FAJI Apresiasi Atlet Jabar dalam Event WRC di Jepang

IRF World Rafting Championship/SISKA NIRMALA/PR

BANDUNG , (PR).- Pengurus provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia Jawa Barat sangat mengapresiasi raihan medali yang didapatkan atlet arung jeram Jawa Barat usai mengharumkan nama Indonesia dipentas dunia. Para atlet Jabar mampu meraih satu emas dan tiga perunggu dalam gelaran Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Champ) 2017 yang baru selesai digelar di Kota Miyoshi, Jepang, Sabtu 9 Oktober 2017 lalu.

Sekjen Pengprov FAJI Jabar Muhammad Saeful Bima mengatakan, raihan medali para atlet Jabar ini memang sudah sesuai target. Sebab, secara kemampuan para atlet Jabar yang mewakili Indonesia ini secara kemampuan memang sudah teruji di berbagai even dunia.

"Alhamdulillah. Secara over all kami bangga. Indonesia mampu berada di peringkat ketiga dunia. Dan medali emas yang disumbangkan Indonesia berasal dari Jabar," ucap Saeful di Bandung, Rabu 11 Oktober 2017.

Dia menambahkan, untuk berada di peringkat ketiga WRC 2017, Indonesia meraih satu emas, satu perak serta dua perunggu. Dan selain medali emas ternyata seluruh medali tersebut juga disumbangkan atlet Jabar.

"Satu emas dari nomor sprint youth women, 1 medali perak nomer  DRR youth Women,  1 perunggu dari DRR youth men, dan terakhir 1 perunggu lagi dari Junior Men caldera under 23," katanya.

Kebanggaan ini, menurut Saeful, didapatkan saat para tim memang tidak mendapatkan support dari pengurus besar FAJI Indonesia. Khususnya para atlet arung jeram asal Jabar yang mampu menjadi yang terbaik di kategori sprint youth women.

"Kita apresiasi mereka drngan segala keterbatasan para tim yang berangkat ke Jepang. Khususnya atlet arung jeram yang berasal dari Jawa Barat mampu menjadi yang terbaik pada kejuaraan dunia arung jeram di Jepang," katanya.

Saeful mengungkapkan, kejuaraan dunia seyogyanya adalah tanggung jawab PB FAJI selaku induk organisasi olahraga arung jeram. Bukan dikembalikan lagi kepada klub atau pengprov masing-masing ketika sudah terpilih atlet untuk mewakili Indinesia.

"Apalah artinya seleksi nasional kalau tanggung jawab dikembalikan lagi ke klub atau Pengprov. Karena memang daerah tudak punya anggarannya. Jadi lebh baik tidak ada seleksi sekalian kalau PB tidak sanggup memberangkatkan atlet," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap pihaknya selaku Pengprov FAJI Jabar, agar kiranya pencapaian ini bisa menjadi salah satu pertimbangan bahwa arung jeram layak untuk dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Multi Event seperti Porda Jabar 2017. Sehingga para atlet tingkat dunia itu bisa diteruskan oleh atlet berbakat lainnya dari daerah Jabar.

"Besar harapan kami kepada seluruh stakeholder yang berkepentingan mulai dari KONI Jabar, PB Porda hingga KONI Kabupaten Bogor seyogyanya melihat hal ini sebagai pertimbangan agar arung jeram diikutsertakan pada Porda 2018. Porda adalah tempat awal kami mencari pemain berbakat masa depan tumpuan Indonesia," tuturnya.***

Baca Juga

Kalahkan Ciamis, Kabupaten Bandung Lolos Kualifikasi Futsal

JATINANGOR, (PR).- Tim futsal putri Kabupaten Bandung memastikan lolos babak kualifikasi (BK) Porda XIII/2018 Jawa Barat usai mengalahkan Kabupaten Ciamis 10-2 pada lanjutan pertandingan Grup A BK Porda cabor