Porda Jawa Barat, Ciamis Ogah Jadi Juru Kunci Lagi

Kabupaten Ciamis/DOK. PR

CIAMIS,(PR).- Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018 yang bakal berlangsung di Bogor tidak hanya menjadi ajang prestasi. Lebih dari itu juga adu gengsi. Oleh karenanya, pada pesta olahraga empat tahunan tersebut Kabupaten Ciamis bertekad tidak lagi menjadi juru kunci seperti sebelumnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis. Termasuk dengan menetapkan program pensil atau pembinaan silang. Salah satu caranya adalah membuka diri terhadap atlet dari luar, demi kemajuan prestasi olahraga tatar galuh Ciamis. 

"Kami tidak membeli atau kontrak, tetapi lebih pada pembinaan silang dari atlet daerah lain. Tentunya ada beberapa persyaratan khusus untuk atlet dari luar, seperti asas domisili dan lainnya," tutur Ketua KONI Kabupaten Ciamis Yasmin Sambas, Senin 23 Oktober 2017. 

Dia mengakui, Porda Jawa Barat tidak hanya ajang untuk menggapai prestasi, akan tetapi sekaligus juga gengsi. Dalam artian, atlet harus berjuang untuk menunjukkan prestasi terbaik. Prestasi atlet mampu mengangkat nama daerah yang dibelanya. 

"Jadi sebenarya saling mendukung, tidak hanya prestasi tetapi juga prestise, seiring sejalan. Target Ciamis pada Porda nanti tidak lagi menjadi juru kunci, paling tidak masuk 10-15 besar," ujar dia.

Atlet berpeluang

Yasmin mengatakan, Kabupaten Ciamis hanya akan mengirim atlet yang berpeluang besar meraih medali. Hal itu sesuai dengan prinsip Porda Jawa Barat yang efektif, efisien, dan berprestasi. Kondisi tersebut, ujarnya, berkenaan dengan kemampuan finansial daerah dalam menghadapi Polrda. 

"Kami selektif memilih atlet berikut cabang olahraganya. Hanya atlet yang berpeluang meraih medali yang bakal dikirim. Porda sekarang harus efektif, efisien dan berprestasi," kata Yasmin Sambas.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak semua atlet yang mengikuti babak kualifikasi diikutsertakan pada Porda 2018. Yang dikirim mewakili tatar galuh Ciamis, terbatas pada atlet yang meraih peringkat atas.

"Hanya atlet peringkat atas babak kualifikasi yang bakal diberangkatkan. Sulit untuk memberangkatkan atlet yang pada babak kualifikasi hanya menempati peringkat tengah atau bawah," katanya. 

Terpisah, Ketua Pelti (Persatuan Lawn Tenis Indonesia) Kabupaten Ciamis  Asep Sudarman juga sepakat bahwa yang diberangkatkan hanya yang berpeluang besar meraih medali. 

"Kami sependapat hanya mengirim atlet terbaik dan besar peluangnya meraih medali. Ciamis tidak mengikuti babak kualifikasi cabang tenis, karena menggelar kejuaraan yang diakui oleh Pelti," tutur Asep Sudarman.

Sementara itu Ketua Wuhsu Ciamis yang juga Wakil Bupati Ciamis Oih Burhanudin mengatakan, Porda 2018 setidaknya akan mengirim lima atlet untuk cabang olahraga yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut. "Kami berjuang keras tidak lagi juru kunci. Paling tidak targetnya masuk 10 besar," ujar Oih Burhanudin.***

Baca Juga

Tebing Cisenday Longsor dan Menutup Jalan Kabupaten

CIAMIS,(PR).- Hujan yang belakangan terus mengguyur tatar galuh Ciamis mengakibatkan tebing Cisenday  di wilayah Kalapanunggal, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ambrol.