Paralayang Asian Games 2018, Timnas Incar Posisi Ketiga Nomor Lintas Alam

Paralayang/ANTARA
PENERBANG Paralayang putra Indonesia Hening Paradigma menginjak target saat mendarat dalam babak ketiga ketepatan mendarat Asian Games 2018 di Gunung Mas Puncak, Bogor, Jawa Barat, 21 Agustus 2018.*

BOGOR, (PR).-  Tim nasional Indonesia cabang olahraga Paralayang Asian Games 2018 mengincar posisi ketiga pada nomor Lintas Alam (cross country/XC).

"Kita berusaha meraih prestasi di Lintas Alam. Kita optimistis setidaknya menempati posisi tiga besar," kata Kepala Pelatih timnas Paralayang, Gendon Subandono di arena Paralayang Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 25 Agustus 2018.

Cabang olahraga Paralayang memulai pertandingan nomor Lintas Alam, merupakan nomor terakhir yang dipertandingkan dalam Asian Games ke-18 ini. Nomor Lintas Alam memperebutkan dua emas, dua perak dan dua perunggu. Masing-masing di kelas beregu putra dan putri. Menurut Gendon, timnas Indonesia tidak memasang target di Lintas Alam karena melihat kemampuan yang belum banyak pengalaman bertanding di nomor tersebut.

Lawan terberat dalam Lintas Alam adalah Korea, Jepang, Nepal, Malaysia, dan Thailand yang punya pengalaman terbang, ikut ambil bagian dalam nomor tersebut. "Kita memang belum pernah bertanding secara head to head, namun melihat potensinya, optimistis tiga besar diantara Korea dan Jepang," katanya. Gendon mengatakan strategi yang akan dimainkan dalam laga Lintas Alam adalah dengan cara terbang sebaik mungkin memanfaatkan waktu dan cuaca agar bisa bersaing dengan Korea, Jepang dan Nepal.

"Sebetulnya kita tidak ada target di nomor Lintas Alam, tetapi melihat kita sudah dapat dua emas, itu sebagai modal semangat supaya kita bisa meraih medali yang lain," kata Gendon.

Sementara itu, Manajer Pertandingan cabang olahraga Paralayang, Wahyu Yudha mengatakan nomor Lintas Alam diikuti 70 atlet dari 15 negara. Ia menjelaskan dalam nomor ini setiap atlet harus menyelesaikan tugas yang diberikan panitia. Tugas yang diberikan sifatnya menjelajah di udara. "Setiap atlet harus terbang ke titik-titik yang telah ditentukan panitia," katanya seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Para atlet harus menyelesaikan tugas dengan jarak terbang yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan angin. Jika kondisi keduanya bagus, pilot dapat terbang sejauh 50 km. "Kalau cuaca dan angin kurang bagus, jaraknya kurang dari 50 km," katanya.

Nomor Lintas alam terdiri atas lima babak, satu babak bisa selesai satu hari. Tugas atlet mencari thermal dan berusaha agar parasut bisa di udara menjelajah titik-titik yang telah ditentukan.� � � "Semakin cepat menyelesaikan tugas semakin tinggi nilainya," kata Wahyu.***

Baca Juga