trampolin sudah cair pada 23 Agustus lalu. Bahkan trampolin, menurut dia, sudah terbayarkan 100 persen gajinya. 

"Dari kami sih sudah cair kemarin, untuk gaji periode April/Mei hingga Agustus/September sesuai pengajuan federasi cabornya masing-masing. Kami sudah transfer ke cabang federasinya masing-masing tinggal bagaimana mekanisme pembayarannya dari induk cabor ke masing-masing atletnya. Harusnya begitu kami transfer sudah dibayarkan ya. Kalau ada yang belum, mungkin organisasinya lagi sibuk mengurus Asian Games. Tapi itu sebelumnya bukan kendala di kami lagi, karena sudah kami cairkan," ucapnya. 

Duduk bersama

Khusus untuk atlet trampolin asal Jawa Barat, Yudha Tri Aditya yang memilih keluar dari kantornya karena tidak diberikan izin untuk berlaga di Asian Games 2018, pihak Kemenpora mengaku akan menyelesaikannya dalam waktu dekat.
 
"Untuk masalah atlet trampolin yang kehilangan pekerjaan karena ikut Asian Games ini yang belum terselesaikan. Tapi kami sudah bertemu dengan Ketua Persani, Ibu Ilya Avianti dan bicara. Hasilnya, kami akan segera mungkin duduk bersama, berbicara dengan pihak perusahaannya dan Pemerintah Daerah tempatnya berasal untuk mencari solusi masalah ini," katanya.

Menurut dia, pihaknya berkomitmen penuh untuk membantu para atlet yang telah berprestasi di kancah multievent olahraga se-Asia ini. 

Yudha yang merupakan mantan pesenam artistik, sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan wahana hiburan. Manajer tempatnya bekerja tidak memberikannya izin kerja untuk bisa tampil di ajang Asian Games 2018. Manajernya meminta Yudha memilih antara pekerjaan disana atau tampil di Asian Games.
 
Sang manajer bilang, kalau dia memilih kerjaan tentu Yudha akan mendapatkan gaji bulanan dan reguler. Sementara jika ikut Asian Games, maka dia hanya akan mendapatkan honor sementara.
 
Yudah pun memilih untuk keluar dari pekerjaannya tersebut untuk bergabung dengan Pelatnas senam trampolin guna persiapan Asian Games 2018. Tapi, selepas Asian Games ini, dirinya sempat mengaku bingung karena belum tahu mau bekerja dimana lagi. Saat ini dia hanya berkerja sebagai tenaga pelatih senam honorer di salah satu tempat olahraga.***

Baca Juga

Haornas Momentum Evaluasi Olahraga Indonesia

TERNATE, (PR).- Perayaan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) ke-35 2018 di Ternate, Maluku Utara, diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi olah raga Indonesia.