Pemerintah Kutuk Keras Skandal Pengaturan Skor

Ilustrasi/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Pemerintah mengutuk keras adanya pengaturan skor yang terjadi di cabang olahraga basket. Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi bahkan meminta agar Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) melakukan pengusutan lebih dalam lagi terkait kejahatan tersebut di kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) musim 2016-2017. 

Hal tersebut diungkapkannya melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis, 23 November 2017. Imam mengaku sangat mengutuk keras pengaturan skor yang baru terjadi di cabang olahraga Basket. Kejadian tersebut dinilainya bisa jadi preseden buruk bagi cabor yang selama ini dikenal bersih. 

"Saya sedih, ternyata pengaturan skor tidak hanya terjadi di sepak bola saja. Saya mengutuk keras tindakan pengaturan skor di basket ini dan Perbasi harus tegas dan mengusut tuntas kasus ini. Karena ini telah mencederai semangat olahraga yang menjunjung tinggi fairplay. Jangan sampai kejadian serupa terjadi di cabang lain kedepannya," kata Imam.

Dia meminta agar para atlet yang terlibat dalam kejahatan tersebut, baik yang sudah ketahuan baik yang belum, secara sadar harus mau membantu mengungkap dalang dari kejahatan tersebut. Untuk yang belum ketahuan, Imam secara khusus meminta agar segera mengakui kesalahannya sebelum nantinya akan ada langkah hukum lebih berat lagi yang dijatuhkan.

"Saya minta ini diusut tuntas. Bagi yang belum mengakui segera sadar dan bantu kami membongkar mafia kasus ini, sebelum nanti ada hukuman lebih berat lagi. Saya tunggu hasil laporannya," ucapnya.

Melaporkan kronologis

Imam pun mengaku juga telah meminta Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Prof. Mulyana untuk memanggil Perbasi. Pada Kamis, 23 November 2017, Perbasi yang diwakili oleh Ketua Umumnya Danny Kosasih dan Kepala Bid. Hukum George Fernando Dendeng pun telah datang memenuhi panggilan tersebut.

Danny mengatakan jika dalam pertemuan dengan Deputi IV tersebut, pihaknya melaporkan secara jelas kronologis kejadian adanya pengaturan skor tersebut. Respon yang diterima pihaknya, menurut dia, sangat bagus. Bahwa pihak Kemenpoa sangat mendukung langkah yang diambil Perbasi.

"Kami saat ini masih menunggu arahan Menpora. Pokoknya tadi kami sudah melaporkan, nanti Deputi IV akan menjelaskan ke Menpora, dan kita pasti akan dipanggil lagi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," ucapnya.

Pihaknya mengaku, sementara ini arahan dari Menpora adalah untuk menyelidiki lebih dalam lagi adanya keterlibatan lain baik dari pemain, pelatih, pemilik, maupun ofisial tim lain. Bila mana nanti melibatkan kepolisian, menurutnya itu tergantung kepada pemerintah. Pasalnya, hal itu dinilai bukan lagi masuk dalam ranah mereka. 

"Batasan kami ya cuma sebatas memberikan sanksi organisasi. Kalau ke polisi kami pikir tidak usah, karena itu bukan ranah kami lagi. Tapi kalau nanti melibatkan kepolisian, itu tergantung dari pemerintah. Kedepan katanya (Deputi IV -Red.) kita akan diundang lagi untuk dipertemukan dengan pihak kepolisian," tutur Danny. 

Saat ini, pihaknya mengaku masih terus menyelidiki dan menuntaskan kasus yang melibatkan delapan pemain dan satu oficial tim IBL musim lalu. Pihaknya akan meneliti lebih dalam lagi dan jika memang ada bukti tambahan lagi, pihaknya mengaku akan segera bertindak cepat.***

Baca Juga

Garuda Bandung Benahi Kepercayaan Diri

JAKARTA, (PR).- Ada dua hal yang menjadi fokus utama pembenahan Tim Garuda Bandung jelang memasuki paruh musim Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2018.