Timnas U-16 Waspadai Perubahan Permainan Thailand

Timnas U-16/ANTARA
Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 Brylian Negiehta Dwiki Aldama (tengah) melakukan selebrasi usai berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Singapura U-16 Nicky Melvin Singh (kanan) dalam pertandingam persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Juni 2017 lalu.*

BANGKOK, (PR).- Tim Nasional (Timnas) U-16 mewaspadai perubahan permainan dari Thailand di lanjutan kualifikasi Grup G Piala Asia U-16 yang akan berlangsung Rabu, 20 September 2017. Kendati saat Thailand kontra Kepulauan Marina Utara tidak terlihat perubahan komposisi, tapi Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini melihat calon lawannya itu masih menyimpan kekuatan terbaik mereka.

Hal itu diungkapkannya setelah latihan sore, sesuai laporan media officer Timnas U-16 langsung dari Bangkok, Thailand, Selasa, 20 September 2017. Pada saat melawan Mariana Utara, Fakhri melihat bahwa Thailand tidak turun dengan dengan kekuatan terbaik mereka. Pasalnya, ada pemain yang dilihatnya masih disimpan.

"Sebaliknya, pemain yang tampil justru bisa memaksimalkan permainan mereka dengan mencetak masing-masing dua gol, mereka juga harus diwaspadai," ujarnya.

Dia mengatakan, tim sudah memiliki catatan dan evaluasi untuk kinerja pemain di dua laga sebelumnya. Termasuk beberapa kekurangan di sektor pertahanan dan tengah yang menurut Fakhri menjadi titik lemah timnas.

"Jika melihat pertemuan terakhir di Piala AFF Juli lalu, kami sudah bertemu dengan Thailand saat di Piala AFF Juli lalu. Saat itu, kami hanya kalah tipis 0-1. Tapi sudah pasti pelatih mereka bisa saja merubah permainnya pada saat bertemu dengan kita lagi. Tapi itu wajar, karena untuk laga nanti memang dituntut untuk punya beberapa opsi taktik," katanya. 

Jelang laga melawan Thailand, timnas tidak berlatih terlalu berat. Mereka memilih untuk latihan ringan guna pemulihan stamina dan tenaga di taman belakang hotel tempat Timnas berlatih. Selain itu juga mereka menjalani sesi renang, yang menurut Fakhri digunakan  para pemain untuk penyegaran kondisi.

Banyak belajar

Sang kapten, David Maulana menuturkan jika mereka belajar banyak dari laga melawan Timor. Bahwa kendati sempat tertinggal di babak pertama, tapi dirinya mengatakan jika memang dibutuhkan semangat besar agar tidak pantang menyerah hingga peluit berbunyi. 

"Saya harapkan saat melawan Thailand juga seperti itu. Malahan harus ditambah lagi, agar bisa memenangkan pertandingan," ucapnya.
 
David pun kembali meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk laga nanti. Pasalnya dukungan tersebut dinilainya juga merupakan salah satu kunci kemenangan mereka di dua laga sebelumnya. 

"Saya mohon, kami kembali mendapatkan doa dan dukungannya saat melawan Thailand nanti. Kami memang pernah bertemu dan kalah di Piala AFF kemarin. Tetapi kami tentu tidak akan pantang menyerah untuk membuat sebuah prestasi. Apapun rintangannya, kami akan tetap kejar tanpa kenal lelah untuk bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia," tuturnya.***

Baca Juga

PT LIB Mempersilakan 15 Klub Mogok Liga 1, Asal...

JAKARTA, (PR).- PT Liga Indonesia Baru (LIB) mempersilakan 15 klub yang bergabung dalam forum klub sepak bola profesional Indonesia mogok berkompetisi. Jika memang tidak puas dengan kinerja PT LIB. 

Timnas U-16 Pantau Pemain di Piala Soeratin

JAKARTA, (PR).- Tim nasional U-16 Indonesia memanfaatkan penyelenggaraan Pertamina Piala Soeratin kategori U-15 untuk memantau pemain yang berpotensi masuk skuad berjuluk Garuda Asia itu.