Manajemen Madura United Akhirnya Minta Maaf

Madura United vs Bhayangkara FC/ANTARA
Pesepak bola Madura United FC (MUFC) Engelberd sani (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bhayangkara FC, Aslan Sanda (kiri) dalam laga Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Bangkalan, Jawa Timur, Rabu, 8 November 2017 lalu.*

JAKARTA, (PR).- Manajer Madura United, Haruna Soemitro akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Hal ini terkait ia sempat memberikan pernyataan kontroversial bahwa laga Madura United (MU) vs Bhayangkara FC terkotor di Liga 1. Selain itu juga ia mengatakan Bhayangkara FC merupakan juara liga guyonan usai laga 8 November 2017 lalu di Stadion Bangkalan, Madura, 

Permintaan maaf Haruna diutarakan lewat mediasi yang diinisiasi PSSI. Dua perwakilan manajemen tim tersebut akhirnya bertemu untuk menyelesaikan hal tersebut.

Keluarnya pernyataan Haruna tersebut, sempat membuat manajemen Bhayangkara FC tersinggung. Namun tidak ada langkah yang diambil oleh mereka, sampai akhirnya PSSI menggelar mediasi tersebut, Senin, 13 November 2017, di Kantor PSSI, Gran Rubina, Kuningan, Jakarta.

Adapun Bhayangkara FC telah resmi dinobatkan menjadi kampiun pada kompetisi Liga 1 musim 2017 ini sejak pekan ke-33. 

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono usai pertemuan mengatakan jika kehadiran kedua belah pihak tersebut menjawab semua hal yang sebelumnya menjadi kontroversi. Menurut dia, semua hal telah berakhir dan semua bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Kedua klub pun, ujarnya, sudah menyatakan siap menatap masa depan.

"Ini merupakan inisiatif PSSI untuk mengundang mereka berdua, sehari setelah kompetisi selesai. Kehadiran mereka telah menyimpulkan apapun masalahnya, kemarin sudah kita tutup dan kita menyongsong hari esok. Dinamika kompetisi memang sangat tinggi tensinya menyebabkan semua klub ingin jadi yang terbaik. Hal itu menyebabkan turunan-urunan kejadian yang menjadi drama dinamika kompetisi ini," kata Joko.

Haruna mengatakan jika pihaknya telah memberikan klarifikasi dan telah meminta maaf bila terdapat hal-hal yang menyinggung atau membuat situasi menjadi panas. Dirinya mengaku jika hal tersebut menjadi faktor yang tidak direncanakannya hingga bisa membuat pihak-pihak tertentu tersinggung.

"Saya secara pribadi ataupun manajemen Madura United sudah memberikan klarifikasi dan itulah dinamika kompetisi dengan tensi tekanan yang lebih tinggi dan kuat. Kompetisi tahun ini adalah kompetisi yang sangat spesifik luar biasa, dengan atmosfer, dan kultur baru yang luar biasa, tentu saja melahirkan dinamika yang barangkali secara pribadi emosional sulit terkontrol. Saya pastikan siapapun memandang bahwa tahun ini musim yang sulit, karena hingga pekan ke-33 kompetisi masih berlangsung begitu ketat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haruna juga mengucapkan selamat kepada Bhayangkara FC yang telah dinobatkan sebagai juara kompetisi super ketat ini. Pihaknya mengatakan sebagai tim yang tidak puas karena terlempar dari tiga besar, mereka mengaku akan mengambil hikmahnya dan bebenah untuk musim depan.

"Bagi tim-tim lainnya yang merasa masih belum puas dengan hasil kompetisi musim ini, maka saya mengajak kita untuk mempersiapkan tim untuk hasil yang lebih baik lagi guna masa-masa yang akan datang," tuturnya.

Dinamika kompetisi

Permintaan maaf Haruna pun diterima oleh Manajer Bhayangkara FC Sumardji. Dia pun berterima kasih kepada PSSI telah menjernihkan masalah antara kedua tim tersebut.

"Saya sampaikan apa yang terjadi adalah dinamika kompetisi Liga 1 yang luar biasa. Apa yang telah disampaikan oleh Haruna tadi ya merupakan bagian dari dinamika tersebut dan sudah berlalu. Kami pun mengucap syukur bisa menjadi juara di Liga 1 2017. Permohonan maaf maaf pun diterima dan kami anggap ditutup. Kita tatap Liga 2018," ucapnya.

Pihaknya mengaku menyerahkan semua penilaian baik dan buruknya kompetisi musim ini kepada masyarakat pecinta sepakbola. Dia pun juga mengucap maaf bila dalam gelaran Liga 1 ini ada hal-hal yang kurang berkenan dari manajemen Bhayangkara FC.***

Baca Juga

Regulasi Kompetisi Liga 1 Berpotensi Salah Tafsir

JAKARTA, (PR).- Guna meminimalisir salah tafsir kembali terhadap regulasi kompetisi, khususnya di Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan meminta penjelasan resmi kepada PSSI.

Pemerintah Tunggu Jawaban PSSI Terkait Surat Teguran

JAKARTA, (PR).- Pemerintah masih menunggu respon PSSI terkait surat teguran yang dilayangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) kepada pihak federasi. Surat tersebut terkait penyelenggaraan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Liga 1 Menyisakan Banyak Cerita Buruk

IDEALISME tinggi menjadi titik tolak penyelenggaraan Liga 1. Sebuah kompetisi sepak bola profesional kasta tertinggi pertama yang lahir setelah pencabutan sanksi pembekuan PSSI.