Piala Dunia 2018 Menyambut Kelahiran Era Baru Timnas Spanyol

Timnas Spanyol/APF

SETELAH merajai sepak bola dunia ­selama empat tahun de­ngan merebut trofi Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010, masa keemasan Timnas Spanyol mulai meredup pada Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, La Furia Roja yang merupakan juara bertahan langsung tersingkir pada penyisihan grup setelah dikalahkan Belanda 1-5 dan Cile 0-2. 

­Spanyol menjadi juara bertahan ­kelima yang langsung tersingkir pada penyisihan grup setelah Italia pada Piala Dunia 1950, Brasil (1966), Prancis (2002), dan Italia (2010).

Pada Piala Eropa 2016 di Prancis, nasib Timnas Spanyol sedikit lebih baik. La Furia Roja berhasil lolos ke babak ”16 Besar” setelah jadi ­runner-up Grup D di bawah ­Kroasia. Namun, langkah Spanyol dihentikan Italia   0-2 pada babak ”16 Besar” melalui gol Giorgio Chiellini pada menit ke-33 dan Graziano Pelle (90).

Kini, memasuki putaran final Piala Dunia 2018, Timnas Spanyol memasuki era baru di bawah pelatih Julen Lopetegui yang menggantikan Vicente Del Bosque. 

Selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa Grup G, La Furia Roja tampil sangat mengesankan. Mereka tidak terkalahkan dengan meraih ­sembilan kali menang dan sekali imbang.

Pasukan Julen Lopetegui jadi juara Grup G dan langsung lolos ke Rusia. Pada putaran final Piala Dunia 2018, Spanyol masuk grup keras bersama Portugal, Iran, dan Maroko. Laga pembuka Grup B melawan Portugal pada 15 Juni akan jadi laga krusial buat La Furia Roja.

Pelatih Spanyol Julen Lopetegui menegaskan timnya siap menghadapi Portugal, juara Piala Eropa 2016. Pelatih berumur 51 tahun tersebut akan menurunkan skuad seperti saat mengalahkan Argentina 6-1 dan bermain imbang 1-1 melawan Jerman.

Benteng terkuat di dunia

Lini pertahanan Timnas Spanyol adalah salah satu yang terbaik di dunia. Di bawah mistar gawang berdiri kiper Manchester United, David de Gea. Kemudian, di barisan pertahanan ada Dani Carvajal (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid) dan Jordi ­Alba (Barcelona). La Furia Roja hanya kebobolan 12 gol dalam 17 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.

Di lini tengah  ada Sergio ­Busquets, Andres Iniesta, David ­Silva, Koke, Thiago Alcantara, Isco. Dari para gelandang energik ­tersebut telah lahir 59 gol. Lopetegui tinggal membenahi lini depan agar ­semakin tajam. Timnas Spanyol saat ini tidak memiliki ­penye­rang hebat seperti David Villa. Mereka akan mengandalkan Diego Costa, Rodrigo, dan Iago Aspas ­pa­da Piala Dunia 2018 nanti.

Sementara penampilan striker Chelsea Alvaro Morata masih belum meyakinkan. Penyerang berumur 25 tahun tersebut baru mencetak satu gol selama tahun 2018. 

Mampukah era baru Timnas Spanyol di bawah pelatih Julen Lopetegui mengembalikan kejayaan sepak ­bola Tim Matador di kancah ­internasional sekaligus meraih prestasi gemilang pada putaran ­final Piala Dunia 2018 di Rusia? ­Kita tunggu!

Andres Iniesta dan Perpisahannya dengan Piala Dunia

Andres Iniesta adalah generasi emas Timnas Spanyol yang ma­sih tersisa. Ia membantu La Furia Roja meraih gelar Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. Namun, gelandang ber­umur 33 tahun tersebut me­mutuskan bahwa Piala Dunia 2018 adalah penampilan terakhirnya mengenakan jersey Tim Matador.

”Piala Dunia 2018 kemungkinan penampilan terakhir saya ber­sa­ma Timnas Spanyol,” kata Iniesta kepada Cadena SER’s ’El Lar­guero seperti dikutip laman marca.com. 

”Saya berharap perpisahan saya bersama Timnas Spanyol akan berakhir bahagia, dengan tampil di final. Saya berharap penampilan terakhir saya bersama Spanyol di final Piala Dunia 2018,” ucapnya.

Iniesta baru saja mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini. Selama 16 musim bersama Blaugrana, Iniesta tampil sebanyak 669 kali di berbagai kompetisi. 

Ia berhasil mempersembahkan 31 trofi bersama tim Katalan tersebut, termasuk empat gelar Liga Champions dan delapan gelar Liga Spanyol.

Pada musim ini yang merupakan musim terakhirnya bersama Barca, Iniesta mempersembahkan dua trofi, yakni Liga Spanyol dan Copa del Rey (Piala Raja). Mengenai masa depan kariernya, Iniesta belum memutuskan. Namun, ia menegaskan tidak akan melanjutkan kariernya di Eropa.

”Saya tidak akan pernah melawan Barca. Jadi, saya tidak akan berkarier di Eropa. Klub saya berikutnya baru diketahui pada akhir musim nanti,” ucpanya. Kini Iniesta bisa berkonsentrasi penuh bersama Timnas Spanyol sekaligus membawa kejayaan seperti pada masa keemasan dari tahun 2008 hingga 2012.

Dalam dua pertandingan terakhir bersama La Furia Roja, Iniesta selalu terpilih jadi starter, yakni saat menghancurkan Argentina 6-1 pada laga persahabatan di Stadion Wanda ­Metropolitano, Madrid, 28 Maret 2018. Kemudian, saat bermain imbang 1-1 melawan Jerman pada laga persahabatan di Esprit Arena, Dusseldorf, 23 Maret. 

Pada dua laga tersebut Iniesta bermain penuh pada babak pertama. Namun, saat melawan Tim Tango, Iniesta bermain selama 56 menit. 

Ia digantikan Saul Niguez pada babak ke­dua. Sementara saat melawan Jerman, ­Iniesta bermain selama 45 menit (babak pertama). Ia digantikan Saul Niguez pada awal babak kedua. 

”Sa­ya ingin di­ingat sebagai pesepak bola hebat dan pemain luar biasa ketika saya pensiun nanti,” tutur ­Iniesta.***

You voted 'marah'.

Baca Juga

Laut Jadi Tema Besar Pembukaan Asian Para Games 2018

JAKARTA, (PR).- Laut akan jadi tema besar acara pembukaan Asian Para Games (APG) 2018 yang akan berlangsung pada 6 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.