Kolombia Bertekad Kembali Atraktif di Piala Dunia 2018

Timnas Kolombia/AFP

PADA Piala Dunia 2014 di Brasil, Kolombia meraih prestasi ­tertinggi sepanjang sejarah, baik ­sebagai tim maupun individu. Sebagai tim, Los Cafeteros berhasil ­menembus perempat final dengan menyingkirkan Uruguay 2-0 di babak ”16 Besar”.

Dua gol Kolombia dicetak oleh James Rodriguez pada menit ke-28 dan 50. Namun, langkah Los Cafeteros terhenti di babak ”8 Besar” setelah dikalahkan tuan rumah Brasil 1-2. Dua gol Tim Samba dicetak Thiago Silva (7) dan David Luis (69), sementara gol Kolombia kembali dice­tak James Rodriguez (80/penalti).

Bagi Kolombia, ini adalah prestasi tertinggi sepanjang keikutsertaannya pada pesta sepak bola terbesar sejagat. Sebelumnya, Los Cafeteros hanya mampu menembus babak ”16 Besar” pada Piala Dunia 1990 di Italia.

Secara individu, James Rodriguez yang ketika itu masih berumur 22 tahun tampil sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2014 dengan enam gol. Ia berhak atas penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot). Rodriguez menjadi pemain Kolombia pertama yang meraih penghargaan prestisius tersebut.

Selain menorehkan dua prestasi fenemenal tersebut, Timnas Kolom­bia juga tampil sebagai salah satu tim yang ­paling aktraktif selama Piala Dunia 2014.

Los Cafeteros memenangi seluruh pertandingan penyisihan di Grup C, yakni mengalahkan Yunani 3-0, Pantai Gading 2-1 dan terakhir Jepang 4-1.

Penampilan gemilang mereka berlanjut pada babak ”16 Besar” dengan mengalahkan Uruguay 2-0. Namun, langkah Los Cafeteros dihentikan tuan rumah Brasil 1-2 di perempat final.

Kendati hanya sampai perempat final, Los Cafeteros mendapat sambutan hangat dari seluruh rakyat Kolombia saat mereka tiba di Bogota. Mereka dianggap sebagai pahlawan nasional.

Namun, empat tahun kemudian, Timnas Kolombia harus berjuang keras melewati babak kualifikasi ­Piala Dunia 2018 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL).

Mereka bersaing keras bersama Peru dan Cile. Los Cafeteros akhir­nya lolos ke Rusia setelah menempati peringkat keempat dengan 27 poin atau unggul satu poin atas pe­ringkat kelima Peru (26) dan pering­kat keenam Cile (26).

Peru harus menjalani play-off melawan Selandia Baru untuk memperebutkan satu tiket tersisa, sementara Cile gagal lolos ke Rusia.

Kini, menghadapi putaran final Pia­la Dunia 2018 di Rusia, Pelatih Kolombia Jose Pekerman bertekad kembali membawa Los Cafeteros tampil atraktif dengan sepak bola menyerang.

Terlebih, beberapa pemain Timnas Kolombia sedang berada dalam penampilan puncak (peak perfor­mance) seperti James Rodriguez yang kini berumur 26 tahun.

Pelatih asal Argentina berumur 68 tahun tersebut optimistis Los Cafe­te­ros bisa meraih hasil yang lebih baik dibandingkan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Hal itu merujuk pada  hasil pertandingan persahabatan selama tahun 2018. Timnas Kolombia berhasil mengalahkan Prancis 3-2 pada 23 Maret.

Kemudian, bermain imbang 0-0 melawan Australia (27 Maret) dan Mesir (1 Juni).

Kini, Timnas Kolombia bersiap menghadapi laga pembuka Grup H Piala Dunia 2018 melawan Jepang di Saransk, 19 Juni. Laga tersebut krusial dalam menentukan langkah Los Cafeteros selanjutnya. ”Tim saya memiliki karakter (mental) Piala Dunia,” kata Pekerman seperti dikutip Agence France-Presse (AFP).

James Rodri­guez bawa Los Cafeteros ke semifinal

Tak seorang pun yang menyangka bahwa James Rodri­guez ba­kal menjadi pemain terbaik pada Piala Dunia 2014 di Brasil karena umurnya baru 22 tahun.

Kendati masih relatif muda, ia berhasil jadi pencetak gol terbanyak pada pesta sepak bola terbesar sejagat tersebut, sekaligus meraih penghargaan Golden Boot.

Kini, di usianya yang semakin matang, ditambah dengan pe­ngalamannya memperkuat dua klub besar di dunia, yakni Real Madrid dan Bayern Munich, rakyat Kolombia banyak berharap kepadanya pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Paling tidak, James Rodriguez mampu mengulang sukses empat tahun lalu baik secara tim maupun individu.

James Rodriguez merasa yakin bahwa Los Cafeteros akan tampil lebih baik pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Target utamanya adalah membawa Kolombia menembus semifinal atau final.

”Sa­ya ingin membawa Kolombia ke semifinal atau final. Me­ngapa tidak,” kata pemain berumur 26 tahun tersebut seperti dikutip laman bundesliga.com.

Pada putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia nanti, James ­Rodri­guez akan bersaing dengan rekan setimnya di Bayern Munich, yakni Robert Lewandow­ski (Polandia). Kolombia dan Polandia difavo­rit­kan sebagai wa­kil Grup H yang lolos ke babak ”16 Besar”.

Jika berhasil melewati babak penyisihan grup, Kolombia ber­pe­luang bertemu juara bertahan Jerman di perempat final atau final. Ditanya soal pertemuan dengan Der Panzer yang diperkuat beberapa pemain Bayern Munich seperti Manuel Neuer, Thomas Muller, Joshua Kimmich, Jerome Boateng, menurut James Rodriguez, laga tersebut akan jadi pertandingan besar.

”Namun, laga Kolombia versus Jerman masih jauh. Kami masih perlu melewati setiap pertandingan di penyisihan grup. Setelah itu, baru memikirkan laga selanjutnya,” tuturnya.***

Baca Juga