Rusia Pasang Target ke Perempat Final Piala Dunia 2018

Timnas Rusia/AFP

SEJAK pecah dari Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia tidak pernah ­mampu melewati babak penyisihan grup Piala Dunia. Bahkan, pada Piala Dunia 1998 di Prancis, 2006 di ­Jerman, dan 2010 di Afrika Selatan, tim berjuluk Sbornaya gagal lolos ke putaran final.

Kini, saat jadi tuan rumah Piala Dunia 2018, tim Beruang Merah mematok target lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1994. 

Bahkan, mereka berambisi menembus semifinal. Dari segi peringkat dunia, Timnas Rusia adalah tim paling rendah dibandingkan 31 peserta lainnya. Sbornaya saat ini menempati peringkat ke-63 dunia.

Dari segi prestasi, tim Beruang Merah belum teruji. Skuad Stanislav Cherchesov lolos langsung ke putaran final, tanpa harus melewati babak kualifikasi. Penampilan Rusia hanya bisa dilihat dari hasil pertandingan persahabatan. Mereka tidak mampu meraih satu kemenangan pun dalam empat laga terakhir.

Sbornaya dikalahkan Prancis 1-3, 27 Maret. Kemudian, takluk 0-3 dari Brasil, 23 Maret. Bermain imbang 3-3 melawan Spanyol, 14 November. Selanjutnya, dikalahkan Argentina 0-1, 11 November.

Melihat penampilan tersebut, sebagian besar suporter Rusia merasa pesimistis tim kesayangannya bakal mampu bersaing de­ngan tim-tim top dunia lainnya.

Survei yang dilakukan Public Opinion Foundation (FOM) menyebutkan, hanya 4 persen pendukung Rusia merasa yakin bahwa tim kesayangannya akan menjuarai Piala Dunia 2018. 

Selain itu, hanya 17 persen yang merasa yakin Rusia akan mampu melewati babak penyi­sihan grup. Kemudian, hanya 9 persen responden merasa yakin Rusia bakal lolos ke perempat final dan 6 persen yang merasa yakin bakal lolos ke semifinal. Demikian hasil sur­vei FOM seperti dikutip laman sputniknews.com.

Berbicara banyak

Kendati dipandang sebelah mata, pelatih Rusia Stanislav Cherchesov merasa optimistis timnya bakal berbicara banyak di Piala Dunia 2018.

Pelatih berumur 54 tahun tersebut menegaskan, dia dan seluruh pemain Rusia hanya ada kemenangan dalam pikiran mereka, terutama dalam menghadapi laga pembuka Grup A melawan Arab Saudi, 14 Juni. 

"Kami tahu bahwa kami bukan favorit (juara). Namun, hal tersebut tidak berarti apa pun," ujar mantan kiper Timnas Rusia itu.

"Kami ingin menjadi diri kami sendiri. Kemudian, kami akan lihat apakah hal tersebut sudah cukup, sejauh mana kami bisa melaju di Piala Dunia 2018," katanya. 

Cherchesov menambahkan, para pemainnya sangat sedih setelah dikalahkan Meksiko pada semifinal Piala Konfederasi 2017 di Saint Petersburg, Rusia.

"Saya belum pernah melihat kekecewaan yang mendalam dari para pemain. Kami ingin menjuarai Piala Konfederasi 2017 agar kami bisa merasakan kemenangan (sebagai juara)," tuturnya.

Selain itu, Sbornaya pun meng­alami pengalaman yang menyedihkan di Piala Eropa 2016. Mereka gagal lolos ke fase knock out (babak gugur) setelah dikalahkan Wales 0-3 pada laga penyisihan terakhir.

Cherchesov bertekad pengalaman mengecewakan Timnas Rusia di ­Piala Eropa 2016 dan Piala Konfede­rasi 2017 tidak terulang pada putaran final Piala Dunia 2018. 

Sbornaya harus lolos ke perempat final pesta sepak bola terbesar sejagat tersebut untuk pertama kalinya. Bahkan, bisa terus melaju hingga final dan meraih trofi juara. 

Piala Dunia pertama Denis Cheryshev 

Sebagian besar pemain Rusia ber­ki­prah di kompetisi domestik (Liga Rusia). 

Sedikit sekali yang berkarier di kompetisi top Eropa se­perti Liga Inggris, Liga Spanyol, atau Liga Italia. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Sa­lah satunya, Denis Dmitriyevich Cheryshev.

Pemain kelahiran Nizhny Novgorod, Rusia, 26 Desember 1990 bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2002. Pada musim 2008-2009, Cher­yshev memperkuat Real Madrid Castilla pada kompetisi kasta ketiga (Segunda Division B).

Cheryshev menjalani debutnya pada kompetisi kasta kedua bersama Real Madrid pada 17 Agustus 2012 saat menghadapi Villarreal. Ia tampil pe­nuh selama 90 menit. Pada 27 November 2012, Cheryshev bermain untuk pertama kalinya ber­sama tim utama Real Madrid saat melawan CD Alcoyano pada Copa del Rey (Piala Raja).

Pada September 2013, Cheryshev dipinjamkan ke Sevilla dengan opsi pembelian permanen pada Juni 2014. Bersama Los Palanganas, Cheryshev hanya tampil empat kali di Liga Spanyol dengan tidak mencetak satu gol pun.

Pada awal musim 2014-2015, Cheryshev me­mi­lih bergabung bersama Villarreal sebagai pemain pinjaman. Ia mencetak gol dalam debutnya ber­sama The Yellow Submarine saat menga­lahkan Levante 2-0 pada 24 Agustus 2014. 

Selama semusim bersama Kapal Selam Kuning, Cheryshev tampil 40 kali di berbagai kompetisi dengan mencetak 7 gol.

Pada musim 2015-2016, Cheryshev kembali ke Madrid. Ia tampil 6 kali (2 kali di Liga Spanyol, 1 kali di Piala Raja, dan 3 kali di kontinental) dengan mencetak 1 gol. Pada Februari 2016, Cheryshev dipinjamkan ke Valencia. Kemudian, pada 15 Juni 2016, ia menandatangani kontrak bersama Villarreal hingga 2021.

Kendati malang melintang di Liga Spanyol, Che­ryshev belum pernah memper­kuat Timnas Rusia di kompetisi besar seperti Piala Dunia atau Piala Eropa. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Che­ryshev absen karena cedera hamstring. Begitu pula pada Piala Eropa 2016 di Prancis.

Kini, pemain berumur 27 tahun tersebut akan tampil pertama kalinya di Piala Dunia 2018 ber­sama Sbornaya. Ia bertekad membawa Beruang Merah lolos ke perempat final untuk pertama kalinya.***

Baca Juga

Uruguay vs Rusia, Tuan Rumah Mulai Goyah

MOSCOW, (PR).- Uruguay mengejutkan tim tuan rumah Rusia di laga lanjutan fase penyisihan Grup A Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Senin 25 Juni 2018 malam WIB. Uruguay menaklukan tim tuan rumah Rusia dengan skor telak 3-0.