Piala Dunia 2018, Saatnya Timnas Iran Unjuk Kekuatan

Timnas Iran/AFP PHOTO

MENJADI negara kedua yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2018 melalui babak kualifikasi, tentunya kekuatan Iran tidak bisa dianggap ­sebelah mata. Pasalnya, tim asuhan Carlos Queiroz ini mampu mematahkan prediksi bahwa tak mesti tim besar yang bisa tampil ­superior selama babak kualifikasi ­Piala Dunia 2018.

Ya, Iran telah menunjukkan kehebatannya. Iran yang dijuluki Team Melli tersebut mampu menemani Timnas Brasil dan menjadi negara kedua yang dipastikan lolos ke kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut.

Lolosnya mereka ke Piala Dunia terjadi setelah di putaran ketiga kua­li­fikasi Piala Dunia Zona Asia me­re­ka tak terbendung. Satu grup bersa­ma Korea Selatan, Uzbekistan, Su­riah, Tiongkok, dan Qatar, Iran ha­nya membutuhkan 8 pertandingan dari 10 laga untuk bisa lolos.

Lebih hebatnya lagi, selama 10 laga itu juga Iran belum sekali pun menelan kekalahan dan hanya kemasukan dua gol itu pun di laga terakhir. Meskipun demikian, Queiroz tetaplah sosok pelatih yang tak ingin anak asuhnya terlena dengan hasil tersebut. Pasalnya, Iran bergabung pada Grup B di Piala Dunia 2018 yang dihuni tim hebat seperti Portugal, Spanyol, dan Maroko.

Mantan juru racik Real Madrid ini memiliki target membawa Iran ke babak “16 Besar”. Untuk itu, dia memastikan timnya harus memiliki persiapan khusus agar bisa melaju mulus ke babak kedua.

"Saya di sini untuk mengatakan bahwa Iran membutuhkan persiapan lokal khusus. Iran berhak atas persiapan Piala Dunia khusus. Kita perlu menerapkan persiapan khusus untuk membawa kehormatan dan kebanggaan," kata pria berusia 64 tahun itu dalam sebuah video yang dipasang di halaman Facebooknya.

Dia menambahkan, menghadapi tim-tim hebat di Grup B, baginya hal tersebut sangat bagus untuk Iran. Itu karena, ia ­ingin membuktikan bahwa Iran memang layak berada di Piala Dunia 2018. Terlebih dengan adanya target melaju ke babak kedua.

“Bermain melawan Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi peluang besar bagi para pemain kami untuk menunjukkan mengapa mereka ada di sini dan terutama untuk menunjukkan bahwa mereka layak berada di sini. Saya yakin kami akan melakukannya dengan baik," ujarnya.

Semenjak dilatih Queiroz pada 2011, Iran berubah menjadi tim tangguh di Asia sehingga Piala Dunia sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi Timnas Iran.

Bahkan, sukses Iran ke Piala Dunia 2018 membuat mereka juga sukses untuk pertama kalinya ke ajang Piala Dunia sebanyak dua kali secara beruntun. Mereka melaku­kannya pada Piala Dunia 2014 dan 2018. Total, Iran telah bermain di ajang tersebut sebanyak lima kali, yakni di  1978, 1998, 2006, 2014, dan 2018.

Berbicara mengenai sosok Queiroz, pelatih asal Portugal ini telah memainkan 84 kali pertan­ding­an bersama Iran. Dari jumlah laga tersebut, Queiroz hanya menelan sembilan kali kekalahan. Queiroz sejauh ini telah 52 kali merasakan kemenangan bersama Iran dan 23 kali hasil imbang.

Iran boleh saja tidak punya prestasi yang menonjol di Piala Dunia. Tapi, Iran termasuk salah satu kekuatan besar di Asia. Tercatat, Iran pernah tiga kali jadi juara Piala Asia dan mendapat empat medali emas Asian Games. Singa Persia jadi negara yang disegani di sepak bola Asia.

Iran pernah melahirkan beberapa pe­main sepak bola yang sukses meng­­ukir karier di Eropa seperti Javad Nekounam, Ali Karimi, Mehdi Mahdavikia. Lalu, Iran juga punya Ali Daei yang kini jadi pemegang rekor gol dengan 109 gol dari 149 laga.

Alireza Jahanbakhsh

PRESTASI pemain Timnas Iran yang satu ini bisa dibilang sangat mentereng. Meski masih berusia 24 tahun, tapi penye­rang Iran bernama Alireza Jahanbakhsh ini sudah memiliki prestasi individu yang kinclong bersama klubnya di Liga Belanda.

Alireza yang membela AZ Alkmaar, mengakhiri musim Eredivisie tahun ini dengan koleksi 21 gol. Dengan jumlah gol tersebut, Alireza pun berhak mengantongi gelar top skor Liga Belanda.

Kepastian meraih gelar pencetak gol terbanyak musim ini didapatkan dalam laga terakhir pekan ke-34 Eredivisie. Alireza mencetak trigol (hattrick) untuk membawa AZ Alkmaar menang 6-0 atas PEC Zwolle.

Sebelumnya, striker andalan Timnas Iran ini mengoleksi 18 gol, dan hanya terpaut 1 gol dari penyerang PSV Eindhoven, Hirving Luzano dan pemain ADO Den Haag, Bjorn Maars Johnsen yang mengantongi 19 gol.

Alireza menjadi pemain Asia pertama yang menjadi top scorer dalam satu musim Eredivisie, sekaligus menjadikannya pemain Asia pertama yang menjadi top scorer di liga elite Eropa.

Tiga musim adalah waktu yang dibutuhkan oleh Alireza untuk bisa membuktikan kualitasnya di kancah sepak bola Eropa. Khususnya di Eredivisie Belanda.

Jadi rebutan

Performa Alireza menjadikannya pemain yang diminati sejumlah klub-klub elite Eropa. Napoli dikabarkan menjadi klub yang paling berminat dengan Alireza. "Saya tidak bisa secara resmi mengonfirmasi minat tersebut, tetapi saya tahu bahwa Napoli menyukainya. Saya juga tahu dua atau tiga kali scout Napoli telah mengamati Jahanbakhsh secara langsung," ucap agen Alireza, Amir Hashemi, seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.

Bagi Amir, pemainnya sangat antuasias untuk mengarungi musim baru di tim yang lebih kompetitif. Untuk itu, adanya tawaran untuk Napoli membuatnya merasa terhormat dan sa­ngat gembira. Menurut dia, Napoli adalah tim besar yang pernah diperkuat legenda sepak bola asal Argentina Diego Maradona.

"Akan menjadi kehormatan besar dan kegembiraan untuk menerima telefon dari Napoli. Tetapi sangat penting untuk memahami kepercayaan yang akan diberikan banyak orang kepada dirinya. Napoli adalah klub yang hebat dan pernah dibela pemain seperti Maradona dan Careca," tuturnya.***

Baca Juga

Lima Pemain Sepak Bola Muda Termahal di Dunia

PERFOMA seorang bintang sepak bola dalam sebuah klub, jadi salah satu faktor utama meningkatnya harga jual sang pemain tersebut. Sejumlah bintang muda diyakini bakal bersinar di klub mereka masing-masing musim ini.