Luis Milla Isyaratkan Duet Spaso-Febri

Timnas Indonesia/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Striker Ilija Spasojevic, kemungkinan besar menjalani debut bersama tim nasional Indonesia kala menghadapi Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawamukti Kabupaten Bekasi, Sabtu, 18 November 2017. Striker naturalisasi tersebut mendapat pujian dari Pelatih Luis Milla atas penampilannya di Liga 1.

Luis Milla mengisyaratkan striker Bhayangkara FC itu menjadi pilihan pertama di laga uji coba. “Spasojevic siap tempur. Dia melengkapi kekuatan kami. Dia lagi on fire. Di Liga 1 dia sukses membawa klubnya juara. Moga besok dia bisa tampil on fire juga,” kata Luis Milla pada konferensi pers jelang menghadapi Suriah U-23, Rabu, 15 November 2017.

Luis Milla mengakui terkesan dengan penampilan striker kelahiran Montenegro itu setelah sukses mengemas 12 gol di putaran kedua liga. Spasojevic pun menjadi opsi tambahan bagi Luis Milla, setelah sang pelatih pun memanggil Boaz Solossa dan bintang muda Egy Maulana Vikri di posisi depan.

“Spaso adalah opsi lebih untuk timnas di permainan kami. Kami mau lihat dia di dalam dan luar lapangan,” kata dia.

Spasojevic pun memiliki kemungkinan besar berduet mantan rekan satu timnya di Persib, Febri Hariyadi di sektor sayap. Di bawah komando Luis Milla, Febri kerap menjadi pilihan utama baik di timnas U-23 maupun senior.

Pada pertandingan pertama antara Indonesia U-23 menghadapi Suriah U-23, Febri pun tampil baik dengan memberi satu assist untuk gol Osvaldo Haay. Stamina Febri pun dinilai lebih prima setelah tidak tampil penuh di laga pertama.

Jika keduanya ditampilkan bersama, akan menjadi kenangan tersendiri khususnya bagi bobotoh. Spasojevic dan Febri pernah tampil satu tim saat Persib mengarungi Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu di bawah arahan Pelatih Djadjang Nurdjaman.

Luis Milla mengisyaratkan, uji coba internasional kali ini bakal berpengaruh besar pada skuad yang bakal tampil di Piala Asia 2018. Untuk itu, Pelatih asal Spanyol itu pun akan mengolaborasikan skuad Timnas U-23 dengan Timnas Senior dan Timnas U-19.

"Tujuan kami di sini adalah untuk mempersiapkan kompetisi U-23 pada bulan Agustus. Suriah adalah tim yang sangat bagus. Saya tekankan bahwa ini untuk kompetisi menuju Asian Games pada Agustus," ucapnya.

Kekalahan menghadapi Suriah pada pertandingan pertama menjadi bekal Luis Milla di laga kedua. Beberapa kelemahan di laga tersebut menjadi perbaikan, termasuk merotasi sejumlah pemain. Kehadiran para pemain senior diharapkan dapat membantu penampilan timnas secara keseluruhan.

"Kami ingin menganalisis beberapa pemain U-23 dan untuk beberapa nama baru yang kami panggil kami ingin melihat sebagai seleksi. Saya percaya diri bisa ada progres yang lebih nyata lagi ketika Asian Games nanti," kata Milla.

Sementara itu, Pelatih Suriah U-23 Husien Alfash mengatakan, pada pertandingan kedua menghadapi Indonesia timnya tidak akan banyak mengubah penampilan. Seperti di pertandingan pertama, perubahan hanya dilakukan pada formasi pemain.

“Di laga pertama kami terapkan 3-4-3 kemudian diubah di babak kedua menjadi 4-3-3. Itu menjadi hal yang biasa dan bisa menjadi gol. Pertandingan kedua akan sangat baik, kami berharap demikian. Indonesia juga pemain yang bagus, memiliki kecepatan dan organisasi tim yang baik,” ucapnya.***

Baca Juga

Spaso Antarkan Kemenangan Timnas 2-1 Atas Guyana

BEKASI, (PR).- Luis Milla membuktikan janjinya mengantarkan Tim Nasional Indonesia memenangi laga persahabatan kontra Guyana di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu, 25 November 2017 malam, dengan skor 2-1 (1-1).

Timnas Indonesia Fokus Lewati Hadangan Mongolia dan Kirgizstan

BANDA ACEH, (PR).- Kemenangan besar 4-0 atas Brunei Darussalam menjadi modal Timnas Indonesia untuk fokus pada laga selanjutnya melawan Mongolia dan Kirgizstan yang lebih kuat di turnamen international Aceh World Solidarity (AWS).